WHO: Vaksin Nggak Cukup Hentikan Pandemi Covid-19, Orang Muda Sehat Tak Kebagian Sampai 2022

Selasa, 17 November 2020 | 14:42
GlobalTimes

WHO: Vaksin Nggak Cukup Hentikan Pandemi Covid-19, Orang Muda Sehat Tak Kebagian Sampai 2022

HAI-Online.com -Kepala Organisasi Kesehatan Dunia memuji kemajuan tentang penemuan vaksin Covid-19 yang telah sedang diuji klinis, akan tetapi ia juga menyatakan keprihatinannya tentang melonjaknya kasusdi banyak negara.

"Kami terus menerima berita baikl tentang vaksin Covid-19 dantetap optimis dengan potensi vaksin baru yang bakal mulai tiba dalam beberapa bulan mendatang," kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (16/11/2020).

Baca Juga: Finally Sekian Lama Ditunggu! Bioskop XXIResmi Dibuka, 16 Lokasi Ini Jadi yang Beruntung

Meski begitu, dia menambahkan: "Ini bukan waktunya untuk berpuas diri."

Pasalnya masih banyak kasus yang terus bertumbuh di berbagai negara lain. Meski vaksin telah ditemukan, jangkauannya tidak cukup untuk sampai menyeimbangkan angka melonjaknya kasus Covid-19.

"Ini virus berbahaya, yang bisa menyerang setiap sistem di tubuh," kata Tedros.

"Negara-negara yang membiarkan virus berjalan tanpa terkendali sedang bermain api."

Secara global, infeksi telah melonjak melewati 54 juta dengan lebih dari 1,3 juta kematian, dan para ahli memperingatkan masih ada bulan-bulan yang sulit dan berbahaya ke depan.

"Vaksin saja nggak akan mengakhiri pandemi," Tedros memperingatkan Senin pagi.

Selama konferensi pers malam, dia mengatakan WHO "sangat prihatin dengan lonjakan kasus yang dilihat di beberapa negara".

Baca Juga: Didesain Ulang, Norwegia Diklaim Punya Paspor Paling Stylish di Dunia

Dia menyuarakan kekhawatiran khusus tentang situasi di Eropa dan Amerika, di mana petugas kesehatan dan sistem "didorong ke titik puncak".

"Petugas kesehatan di garis depan telah bekerja selama berbulan-bulan. Mereka kelelahan," dia memperingatkan.

"Kami harus melakukan semua yang kami bisa untuk melindungi mereka, terutama selama periode saat virus menyebar dan pasien memenuhi tempat tidur rumah sakit.".

Seperti dikabarkan sebelumnya, soal prioritas penerima vaksin corona, WHO mengatakan orang muda yang sehat kemungkinan tidak mendapatkan vaksin Covid-19 hingga 2022.

Dikutip dari Kompas.com, langkah itu diambil karena imunisasi akan diprioritaskan bagi orangtua dan kelompok rentan lainnya terlebih dahulu.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan, Rabu (14/10/2020) lalu.

Menurut Swaminathan, petugas kesehatan, pekerja di garis depan dan orang tua kemungkinan akan ditawari vaksin terlebih dahulu.

Terlepas dari hal itu, kini pihaknya masih merampungkan rincian siapa saja yang menjadi prioritas mendapatkan vaksin Covid-19. (*)

Editor : Al Sobry

Baca Lainnya