Hobi Pelihara Ayam di Rumah? Hati-Hati, Bisa Jadi ‘Bom Waktu’ Mematikan buat Kalian

Selasa, 16 Maret 2021 | 16:36
Pixabay

Ilustrasi ayam peliharaan.

HAI-Online.com – Kalo kalian termasuk orang yang hobi memelihara memelihara ternak di belakang rumah atau yang kandangnya berdekatan dengan rumah, kayaknya kalian sekarang mesti lebih berhati-hati.

Sebab, hal itu bisa memicu ‘bom waktu’ bagi kalian sendiri, sebagaimana diungkapkan para pakar penyakit menular di Australia.

Direktur penelitian lembaga studi CSIRO di Australia, Paul De Barro menyampaikan, wabah penyakit yang dibawa ayam, babi atau kambing berisiko tinggi mengancam jiwa manusia.

Hewan peliharaan, yang walaupun hidup di pinggiran kota dan kota, tetap bisa terpapar hewan liar seperti kelelawar. Nah, kelelawar inilah yang membawa penyakit seperti virus Hendra atau Nipah.

"Ketika populasi urban menyebar, mereka pindah ke area hutan, area alami. Dan karena itu kita semakin dekat dekat dengan hewan liar," katanya kepada ABC.

Baca Juga: Ngerasa Bau Badan Lo Nggak Oke? Simak 5 Tips dan Cara MudahNgatasinnya Secara Alami

Selain itu, perubahan iklim juga dianggap sebagai faktor pemicu yang bisa menyebabkan hewan-hewan mengubah perilaku mereka.

"Ketika kita mendapatkan perubahan ini, risiko penyakit dari hewan ke manusia semakin meningkat," ujar dia.

Wabah susahdiprediksi dan dibendung

Menurut Dr de Barro, risiko penyebaran penyakit dari hewan ke manusia juga bisa dialami mereka yang tinggal di perkotaan.

Ambil contoh di Australia, saat muncul wabah flu burung, pihak berwenang sulit mendeteksi dari mana asalnya. Sebab nggak ada pendataan kepemilikan hewan di negara itu.

Hal semacam inilah yang menurut Barro membuat wabah penyakit sulit dibendung.

"Yang tidak kita ketahui adalah kapan (wabah penyakit) muncul, kita tidak tahu frekuensinya, dan kita bahkan tidak tahu skala atau konsekuensinya," katanya.

"Bisa jadi ada beberapa orang yang jadi korban atau mungkin ratusan orang meninggal."

Barro nambahin, para ahli masih belum bisa memahami bagaimana sebuah penyakit bisa berpindah dari hewan liar ke hewan peliharaan kemudian berakhir di manusia.

"Pengawasan yang kita miliki untuk penyakit-penyakit yang disebarkan oleh hewan ke manusia belum memadai," kata Dr de Barro.

Baca Juga: Coba Deh Bersihin Kasur Buluk Pake Baking Soda Ternyata Berguna Banget Lho!

"Saya tidak bisa menjelaskan mengapa, atau dalam kondisi apa, virus seperti Hendra bergerak dari kelelawar menular ke kuda lalu berakhir ke manusia. Jadi sulit untuk membuat prediksi seputar kemungkinannya," terangnya.

Atas dasar itu, menurut Dr De Barro, survei nasional terhadap satwa liar yang terus berlangsung dan penyakit yang mereka bawa sangat penting untuk mengurangi risiko.

"Kami tidak benar-benar tahu penyakit apa yang ada pada burung asli, marsupial, kelelawar," katanya.

"Dan kami tidak memantau frekuensi penyakit-penyakit ini, jadi saya tidak bisa menjelaskan apakah penumpukan virus pada hewan tertentu di pinggiran kota tertentu."

Dr de Barro mengakui meski wabah jarang terjadi di Australia, dia tetap memperingatkan bahwa peluang hal itu terjadi ada di sekitar kita.

"Di sebelah utara kita adalah 'wilayah panas' Asia, yaitu Asia Tenggara di mana sering terjadi penyebaran wabah penyakit karena ada warga hidup berdampingan dengan babi dan unggas dan hewan liar lainnya," pungkasnya. (*)

Baca Juga: Bukan Cuman Enak, Makan Pisang Setelah Olahraga Punya Manfaat Besar untuk Tubuh

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hobi Pelihara Hewan di Belakang Rumah Bisa Jadi Bom Waktu Mematikan"

Editor : Al Sobry

Sumber : KOMPAS.com

Baca Lainnya