Video Ini Jadi Bukti Kalo Belatung Punya Kemampuan Lompat Indah

Senin, 27 April 2020 | 19:46
New Yort Times

Belatung lompat

HAI-Online.com - Banyak orang tentu beranggapan kalo hewan belatung atau larva merupakan hewan yang nggak punya keistimewaan apapun.

Yap, persepsi umum orang-orang terkait hewan ini kalo nggak sebagai hewan yang bikin geli, ya sebagai sumber penyakit lantaran kerap didapati hinggap di segala sesuatu yang membusuk, seperti bangkai hewan atau tumbuhan.

Tapi, semua itu karena orang-orang belum tahu persis watak dari hewan belatung.

Sebab, sebuah video penelitian dari Duke Universtity memeperlihatkan kemampuan tak terduga dari hewan belatung.

Di samping tubuhnya yang lunak dan nggak berkaki, belatung diketahui bisa melompat di ketinggian yang mencapai 30 kali lipat dari ukuran tubuhnya.

Dengan demikian, jarak lompat tersebut melampaui seluruh atlet gimnastik manapun. Kemampuan fisik belatung ini memang nggak mengherankan di kalangan para peneliti, sebab diketahui bahwa hal tersebut adalah sifat natural belatung untuk bertahan hidup.

Baca Juga: Wajib Makan, Ini Sederet Manfaat Kalau Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa

Melanis dari Popular Science, belatung muda berjenis Asphondylia memang mempunyai kemampuan melompat bak ketapel bilaketenteraman mereka terganggu.

Beberapa cacing empedu akan melompat turun dan menggali di bawah tanah untuk bertumbuhkembang.

Dan hanya ketika mereka terganggu oleh sesuatu di luar mereka, mereka melompat di udara dan melambungkan diri menjauhi dari pihak yang mengusik mereka.

Namun, pertanyaanya, bagaimana hewan tanpa kaki dan bertubuh kenyal punya tenaga besar untuk melompat setinggi itu?

Menurut Popular Science, hal itu disebabkanmekanisme gerakbak ketapel yang mereka lakukan sebelum menghempaskan tubuh mereka ke udara.

Seperti terlihat dalam video, Asphondylia melengkungkan tubuh mereka menjadi seperti cincin.

Cairan terbentuk di ujung ekor lingkaran, menciptakan tekanan saat bagian tubuh membengkak. Ketika energi ini terlepas, seolah-olah larva memiliki kaki untuk memberi dorongan ke tubuhnya.

Sementara, ilmuwan yang melakukan studi ini mengaku menghabiskan waktu tiga tahun untuk bisa menangkap aksi lompatan belatung ini dalam rekaman video.

Editor : Alvin Bahar

Baca Lainnya