Dua Pelajar SMK Bikin Inovasi Hiper, Alat Penjernih Air Limbah Hidroponik, Penyelamat Bumi Juga!

Selasa, 25 Oktober 2022 | 08:38
KompasTV

Dua Pelajar SMK Bikin Inovasi Hiper, Alat Penjernih Air Limbah Hidroponik

HAI-Online.com- Dua pelajar SMK PGRI 2 Ponorogo, Jawa Timur, berhasil menciptakan alat pemurni air limbah bekas produksi pertanian hidroponik.
Nggak cuma mampu menjernihkan, alat ini juga berhasil mengembalikan ph air dalam keadaan normal sehingga tidak merusak lingkungan dan siap dipakai ulang.
Nggak heran, karyaSendi Aidzin Nur Pradana (17) dan Khoirul Anwar (19)ini menangdalam ajang lomba sains tingkat nasional, Sobat Competition 2022 yang digelar oleh PT United Tractors TBK.
Baca Juga: Mau Sampaikan Pesan Politik, Behemoth Ingin Manggung di Puncak Gedung atau Bawah Tanah di Ukraina!
Kedua siswakelas XII SMKini memberi nama alat ciptaannya tersebut dengan sebutan ‘Hiper’, yang merupakan akronim dari Hidroponics Purifier Water.
Dijelaskan Sendi,alat sederhana ini memiliki 3 fungsi utama mengolah air limbah dari produksi pertanian hidroponik. Alat ini mampu menyaring air keruh, menyeterilkan air hingga memulihkan PH air ke kondisi normal.
"Hiper ini memiliki tiga sistem kerja sekaligus, yakni: filtrasi, sterilisasi, dan penyesuain kadar pH,” kata Sendi.
Dalam proses penjernihan air, dia dan Khoirul memasukkan ribuan liter air limbah yang tujuannya bisa digunakan kembali, tanpa harus mencemari lingkungan, atau utamanya merusak tanah dan ekosistem.
Biasanya air limbah buangan hidroponik memiliki PH rendah di angka 5. Setelah diolah dengan Hiper, PH air bakal menjadi normal di angka 6,5 atau 7, maka air pun menjadi jernih sehingga bisa digunakan lagi dengan aman.
"Setelah pH normal, yakni 6,5 sampai 7,maka air dapat digunakan kembali untuk pertanian hidroponik,” ujar Sendi lagi.
Sendi mengatakan, inspirasi dalam pembuatan Hiper berawal ketika ia mengamati sejumlah petani hidroponik yang sembarangan membuang air bekas limbah pertaniannya.
Padahal dalam air limbah tersebut selain sudah terkontaminasi dengan berbagai macam pupuk, juga terdapat bakteri, jamur, dan pH air yang berada di bawah normal.
Jikaair limbah tersebut dibuang langsung ke tanah tanpa proses pemurnian, dikhawatirkan dapat mencemari tanah dan sumber air.
Selain itu pH air limbah hidropronik yang cenderung asam atau di bawah normal juga dikhawatirkan bakal dapat membunuh sejumlah hewan pengurai bahan organik seperti cacing dalam tanah.
Dari situ, ia kemudian berinisiatif bersama teman dan gurunya untuk membuat sebuah inovasi alat yang sanggup dimanfaatkan para petani hidroponik untuk bisa mengolah kembali air limbahnya.
Bahkan selain diolah, air limbah tersebut dapat digunakan kembali untuk bersirkulasi dalam sistem hidroponik sehingga dapat menghemat biaya produksi dan mencegah terjadinya gahal panen serta melindungi kerusakan tanah. (*)

Editor : Al Sobry

Baca Lainnya