Urusan Kejujuran Mengembalikan Dompet, Indonesia di Urutan Hampir Belakang

Senin, 24 Juni 2019 | 20:40
iStockphoto

Ilustrasi

HAI-online.com -Sebuah studi perilaku jujur yang terbit di Science Magazine, Kamis (20/6/2019), menemukan fakta bahwa negara Indonesia berada di urutan 33 dari 40 negara dalam masalah kejujuran dalam mengembalikan dompet.

Studi berjudul "Kejujuran Masyarakat di Seluruh Dunia"tersebutdilakukan di 355 kota yang mencakup 40 negara di seluruh dunia.

Dalam kebiasaan berperilaku jujur, Indonesia jauh ketinggalan dibanding Thailand yang menempati urutan 28 dan India di posisi 30. Sementara itu, negara paling jujur adalah Switzerland dan yang berada di urutan paling akhir adalah China.

Para ahli dari Universitas Michigan, Universitas Zurich dan Universitas Utah melakukan studi ini karena mereka menganggap kejujuran merupakan mata tombak dalam kehidupan ekonomi dan sosial.

Baca Juga: Cowok Ukraina Ini Ungkap 10 Alasan Kenapa Bule Suka Sama Cewek Indonesia, Bener Nggak Sih?

Menurut para ahli, dampak dari semua hal itu adalah kerugian pada perekonomian negara, termasuk dari pajak ataupun korupsi pemerintah.

Untuk menguji perilaku jujur dalam skala lebih besar, Alain Cohn dan koleganya pergi ke 355 kota di 40 negara. Mereka ingin mengamati bagaimana uang dapat memengaruhi tingkat kejujuran manusia di seluruh dunia.

Merekamelakukan eksperimen di lima sampai delapan kota besar suatu negara, dengan sekitar 400 pengamatan di setiap negara.

Para ahli dengan sengaja menyerahkan 17.303 dompet ke warga lokal, mengaku bahwa mereka menemukan dompet itu, dan meminta orang tersebut untuk menjaganya dengan alasan ada keperluan.

Baca Juga: Ngeselin Tapi Kocak, 10 Kompilasi Foto Kelakuan Kocak Kucing Oren yang Dikenal 'Barbar'

Masing-masing dompet berisi uang tunai yang jumlahnya beragam, kartu identitas, kartu nama beserta alamat email, dan nota belanjaan dengan bahasa lokal agar warga percaya dompet itu milik orang lokal.

Dalam penelitian lapangan di tiga negara, Dr Cohn dan timnya menemukan, ketika jumlah uang dalam dompet dinaikkan menjadi sekitar Rp 1 juta, maka jumlah yang mengembalikan dompet naik menjadi 18 persen.

Seperti ditunjukkan dalam tabel, percobaan lintas negara ini menunjukkan hasil konsisten. Di mana warga lebih mungkin melaporkan dompet hilang yang berisi uang dibanding nggak.

Dalam tabel 'kejujuran' ini Indonesia berada di peringkat 33 dari 40 negara dengan 17 persen mengembalikan dompet kosong dan 32 persen mengembalikan dompet yang berisi uang.Indonesia lebih baik dari negara lain seperti Uni Emirat Arab, Malaysia, Kenya, Kazaksthan, Peru, Maroko, dan China.

Baca Juga: Studi: Musik Metal Bikin Pengendara Mobil Agresif di Jalan

China berada di peringkat paling rendah dengan 7 persen mengembalikan dompet kosong dan 22 persen mengembalikan dompet berisi uang.

Negara-negara Eropa seperti Swiss, Norwegia, Belanda, Denmark dan Swedia berada di peringkat lima teratas.

Artikel ini telah tayang diKompas.comdengan judul "Studi: Indonesia Nomor 33 dalam Kejujuran Mengembalikan Dompet."

Editor : Al Sobry

Sumber : Kompas.com

Baca Lainnya