Covifor, Obat Corona dari India Khusus Sembuhkan Pasien Remaja dan Dewasa Dijual Rp 1,5 juta, Begini Cara Pakainya!

Minggu, 04 Oktober 2020 | 14:58

Covifor, Obat Corona dari India Khusus Sembuhkan Pasien Remaja dan Dewasa Dijual Rp 1,5 juta, Begini Cara Pakainya!

HAI-Online.com-India telah memasarkan lebih dulu obat corona yang telah lolos uji klinisnya untuk masyarakat Indonesia. Obat ini sudah dijual dan bisa diinjeksikan ke pasien Covid-19.
Namun, perlu diketahui baik, COVIFOR atau obat injeksi yang dimaksud itu hanya berfungsi untuk pasien Covid-19 berusia remaja dan dewasa, sedangkan untuk orang lansia tidak dianjurkan karena kandungannya.
Nah, Covifor yang diproduksi oleh Hetero India, dan diimpor oleh Amarox serta dipasarkan dan didistribusikan oleh Kalbe ini sebelumnya dibanderol Rp3.000.000,- per vial, namun harganya itu telaj disesuaikan menjadi lebih terjangkau yaitu Rp1.500.000,- per vial.
Baca Juga: Pandemi Makin Menjadi, Film James Bond: No Time To Die Tertunda Sampai April 2021
"Hetero menyadari dampak pandemic COVID-19 yang luas, terutama terkait beban biaya bagi pemerintah dan pasien, maka Hetero memberikan lebih banyak dukungan dan memberikan harga khusus COVIFOR untuk Indonesia,” kata Sandeep Sur, Country Manager PT Amarox Global Pharma dalam keterangan tertulis pada Sabtu (3/10).
Tak ayal,COVIFOR yang mengandung Remdesivir itu pun bakal dapat diinjeksikan ke lebih banyak pasiendi Indonesia.
Lagi pula, jika menilik ke bocoranharga Covifor di negara asalnya India, pervial dihargai mencapai 5.400 rupee atau sekitar Rp1,09 juta jika dikonversikan ke kurs rupiah pekan ini. Harga yang dijual pemasar sudah cukup menguntungkan.
Nah, nggak bisa asal beli Covifor dulu, guys, pasalnya penggunaannya pun tidak sembarangan.
Obat ini hanya diperuntukkan bagi pasien Covid-19 dengan kondisi kritis ditandai dengan tingkat saturasi oksigen di bawah 94 persen dan untuk pasien yamg sedang menjalani perawatan dengan ventilator mekanik.
Pun, produk ini diketahui hanya dipasarkan ke fasilitas kesehatan rumah sakit dan terbatas hanya diberikan atas asistensi tenaga medis profesional saja.
Semoga dengan adanya Covifor ini, akan semakin banyak yang bisa sembuh lagi ya. (*)

Editor : Al Sobry

Baca Lainnya