NASA Buka Stasiun Luar Angkasa ISS untuk Liburan, Berapa Harganya?

Senin, 10 Juni 2019 | 15:10
NASA

NASA akan buka stasiun luar angkasa untuk turis

HAI-ONLINE.COM - Kamu mau liburan ke tempat yang anti-mainstream dan punya uang banyak? Kayaknya kamu harus memperhitungkan luar angkasa sebagai destinasi kamu selanjutnya!

Pasalnya, Badan Antariksa AS (NASA) baru aja mengumumkan kalau mereka membuka stasiun luar angkasa internasional (ISS) sebagai destinasi wisata!

Sebagaimana yang diberitakan Kompas.com, ISS bakal dibuka sebagai tempat wisata mulai tahun 2020.

"NASA membuka Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk peluang komersial dan memasarkan peluang-peluang ini seperti yang belum pernah kita lakukan sebelumnya," kata kepala keuangan Jeff DeWit di New York dikutip dari BBC, Jumat (07/06/2019).

Baca Juga: Kakek 84 Tahun Ini Viral Setelah Didandanin Kayak Influencer Hypebeast

Keuntungan yang didapatkan dari hal ini nantinya bakal digunakan untuk melakukan eksplorasi bulan dengan orang-orang yang baru.

Nantinya, bagi mereka para "astronot" yang beruntung bisa ikut NASA ke luar angkasa, mereka bakal tinggal di ISS selama 30 hari. Selain itu, NASA juga membatasi jumlah orang yang bisa berlibur ke luar angkasa, yakni 2 orang saja per tahunnya.

Untuk ongkosnya, kamu harus membayar 58 juta dollar AS (Rp 827 miliar) untuk tiket pulang perginya.

Per malam, di ISS kamu harus bayar 35 ribu dollar AS (Rp 499 juta).

Sempat Dilarang

Sebelumnya, ide menjadikan ISS sebagai tujuan wisata sempat dilarang oleh NASA. Bahkan, para astronot NASA dilarang untuk mengambil bagian dalam penelitian nirlaba.

Namun, sejak 1998 Rusia mulai mengambil pendekatan lebih santai terhadap ISS. Apalagi ketika mereka mulai mengizinkan astronot turis pertama memasuki ISS pada 2001.

Astronot amatir pertama yang mengunjungi ISS adalah pengusaha AS Dennis Tito. Dia membayar 20 juta dollar AS untuk perjalanan pulang pergi pada 2001.

Baca Juga: Bakal Jadi Klub Kaya Baru, Jose Mourinho Minat Latih Newcastle United

Selanjutnya, pada 2008, pengusaha Inggris-Amerika Richard Garriott membayar 30 juta dollar AS untuk tinggal selama dua minggu di ISS.

Kini, NASA mengikuti langkah yang diambil Rusia sejak 2 dekade lalu. Langkah ini dibuat guna memecahkan beberapa masalah lama NASA berkaitan dengan investasi luar angkasa.

Apalagi, beberapa tahun terakhir, NASA diminta oleh pemerintahan Trump membawa kembali manusia ke Bulan pada 2020-an.

Sayangnya, permintaan ini tidak disertai dengan kucuran dana yang cukup pada badan antariksa itu. Dengan membuka ISS sebagai tujuan wisata komersial, diharapkan dana yang terkumpul bisa menutupi sebagian besar biaya operasional stasiun tersebut sekaligus mengembangkan fasilitasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "NASA Buka Stasiun Luar Angkasa Untuk Turis, Berapa Harga "Karcis"-nya?".

Penulis : Resa Eka Ayu SartikaEditor : Resa Eka Ayu Sartika

Editor : Al Sobry

Sumber : Kompas.com

Baca Lainnya