Mahasiswa UB Ubah Sambiloto Jadi Antibiotik Alternatif Unggas

Minggu, 03 April 2022 | 20:00
Instargam Universitas Brawijaya

Universitas Brawijaya

HAI-ONLINE.COM - Indha Fitria, mahasiswi Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) melakukan inovasi dengan meneliti tanaman Sambiloto sebagai antibiotik alternatif bagi unggas.

Indha juga menjadi juara III Lomba Artikel Ilmiah Popular dan Desain Poster Project Based Learning dengan mengambil tema poultry health dan judul karya “Potensi Penggunaan Fitobiotik Tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata Ness) dalam Menurunkan Bakteri helicobacter pylori Pada Unggas”.

Dilansir dari Kompas.com, Sabtu (2/4/2022), Indha menjelaskan, peningkatan produktivitas ayam diperlukan Antibiotic Growth Promotor (AGP).

Baca Juga: Siswa SMAN 1 Lembang Berhasil Ubah Kulit Buah Jadi Cupcake dan Sirup

Akan tetapi pemberian antibiotik pada hewan ternak dapat menimbulkan bahaya pada ternak sekaligus manusia yang mengonsumsi ternak tersebut.

Hal ini dapat menyebabkan munculnya strain bakteri baru yang resisten terhadap antibiotik. Di samping itu penggunaan antibiotik dilarang di Indonesia yang tertulis dalam Undang-Undang tahun 2009.

"Karenanya, untuk menjaga kesehatan unggas diperlukan aditif pakan guna memelihara mikroflora saluran pencernaan dengan memanfaatkan fitobiotik sebagai antibiotik alternatif menggunakan bahan alami," ujarnya dikutip dari laman UB, Jumat (1/4/2022).

Salah satunya yaitu tanaman sambiloto yang mengandung senyawa andrografolid, dimana dapat digunakan sebagai:

  1. antikanker
  2. antibakteri
  3. antioksidan
  4. anelgesik
Baca Juga: Masuk Forbes 30 Under 30, Mahasiswa UB Lahirkan Startup Peternak dari Aplikasinya

Selain itu, sambiloto juga dapat menurunkan jumlah kontaminasi bakteri helicobacter pylori pada unggas.

Yakni bakteri gram negatif, mikroaerofilik spiral dan tergolong bakteri patogen yang umum ditemukan pada:

  1. hati
  2. lambung
  3. empedu
  4. jejenum
  5. sekum
  6. kolon
Dikatakan, bakteri ini dapat menggangu daya tahan tubuh dan sistem pencernaan yang menyebabkan terjadinya gastroenteritis, diare, penyakit hati dan gangguan pada empedu.

Adapun penyakit tersebut dapat menghambat pertumbuhan, karena akibat infeksi bakteri tersebut mengakibatkan kematian 33,3 persen.

Dengan demikian, penggunaan andrografolid terenkapsulasi dapat berfungsi secara optimal sebagai aditif pakan pada ayam pedaging jadi antibakteri dan antiinflamasi alami.

"Sehingga ayam pedaging terhindar dari penyakit akibat helicobacter pylori serta dapat meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan tubuh ayam," jelas Indha.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mahasiswa UB Inovasi Antibiotik Alternatif dari Tanaman Ini". (*)

(Tanya Audriatika)

Editor : Al Sobry

Baca Lainnya