Ngobrol Bareng Hai & Slash : Gugup Adalah Kunci Sukses Saya

Minggu, 05 September 2010 | 08:16
Sekar Seruni (old)

Ngobrol Bareng Hai Slash Gugup Adalah Kunci Sukses Saya

Hai, Slash. Apa kabar? Bagaimana Indonesia sejauh ini?

Hai! Indonesia sejauh ini menyenangkan. Sebenarnya saya tidak pernah menyangka akan pergi ke sini, sebuah pengalaman yang baik pastinya.

Bisa diceritakan tentang album baru ini? Apakah ada pengaruh dari Santana yang membuat album dalam nuansa yang sama?

Haha. Sepertinya tidak ada pengaruh dari Santana. Album ini merupakan hasil dari berbagai kolaborasi dan berbagai situasi yang saya alami dari lebih dari dua puluh tahun bermusik. Saya bertemu dengan banyak musisi, bekolaborasi dengan mereka dan mengalami situasi yang berbeda-beda ketika mengerjakannya. Ini seperti mencurahkan segala isi di kepala menjadi sebuah album yang benar-benar menjadi cerminan saya. Dan lihat, saya menkombinasikan musik saya dengan berbagai musisi lintas generasi. Menjadikan sebuah kepuasan tersendiri yang pasti.

Ngomong- ngomong, kamu identik dengan gitar Gibson Les Paul model. Apa ada cerita dibalik itu?

Benar! Sejujurnya Gibson Les Paul adalah gitar yang sepertinya dibuat untuk saya. Sewaktu kecil saya mempunyai gitar dengan model Les Paul, dan ketika menginjak remaja dan memutuskan untuk serius bermain gitar kemudian saya mencari gitar yang cocok untuk permainan saya. Sempat mencoba gitar merk lain tetapi entah mengapa hanya Gibson Les paul yang memberikan kenyamanan tersendiri dalam bermusik. Sound-nya oke, bodinya pun juga saya suka.

Apakah kamu sering mengalami perasaan gugup sebelum naik ke atas panggung?

Pernah dan selalu. Saya selalu mengalami perasaan gugup di setiap panggung yang saya jejaki. Tetapi percaya atau tidak, rasa gugup tersebut menjadi kunci sukses dalam mengalahkan panggung dan audiens yang ada. Ada semangat tersendiri yang tersimpan dalam rasa gugup yang berujung kepada sebuah keberanian. Gugup adalah kunci sukses saya selama ini.

Myles Kennedy adalah vokalis yang juga pandai memainkan gitarnya. Apakah kamu memberikannya kesempatan untuk menunjukan skillnya di atas panggung?

Myles memang seorang yang pandai memainkan gitar. Saya selalu memberikannya kesempatan untuk bermain gitar bersama saya, tetapi hanya sebatas untuk jamming semata. Jika mengarah kepada penunjukan skill sepertiya tidak. Karena ini adalah konser saya.

Jika boleh tahu, asal-usul nama Slash dari mana sih?

Nama tersebut adalah pemberian teman-teman saya ketika saya mulai dikenal sebagai seorang gitaris. Mereka menyebut saya Slash karena saya selalu bermain gitar dengan cara yang cepat. Dan saya rasa, nama tersebut cukup keren dan melekat pada diri saya hingga kini.

Ada banyak kolaborasi dalam album baru. Menurut kamu, siapakah penyanyi yang terbaikdi antara mereka?

Menurut saya semuanya adalah penyanyi terbaik. Mereka punya kelebihan dan keunikan tersendiri sebagai penyanyi. Hal tersebutlah yang menjadi alasansaya untuk mengajak mereka untuk bergabung dalam album ini.

Adakah momen yang paling menyenangkan dalam proses album baru?

Tentunya banyak sekali. Tetapi saya masih mengingat ketika mengerjakan lagu Gottendi mana saya berkolaborasi dengan Adam Levine. Saya cukup menyukai lagu tersebut karena saya kembali memainkan lagu balada dan dibawakan oleh vokalis yang mempunyai karakter cukup kuat. Sayangnya lagu tersebut cukup jarang saya mainkan di panggung. Hehe..

Apakah perbedaan Slash sekarang dengan Slash di 20 tahun yang lalu?

Sekarang saya jauh lebih disiplin. 20 tahun lalu saya masih muda dan ketika itu berada di puncak ketenaran. Kehidupan semuanya begitu brutal. Pesta setiap malam dan hampir berujung kepada keributan. Tetapi sekarang sudah berubah. Kehidupan saya nggak lagi seperti dulu. Harus ada kerja sama yang baik dari menejemen dan saya pribadi. Kami semua mencoba untuk profesional dalam mengerjakan segala kontrak yang ada dan membutuhkan kedisiplinan. Saya juga menambah waktu latihan gitar untuk menjaga skill. Sangat jauh dari kehidupan saya di 20 tahun lalu di mana saya hanya tinggal naik panggung tanpa mengerti tentang hal apapun.

Terakhir, ada pesan dan kesan spesial untuk Indonesia?

Pastinya! Senang berada di sini. Tidak pernah menyangka jika saya pernah menginjakan kaki di Indonesia dan ternyata punya penggemar yang cukup banyak. Sebuah pengalaman yang menyenangkan. God bless,Indonesia! (*)

Editor : Sekar Seruni (old)