#HAIDEMOSREBORN : Bad Ass Monkey, Identitas Baru Kota Palu

Minggu, 11 Maret 2018 | 00:45
Hai Online

Jagoan Baru dari Palu

HAI-Online.com – Apa yang ada di pikiran kalian jika mendengar nama kota Palu? Ibukota provinsi Sulawesi Tengah? Atau malah Kaledo makanan khasnya?

Apapun yang ada dipikiran tentang Palu, HAI bakal memberi sebuah referensi baru yang wajib kalian tau tentang “identitas” baru dari Palu. Apakah itu? Jawabannya adalah “monyet”.

Bukan sembarang “monyet”, sejak merilis album perdananya, Trouble Maker, pada 8 November 2017 silam, kiprah kuartet “monyet” asal Palu, Sulawesi Tengah ini nggak bisa dipandang sebelah mata. Yap, mereka adalah Bad Ass Monkey.

Salah satu bukti nyata bahwa band yang sekarang kokoh diperkuat oleh Otank (gitar vokal), Ian (gitar), Fatur (bas) dan Andi (drum) ini adalah digelarnya sebuah tur bertajuk Trouble Maker Java Tour. Tercatat, ada 3 kota besar di Jawa yang mereka sambangi, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta pada 12 sampai 18 November.

Yap, hanya beberapa hari setelah rilis album, mereka langsung tancap gas menggelar tur menyebrangi lautan untuk bertandang ke pulau Jawa. Untuk sebuah band yang baru aja merilis album perdana, keseriusan mereka dalam bermusik dengan menggelar tur tentu layak untuk diberikan apresiasi lebih.

Nah,keseriusan mereka itulah salah satu poin yang membuat Bad Ass Monkey layak menjadi band pertama yang dipilih HAI menjadi sosok HAI Demos Reborn terpilih.

Bukan hanya dari sekedar keseriusan dalam bermusik, soal materi lagu yang mereka sajikan jauh dari kata mengecewakan. Aransemen musik rock yang mereka tampilakn jelas terdengar kaya akan eksplorasi. Perpaduan ciamik Psychedelic, stoner, hard rock, sampai heavy metal cukup kental terasa dari 10 track yang tersedia.

Biar nggak penasaran, cicipin dulu, nih, teaser materi album mereka, yang diunggah oleh Senggama Records, record label yang menaungi mereka.

Silahkan rasakan sensasi track pembuka yang bertajuk Monkey Rock yang cukup kental nuansa heavy metal, atau kalau ingin yang bersahabat akrab dengan Bad Ass Monkey, langsung aja kenalkan ke telinga kalian single kojo mereka, City Sky.

Seperti permata yang masih harus perlu diasah, Bad Ass Monkey pun juga perlu memaksimalkan beberapa hal lain selain teknis musik, agar potensi mereka bisa semakin terpancar maksimal dalam industri musik di Indonesia.

Salah satunya adalah mencoba untuk semakin sering mencari peluang tampil di festival musik besar berskala nasional atau seenggaknya kembali menggelar tur ke berbagai kota di Indonesia, dengan menggandeng pihak lain, baik itu sponsor ataupun band dari kota lain yang mempunyai visi dan misi yang masa, dengan tujuan memperluas pangsa pendengar selain di Palu dan tentu aja membuka networking baru.

Peluang ini tentunya bisa terbuka karena pengalaman menggelar tur jawa. Selain itu, memaksimalkan peran media sosial juga wajib hukumnya. Patut diingat, penting untuk membentuk sebuah band layaknya sebuah brand lewat bantuan media sosial.

Akan menarik jika Bad Ass Monkey bisa jadi pendatang baru yang konsisten terus berkarya, dan membuat ekosistem musik sidestream musik di Indonesia semakin berwarna.

Band rock berbahaya di Indonesia bukan cuma berasal dari Jakarta, Bandung, atau kota-kota besar lain di Pulau Jawa. Hari ini, lewat Bad Ass Monkey, Palu juga membuktikan kalo mereka punya potensi untuk melahirkan band-band rock baru yang berbahaya untuk masa depan industri musik Indonesia.

Editor : Hai Online

Baca Lainnya