Selama Pandemi, Angka Bunuh Diri Di Jepang Masih Lebih Tinggi Ketimbang Kematian Akibat Covid-19

Senin, 30 November 2020 | 14:44
Kompas.com/Shutterstock

Ilustrasi bunuh diri.

HAI-Online.com - Angka kematian akibat bunuh diri di Jepang selama Oktober 2020 didapati lebih tinggi dibanding kematian akibat Covid-19 sepanjang berlangsung pandemi virus corona di seluruh dunia.

Melansir Kompas.com, data statistik Pemerintah Jepang menunjukkan angka bunuh diri selama Oktober tercatat sebanyak 2.153 orang.

Sementara, berdasarkan data Worldometer, Sabtu (28/11/2020), jumlah kematian karena Covid-19 di Jepang adalah sebanyak 2.074 kasus.

Adapun, seperti dikutip dari CBS News, di sepanjang tahun 2020, jumlah kasus kematian akibat bunuh diri di Jepang sudah melebihi angka 17.000 kasus.

Dari total itu, sepertiga di antaranya adalah kaum perempuan.

Umumnya, para perempuan di Jepang mengalami rasa tidak nyaman selama pandemi seperti antara lain tanggung jawab untuk mengasuh anak, kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan.

Baca Juga: Unik! Flyover Buat Hewan Hadir Untuk Kurangi Satwa Liar Kegiles Kendaraan

"Kami ( Jepang) bahkan tidak melakukan kuncian wilayah, dan dampak Covid-19 sangat minim dibandingkan dengan negara lain, tapi kami masih melihat peningkatan besar dalam jumlah kasus bunuh diri," kata pakar bunuh diri dari Waseda University, Michiko Ueda.

Sementara, jika melihat data Worldometer , Sabtu (28/11/2020), jumlah kasus meninggal dunia karena Covid-19 di Jepang sebanyak 2.074 kasus.

Bunuh diri di Jepang bukan terjadi akhir-akhir ini saja. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada 2016, angka kematian di Jepang adalah 18,5 per 100.000 orang.

Angka ini hampir tiga kali lipat dari rata-rata global tahunan, yakni sebesar 10,6 per 100.000 orang. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Jepang, Kasus Bunuh Diri Lebih Tinggi dari Kematian karena Covid-19"

Editor : Alvin Bahar

Baca Lainnya