Aturan Masuk Sekolah Jam 5 WITA, Ketua Komisi X DPR: Jam 7 Udah Ideal

Rabu, 01 Maret 2023 | 13:00
Collections - GetArchive

(Ilustrasi) Pemprov NTT tetapkan siswa SMA SMK masuk sekolah jam 5 pagi

HAI-ONLINE.COM - Beredar pemberitaan mengenai perubahan jam masuk sekolah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekoalah Menengah Kajuruan (SMK) di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi pukul 05.00 WITA.

Dilansir melalui video dari channel YouTube Kompas.com, Linus Lusi selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT mengungkapkan, "Disetujui dan disepakati para kepala sekolah, termasuk jam masuk sekolah ditetapkan jam 5 pagi. Khusus siswa kelas 12 SMA SMK."

Hal itu turut ditanggapi oleh Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, yang meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) turut merespon rencana Pemerintah Provinsi NTT tersebut.

Baca Juga: Puluhan Ribu Anak & Remaja Indonesia Putus Sekolah, 70 Persen Alasan Ekonomi

Dikutip dari Kompas, Huda menyatakan pada Selasa (28/2/23), "Saya kira konteksnya Kemendikbud perlu merespons memastikan apakah memajukan jam masuk sekolah itu standar enggak sih."

Menurutnya, rencana Pemprov NTT mengubah jam masuk itu kudunya dikonsultasikan dulu dengan Kemendikbudristek.

Rencana itu juga butuh dianalisa dulu dengan objektif, guna mengetahui apakah hal tersebut tepat secara psikologis dan sosiologis atau nggak.

Penilaiannya, perubahan jam masuk sekolah dari pukul 07.00 WITA menjadi 05.00 WITA itu nggak tepat.

"Saya kira (masuk) jam 7 itu sudah ideal, kita kalau mau menambah, tinggal ditambah jam pulangnya diperpanjang," papar Huda.

Kerena menurut pandangannya, jam masuk pukul 05.00 WITA itu terlalu pagi bagi para siswa di NTT, yang kebanyakan rumahnya jauh dari sekolah.

"Artinya, dengan waktu yang cukup sangat pagi itu, menurut saya relatif susah untuk diterapkam dalam konteks begini. Karena akses yang sangat jauh. Akses siswa ke sekolah sangat jauh," tegasnya.

Baca Juga: Baru Mulai Aturan Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Kebijakan Ini Malah Dikritik FSGI

Huda merasa bahwa sebenernya masih ada cara lain yang bisa diambil, daripada memajukan jam masuk sekolah kalo tujuannya meningkatkan kualitas pendidikan. (*)

Editor : Al Sobry

Baca Lainnya