Kalahin Amerika Serikat, 18% Orang Indonesia Percaya Kalau Perubahan Iklim Terjadi Bukan karena Ulah Manusia

Minggu, 12 Mei 2019 | 15:15
Pixabay / TheDigitalArtist

llustrasi

HAI-Online.com -Seperti yangbisa kita lihat sendiri sob, cuaca dalam beberapa tahun terakhir sulit untuk diprediksi mengingat adanya perubahan iklim ekstrim yang terjadi karena pemanasan global akibat ulah semena-mena manusia terhadap alam.

Meskipun begitu, ternyata ada sejumlah negara yang sebagian besar penduduknya percayabahwa perubahan iklim akhir-akhir ini terjadi bukan karena ulah manusia, salah satunya Indonesia.

Seperti yang dilansir HAI dari The Guardian, hasil survei dari YouGov-Cambridge Globalism Project menyatakan, Indonesia menjadi negara dengan persentase terbesar yang penduduknya nggak percaya kalau perubahan iklim terjadi karena ulah manusia.

Menurut survei yang dilakukan kepada 1.001 orang Indonesia tersebut, 18 persen atau sekitar 180 orang masyarakat di negara kita menilai bahwa perubahan iklim terjadi bukan karena hasil campur tangan manusia.

Baca Juga : Cacar Monyet Sudah Muncul di Singapura, Sebenarnya Apa Sih Penyakit yang Disebut Monkeypox Tersebut?

Sementara itu, Arab Saudi menjadi negara terbesar kedua di mana penduduknya nggak percaya perubahan iklim terjadi karena manusia dengan persentase 16 persen (dari 828 orang) , disusul dengan Amerika Serikat yang memiliki persentase 13 persen (dari 2.012 orang)

Berikut negara-negara dengan persentase terbesar di mana penduduknya nggak percaya kalau perubahan iklim terjadi karena ulah manusia.

1. Indonesia - 18 persen (dari 1.001 orang)

2. Arab Saudi - 16 persen(dari828 orang)

3. Amerika Serikat - 13 persen(dari2.012 orang)

4. Meksiko - 10 persen(dari 1.009 orang)

5. Australia - 8 persen(dari 1.006 orang)

6. Polandia - 8 persen(dari 1.019 orang)

7. Jerman - 7 persen(dari 1.497 orang)

8. China - 6 persen(dari 1.021 orang)

9. Prancis - 6 persen(dari 1.021 orang)

10. Inggris - 4 persen(dari 1.949 orang)

Hmm, kalau menurut kalian sendiri gimana sih sob? Kira-kira apa sih yang menjadi penyebab perubahan iklim ekstrim beberapa tahun belakangan? (*)

Editor : Alvin Bahar

Baca Lainnya