Cerita Konser Peluncuran Album Barasuara 'Pikiran dan Perjalanan': Intim, Penuh Tawa, dan Seru Abis!

Sabtu, 16 Maret 2019 | 08:08
Kayla Lynette

Iga Massardi

HAI-ONLINE.COM -Perjalanan 4 tahun Barasuara dalam membuat album baru akhirnya terungkap dengan judul Pikiran dan Perjalanan, sebuah album yang mencari esensi lebih dekat dengan sisi kemanusiaan kita semua.

Kali ini Barasuara ingin mengenalkan album baru di showcase mereka pada Rabu (13/3) kemarin dengan konsep yang berbeda dari konser-konser mereka biasanya.

“Kata yang pas untuk deskripsiin mungkin intimate, seperti bisa dilihat venue-nya nggak gede-gede banget, kapasitasnya cuman 400 orang. Secara jarak juga nggak jauh dari penonton,” kata salah satu penyelenggara dari Darlin’ Records menjelaskan showcase yang diselenggarakan di Lucy In The Sky, SCBD, Jakarta Selatan.

‘Release Party Pikiran dan Perjalanan’ dimulai seru dengan sorakan penonton yang menyambut kehadiran Barasuara ke panggung dengan lampu yang tadinya redup dan langsung menyala saat dimulainya lagu ‘Seribu Racun’, diikuti dengan lagu ‘Samara’serta ‘Masa Mesias Mesias’ sebelum kemudian Iga menghangatkan penonton dengan sedikit kata-kata pembuka.

Baca Juga : UNIQLO Bakal Rilis Koleksi Spesial Street Fighter dan Monster Hunter

Suara khas drum Marco sebagai pembuka lagu ‘Hagia’ membuat penonton kegirangan dengan dibawakannya lagu dari album pertama dan membuat semua orang ikut bernyanyi, terutama di bagian “seperti kami pun mengampuni, yang bersalah kepada kami,” lirik yang membuat semua yang hadir langsung khusyuk.

Kayla Lynette
Kayla Lynette

Kunto Aji bersama Iga Massardi

Pikiran dan Perjalanan’ kemudian ditampilkan dengan keadaan penonton yang masih semangat dan masih berganti-gantian dengan lagu dari album pertama yaitu ‘Sendu Melagu.’ Begitulah pola lagu yang dibawakan malam itu, memainkan segenap lagu dari album kedua lalu diselingkan lagu dari album pertama.

Intro dari lagu ‘Mengunci Ingatan’ yang dipimpin oleh senandung gitar akustik Gerald membuat seisi venue terdiam dan menikmatinya. Sebuah momen tidak terlupakan adalah diundangnya Kunto Aji, yang hadir malam itu, untuk menyanyikan lagu yang pernah di covernya yang pernah diunggah diYouTube dan dengan ucapan “Terima kasih telah membawakan lagu saya, jangan lupa dengerin Mantra-Mantra,” lawakan kecilnya membuat para penunggang badai terhibur.

Dari lagu ‘Tentukan Arah,’ bisa dirasakan tempo lambat yang diteruskan membuat suasana penonton terdistraksi dengan lagu-lagu yang dibawakan tanpa jeda atau absennya bincangan dari para personil Barasuara sehingga membuat suasana sama saja seperti menonton playlist kompilasi pertunjukan Barasuara di YouTube.

“Lagu selanjutnya adalah favorit Marco, dia udah nggak sabar banget bawain lagu ini,” kata salah satu personel, mengingat lagu ‘Barat,’ sebuah kolaborasi dengan band Scaller, belum pernah dibawakan oleh Marco sebelumnya karena sempat digantikan oleh adiknya, Enrico.

Baca Juga : Sebenarnya EP Apa, Sih? Apa Bedanya Sama Album? Musisi Perlu Tau, Nih!

Lagu yang lebih upbeat ‘Haluan’ menjadi pengikut lagu ‘Barat’ yang diikuti oleh lagu ‘Pancarona’ dan lagi tanpa jeda dibawakan lagu 'Tirai Cahaya', dan 'Api dan Lentera'.

Saat 'Guna Manusia' mulai dimainkan penonton dibuat semangat lagi dengan adanya lagu yang baru dirilis video klipnya 3 minggu lalu tersebut.

Puncak keseruan ada di 'Bahas Bahasa’ di mana penonton bertepuk tangan sambil ikut menyanyikan lagu ini, menuju klimaks lagu ternyata Iga melakukan kesalahan dalam memainkan riff yang khas dari lagu ini.

“Sudah 5 tahun lebih main lagu ini, masih aja bisa salah.” Ujar Marco yang berdiri dari posisi seat drumnya dan mengambil mic Iga dan mengoloknya yang membuat penonton tertawa sambil memberi applause untuk tetap memberi support Iga, kini Iga yang sudah siap main lagi menebus kesalahannya dengan riff yang bisa membuat banyak gitaris ternganga dengan skill improvisasinya.

Baca Juga : Mengenal 8chan, Forum Online Kontroversial Tempat Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Membeberkan Manifesto

Gerald, yang dengan lucunya ikut menyanyikan lagu membuat penonton kembali tertarik perhatiannya ke panggung. Lagu tersebut dikatakan sebagai akhir dari showcase, dan mereka pun mulai bergerak turun dari panggung.

Hingga akhirnya penonton meminta encoreWe want more! We want more!” namun ternyata masih ada satu lagu lagi yang dibawakan. ‘Nyala Suara’ menjadi lagu terakhir yang dibawakan pada malam hari itu, dan ditutup dengan ucapan sederhana terima kasih oleh band di akhir.

Usai konser, Gerald cerita dikit tentang aksinya tadi di panggung.

Kayla Lynette
Kayla Lynette

Barasuara

“Untuk saya sendiri, saya seneng dan puas lepas dari apapun yang terjadi ya lucu-lucuan lah di atas panggung, emang di awalnya deg-degan gimanapun dan mudah-mudahan yang denger merasakan keseruannya juga,” ujar Gerald seusai showcase.

Kunto Aji juga ikut mengulas showcase tersebut, “Album ini kenceng banget ya, kirain penonton akan capek di tengah, tapi ternyata nggak tuh,” katanya.

Memang pada malam hari itu seperti biasa Barasuara membawakan lagu dengan baik dan penonton ikutan berseru-seru sampai-sampai adanya crowdsurfing salah satu penonton di malam itu.

Tetapi di ujung hari, kata Intimate hanya menjadi strategi marketing, tempat yang sempit dan panggung yang rendah nyatanya menjadi halangan showcase, dengan penuhnya kapasitas tempat sehingga penonton di bagian belakang tidak terlalu bisa melihat band bermain dan minimnya interaksi band dengan penonton. Mungkin satu-satunya interaksi yang kentara adalah komentar kecil yang dilontarkan para personil seusai tiap lagu tapi itupun masih minim.

Baca Juga : Zulfirman Syah, Seniman Indonesia Jadi Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru

Kalau ngeliat performance mereka sebelum-sebelumnnya, Barasuara selalu kece sih. Tapi, gue punya sedikit masukan. Mereka masih berkutat di pola stage performanceyang sama. Kalau ada variasi atau malah kejutan, pasti akan lebih seru.

Tetapiperjalanan baru Barasuara akan terus ditempuh setelah album keduanya ini.Kita masih belum tahu bagaimana selanjutnya. Perubahan selalu bisa datang walau band sudah berjalan 5 tahun, 7 tahun, sampai 10 tahun pun, apalagi di tangan musisi-musisi yang ambisius dan bervisi.

(Kayla Lynette - SMA Santa Ursula)

Editor : Rizki Ramadan

Baca Lainnya