Ketika Inovasi adalah Kunci, Sebuah Pesan dari 'Father of G-SHOCK'

  • Kamis, 7 Desember 2017 18:15 WIB

Opa Ibe dan Maudy Ayunda | Doc. Cognito

Pernah denger kalo ide untuk menerbangkan manusia sempat menjadi bahan tertawaan sampai akhirnya Wright Bersaudara berhasil membuat pesawat terbang pertama yang dapat dikendalikan manusia pada tahun 1903?

Yap, faktanya, banyak inovasi besar yang dimulai dari mimpi sederhana (bahkan terkadang nggak masuk akal) untuk membuat hidup lebih nyaman dan mudah. Mimpi seperti itulah yang mendorong seorang Kikuo Ibe untuk membuat inovasi sebuah jam tangan G-SHOCK yang tangguh pada tahun 1983 – sehingga dia dikenal sebagai 'Father of G-SHOCK'.

Dalam acara Bincang-Bincang G-SHOCK: Innovate, Level up your Life! Yang digelar di Decanter Wine and Food, Plaza Kuningan, Jakarta, Kamis (7/12) hari ini, sang 'Father of G-SHOCK' a.k.a. Opa Kikuo Ibe bilang gini, "Saya bertekad membuat jam tangan yang kuat dan tahan banting setelah secara tidak sengaja memecahkan jam tangan hadiah dari ayah saya. Tekad tersebut yang memicu saya bereksperimen selama dua tahun penuh, dengan 200 prototipe, dan akhirnya menghasilkan inovasi desain hollow case; berikut bantalan pengaman sebagai pelindung menyeluruh; yang semuanya merupakan bagian penting dari ketangguhan G-SHOCK."

Sebuah brand sebesar G-SHOCK pun ternyata “lahir” dari kisah yang sangat “sederhana” namun diolah dengan sosok dan cara yang tepat. Jadilah brand jam tangan kelas dunia yang kita kenal sekarang. Dikombinasikan dengan fitur daya tahan dan teknologi terkini, G-SHOCK berhasil merevolusi cara pandang konvensional dan bahkan menetapkan standar baru mengenai sebuah jam tangan.

Nah, tahun 2018 akan menandai 35 tahun usia inovasi G-SHOCK. Perkembangan yang sudah dicapai selama 35 tahun itu nggak lantas menghentikan langkah 'Father of G-SHOCK' – bahkan Opa Ibe memimpikan inovasi yang lebih besar lagi untuk G-SHOCK.

Hari ini Opa Ibe kembali datang ke Indonesia berbagi semangat berinovasi dan perjalanan G-SHOCK, dengan para inovator muda Indonesia termasuk Co Founder Kata.ai Irzan Raditya, Founder Bahaso.com Tyovan Ari Widagdo, dan artis muda berbakat sekaligus Co Founder #KejarMimpi Maudy Ayunda. Masing - masing hadir dengan dorongan semangat yang sama, untuk tidak pernah menyerah berinovasi.

undefined
4 Inovator Lintas Paltform

Kata.ai adalah platform chatbot pertama di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), yang dapat digunakan oleh merek dan/atau korporat mana saja untuk aktif berinteraksi dengan pelanggan mereka. Irzan Raditya bersama teman-temannya menanamkan inovasi unik Natural Language Processing yang berfungsi menyelaraskan bahasa komputer dengan linguistik manusia. Teknologi ini dapat memahami berbagai istilah dan jargon yang biasa digunakan orang-orang Indonesia ketika berkomunikasi lewat pesan singkat online.

Bahaso.com adalah platform online untuk belajar bahasa asing. Tidak seperti platform serupa lainnya, Bahaso menawarkan kelas tatap muka dengan sertifikat resmi dari Universitas Indonesia.

#KejarMimpi adalah gerakan sosial yang diprakarsai oleh Maudy dan beberapa pendiri lainnya yang percaya pada kekuatan mimpi, namun prihatin dengan kenyataan bahwa tidak banyak anak muda Indonesia yang tahu apa impian mereka. Dijalankan melalui aktivitas online dan offline, gerakan tersebut memotivasi generasi muda Indonesia untuk mencari mimpinya dan mewujudkannya.

Irzan Raditya adalah penggemar teknologi AI yang sepanjang usianya telah mengotak-atik berbagai hal terkait teknologi, pernah bekerja di beberapa bisnis startup di Jerman sembari meraih gelar Ilmu Komputer. Dia kemudian kembali ke tanah air dan menemukan bahwa masyarakat modern di Indonesia sudah terlalu sibuk untuk dapat mengatur semuanya sendiri, oleh karena itu Irzan berinovasi menghadirkan chatbot yang berfungsi sebagai asisten pribadi.

Reporter : Rian Sidik
Editor : Rian Sidik

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×