Kenang Perjuangan Aktivis HAM Munir, Simak Rekomendasi Lagu Indie Di Udara Efek Rumah Kaca!

Rabu, 07 September 2022 | 14:35
Efek Rumah Kaca

Lagu indie 'Di Udara' milik Efek Rumah Kaca jadi memoar perjuangan aktivis HAM Munir.

HAI-Online.com - Salah satu lagu yang cocokbuat mengenang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir adalah lagu indie 'Di Udara' milik Efek Rumah Kaca.

Nggak melulu ngomongin kopi dan senja, lagu indie juga bisa nyeritain perlawanan atau berkisah tentang biografi seseorang.

7 September 2004 merupakan tanggal kematian Munir Said Thalib yang diracun di udara saat berada di dalam pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta menuju Belanda untuk melanjutkan pendidikannya.

Munir dinyatakan meninggal dua jam sebelum pesawat mendarat di Bandara Schipol, Amsterdam, Belanda.

Baca Juga: Cholil Mahmud: Efek Rumah Kaca Sering Nulis Lagu Kritik Sosial Karena Banyak Baca Koran

Sosok Munir dikenal sebagai seorang aktivis yang berjuang mencari keadilan untuk korban penghilangan paksa terhadap 24 aktivis politik dan mahasiswa di Jakara pada tahun 1997 dan 1998.

Band ERKyang kini digawangi oleh Cholil Mahmud, Poppie Airil, Akbar Bagus Sudibyo,dan Reza Ryan,menganggap kalau ini jadi salah satu tugas seorang musisi untukmenyebarkan pesan perihal keberanian sosok Munir.

"Karena kami kagum dengan perjuangannya dan ingin menyebarluaskan keteladanan beliau dalam wilayah yang lebih pop sehingga nilai-nilai yang dibawanya juga bisa sampai ke khalayak yang lebih luas lagi,"ungkap Cholil dikutip dari Tempo.

Baca Juga: Ikut Suarakan Perlawanan, Berikut Rekomendasi Lagu Indie Efek Rumah Kaca Tentang Kritik Sosial!

"Makna lagunya, bahwa dalam kondisi apapun (diancam, diburu, atau bahkan mati) semangat perjuangan Munir tak akan pernah mati,"imbuhnya.

Lagu 'Di Udara' dirilis ERK pada tahun 2007 silam bersama dengan album Efek Rumah Kaca.

Lagu ini masih kerap dinyanyikan Efek Rumah Kaca di atas panggung maupundi acara solidaritas saat demonstrasi.

'Di Udara' bahkanjadi salah satu rekomendasi lagu indie paling favorit dengan tema perlawanan.

Editor : Alvin Bahar

Baca Lainnya