#HAIDEMOSREBORN: Timekeep, Trio Melodic Hardcore Pengumbar Kesedihan

Minggu, 29 April 2018 | 06:45
Hai Online

Timekeep Rilis EP Epoch

HAI-Online.com - Musik memang selalu dinamis, begitupun dengan “ekosistem” yang ada di dalamnya, nggak terkecuali perihal genre musik. Salah satu genre musik yang mengalami perkembangan cukup pesat adalah hardcore.

Kalo pada awal kelahirannya, hardcore sangat kental dan dekat “hubungannya” dengan punk rock, makanya juga sering disebut hardcore punk. Seiring perkembangan waktu, hardcore punk ini semakin banyak punya “adik-adik” baru yang “lahir” setelahnya.

Salah satunya adalah melodic hardcore. Bakal panjang banget kalo kita bahas soal genre, nih. Nggak bakal ada ujungnya. Intinya, kita nggak usah kaget, kalo secara tampilan band-band melodic hardcore di era sekarang, secara tampilan dan attitude-nya lebih “mirip” dengan band-band emo atau pop punk, karena “nenek moyangnnya” masih punya hubungan darah.

Nah, salah satu band melodic hardcore yang juga terpilih sebagai band Hai Demos Reborn terpilih minggu ini adalah Timekeep. Mereka bisa disebut sebagai salah satu band melodic hardcore kekinian.

CEK JUGA NIH: #HAIDEMOSREBORN: Comeback SILT, Lagu Baru dari Tampang Lama Pop Punk Kota Kembang

Coba langsung simak single pertama mereka yang berjudul Suite. Lagu bertempo medium dengan gaya vokal shouting bakal sedikit mengingatkan “Emo Kids” era 2000-an dengan Seems Like Yesteday.

Buat yang belum familiar dengan Timekeep, band asal Tangerang Selatan ini baru aja merilis mini album mereka yang berjudul Epoch pada awal April lalu. Ada enam lagu di dalam Epoch, yaitu Reckless, Regret, Riot, Mess, There Is No Place Like A Home, dan Suite.

Ke enam lagu ini memiliki mood yang hampir sama, cara bernyanyi shouting nan “emosional” yang dipadukan dengan scream serta clean vocal di beberapa bagian lagu, membuat band seperti Timekeep patut ditunggu aksi panggungnya.

“Enam lagu ini adalah pelampiasan kami dari beberapa masalah yang telah terjadi atau sedang terjadi, kemarahan, kesedihan, bahagia, kami tuangkan di album ini. Dengan mengusung genre modern hardcore kami siap membuat lagu sedih dengan tempo cepat,” tulis mereka, dalam surat elektronik ke HAI.

Nggak ada yang salah dengan pilihan memainkan hardcore lewat kesedihan. Sekali lagi, ini hanya soal selera dan prereferensi musik yang dipilih.

Jika masih ingin terus bisa berkembang dan bertahan, memperkaya sajian musik wajib hukumnya untuk band manapun, termasuk Timekeep. Catatan penting tentunya juga disematkan kepada sang vokalis. Walaupun shouting atau scream, tune vokal yang keluar di beberapa lagu masih terdengar Out of Tune, termasuk di bagian clean vocal.

Pekerjaan rumah yang harusnya bisa segera dibereskan, musik hardcore yang melodius jadi terasa kurang, kalo hal yang cukup “ganggu” ini dibiarkan.

Kesimpulannya, untuk dalam konteks mini album yang digunakan sebagai perkenalan, Timekeep sangat menjanjikan. Hanya butuh sedikit kematangan dalam komposisi musik dan aransemen, yang bakal mereka dapatkan seiring jam terbang dan pengalaman.

Balik lagi, semua ditentukan oleh konsistensi…. Gimana Timekeep?

Editor : Hai Online

Baca Lainnya