Cowok Sering Alami Cedera dan Nyeri di Penis-nya, Kenali 4 Penyebabnya!

Rabu, 07 April 2021 | 16:57
TN8

Cowok Sering Alami Cedera dan Nyeri di Penis-nya, Kenali 4 Penyebabnya!

HAI-Online.com- Penisadalah organ yang secara bentuk fleksibel dan tampak kuat jika sedang menegang, sehingga banyak yang beranggapan sepertinya nggak mungkin deh, kalo sampai 'adek' mengalami cedera.
Namun rupanya, kebanyakan cowok justru pernah mengalami sakit atau cedera pada penisnya.

Beberapa rasa nyeri pada penis disebabkan penyakit bawaan, beberapa lainnya karena kondisi eksternal.

Baca Juga: Bye-Bye, Emo! Begini Tampilan Kevin Aprilio Sekarang dengan Brewok Cangkoknya
Nah, kalo penis kamu sering terasa nyeri, misal saat berhubungan seksual, kencing atau di waktu lain, sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter atau ahli urologi jika gejalanya terus berlanjut atau parah.

Pasalnya ahli urologi Ryan Berglund, MD dari Cleveland Clinic menyebutkan, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan penis terasa nyeri. Berikut di antaranya:

1. Penyakit Peyronie

Penyebab utama penis nyeri adalah penyakit Peyronie, di mana, bentuk penis melengkung tidak normal, biasanya disebabkan oleh jaringan parut di tunika albuginea - lapisan kekuatan penis.

Menurut Berglund, jika nggak diatasi segera, peyronie akan mengganggu hubungan aktivitas seksual, entah itu terasa menyakitkan atau menyebabkan disfungsi ereksi.

“Beberapa pria melaporkan mendengar bunyi pada penis mereka sesaat sebelum ereksi,” kata Berglund.

Sekitar satu dari 20 pria mengalami penyakit Peyronie dalam hidup mereka. Penyebab pasti penyakit Peyronie masih belum diketahui.

Pada 1 hingga 2 persen pria, penyakit ini bisa menjadi parah, hingga menghambat hubungan seksual. Dokter biasanya melakukan intervensi dengan melakukan pembedahan untuk kasus-kasus tertentu.

Baca Juga: Nyeleneh! Cowok Seleb TikTok ini Ngoles Krim Ereksi ke Bibirnya Biar Tebel

2. Fraktur Penis

Sumber nyeri pada penisyang terbilang cukup jarang terjadi adalah patah tulang penis. Patah tulang penis bisa terjadi bila ada trauma pada penis yang sedang ereksi.

Trauma tersebut dapat merusak lapisan salah satu dari dua silinder di penis yang menyebabkan ereksi.

“Pria yang mengalami laporan ini mendengar suara letupan, kemudian mengalami rasa sakit yang parah, bengkak, dan memar gelap pada penisnya,” kata Dr. Berglund.

Fraktur penis adalah keadaan darurat medis. Kekhawatirannya adalah bahwa mereka dapat menyebabkan disfungsi ereksi permanen jika tidak segera ditangani dokter ahli.

3. Gangguan kulit kronis di genital area

Gangguan kulit seperti lichen sclerosus – gangguan kulit kronis - terkadang menyebabkan penis ikut nyeri.

Kondisi ini terlihat seperti benjolan putih kecil yang mengkilat dan halus. Kemudian, bintik-bintik itu tumbuh menjadi tambalan yang lebih besar.

Kulit dengan bintik-bintik itu menjadi tipis dan berkerut. Kemudian seringkali kulit mudah robek, dan memar merah atau ungu cerah. Sehingga, kulit memiliki bekas luka.

Tetapi, jika penyakitnya termasuk kasus ringan, maka kemungkinan tidak ada gejala kecuali nyeri dan susah buang air kecil.

Baca Juga: Adu Panco Sama Temen Kampus, Cowok Ini Alami Patah Lengan di Dua Bagian

4. Fimosis

Pria yang tidak disunat terkadang mengalami kondisi yang bikin penisnya nyeri dan sakit, yang disebut fimosis.

Ini berarti kulup tidak bisa ditarik sepenuhnya. Biasanya, kondisi ini akan menyebabkan sulit buang air kecil hingga penis nyeri.

“Kondisi ini terkadang membutuhkan pembedahan korektif. Pria yang lebih tua jauh lebih mungkin mengalami fimosis,” jelas dr. Berglund.

Akan lebih baik pemilik fimosis rutin menjaga kebersihan penisnya untuk mnyelesaikan masalah nyeri ini.

"Namun, dokter tetap harus mengevaluasi kondisi tersebut untuk menyingkirkan kemungkinan kanker penis,” tambah Dr. Berglund. (*)

Editor : Al Sobry

Baca Lainnya