Langka! Golongan Darah Baru Er Ditemukan, Disebut Bisa Selamatkan Nyawa, Ini Faktanya!

Selasa, 11 Oktober 2022 | 16:59

Golongan Darah Baru Er Ditemukan, Disebut Bisa Selamatkan Nyawa, Ini Faktanya!

HAI-Online.com- Tengah ramai temuan golongandarah baru nan langkayang dinamai "Er" pada Rabu (5/10/2022) lalu.
Golongan darah Er disebut dapat membantu menyelamatkan nyawa dalam kasus ketidakcocokan transfusi darah yang kerap membahayakan jiwa penerimanya.

Sebelum tahu, bagaimana orang dengan golongan darah Er bisa memiliki kelebihan menjaga kesehatannya, simak beberapa fakta dari penemuan Er di tubuh dua manusia baru-baru ini.

1. Karakteristik golongan darah Er

Dikutip dari situs interesting Engineering, para ilmuwan di NHSBT dan University of Bristol melihat tiga antigen golongan darah (molekul pada permukaan sel darah merah yang dapat menyebabkan serangan sistem kekebalan) yang tidak cocok dengan sistem golongan darah mana pun.

Baca Juga: Rex Orange County Diduga Enam Kali Melakukan Pelecehan Seksual ke Remaja 16 Tahun

Dalam prosesnya, mereka mengonfirmasi satu set pengelompokan darah baru "sistem Er" ke-44 yang bisa dijelaskan.

Di mana hal itu terikat pada protein tertentu yang ditemukan di permukaan sel darah merah yang disebut Piezo1.

Studi baru menunjukkan asal-usul genetik dari tiga antigen ini (Era, Erb, dan Er3), serta penemuan dua antigen baru (Er4 dan Er5).

Variasi golongan darah yang baru-baru ini diidentifikasi, Er4 dan Er5, sangat jarang dan telah dikaitkan dengan penyakit hemolitik pada janin dan bayi baru lahir.

Penyakit ini berkembang ketika sistem kekebalan ibu menyerang darah anaknya yang belum lahir.

2. Alat Pencegah Komplikasi

Ajaibnya, nih dilansir dari Standard, temuan golongan darahErini bisa menjadi alat untuk memahami penyebab seseorang secara misterius meninggal karena komplikasi darah selama kehamilan atau transfusi.

“Menemukan sistem golongan darah baru seperti menemukan planet baru. Ini memperbesar lanskap realitas kita,” ujar asisten profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Saint Louis, Daniela Hermelin.

Sebagai informasi, masalah muncul ketika seseorang menerima darah yang tidak cocok dengan golongannya sendiri.

Baca Juga: Kolaborasi Daun Jatuh dan Souljah Bikin Lagu Buat Anak Zaman Now yang Suka Ribut di Medsos!

Sebab, tubuh dapat memproduksi antibodi untuk melawan apa yang dilihatnya sebagai "penyerbu", kemudian memicu reaksi serius dalam sistem kekebalan tubuh.

3. Ditemukan dari dua wanita hamil

Para peneliti dari Bristol's School of Biochemistry dan NHSBT's International Blood Group Reference Laboratory (IBGRL) menceritakan mengenai cara mereka menemukan golongan darah baru ini.

Hal itu berawal dari dua wanita hamil yang memiliki golongan darah Er yang sangat langka di mana janin mereka yang belum lahir meninggal secara tragis, menyusul komplikasi dalam darah mereka yang ditemukan oleh dokter.

Sampel darah dua wanita itu pun dikirim ke peneliti Bristol.

Saat diperiksa, peneliti Bristol terkejut saat menyadari golongan darah itu tidak umum atau yang biasa mereka temui.

Mengetahui hal itu, sampel darah pun dimasukkan ke dalam penelitian khusus.

4. Ilmuwan sudah mencari selama 30 tahun

Temuan itu kemudian dimasukkan ke dalam suatu penelitian yang mencari golongan darah yang tidak diketahui selama 30 tahun.

Hal ini juga sebagai bagian dari kolaborasi internasional, dan memecahkan misteri selama beberapa dekade.

Baca Juga: Film KKN Di Desa Penari Hadir Dalam Versi Baru, Produser: Editing Ulang Plus 30 Persen Syuting Baru

5. Goldar baru disebut bisa cegah kematian di masa depan

Penemuan baru ini kemungkinan akan membantu mencegah komplikasi dan kematian di masa depan akibat ketidakcocokan darah, karena banyak di antaranya sekarang dapat dikaitkan dengan kelompok Er.

Misalnya dengan menangkap tanda-tanda ketidakcocokan darah lebih awal selama kehamilan,sehingga dokter dapat memberikan transfusi darah yang benar di dalam rahim.

Dan tentu saja, orang-orang di antara kita yang memiliki kelompok Er akan lega mengetahui bahwa temuan ini bisa mengurangi kemungkinan ketidakcocokan selama operasi atau transfusi. (*)

Editor : Al Sobry

Baca Lainnya