Nggak Cuma Cantik Dan Pinter, Ini Kelebihan Alya Miss Indonesia 2018

Senin, 10 Desember 2018 | 15:58

HAK-Online.com - Malam puncak Miss World 2018 baru aja selesai beberapa hari yang lalu (8/12/2018).

Perwakilan dari Meksiko, Vanessa Ponce, berhasil menjadi ratu sejagat raya malam itu. Sedangkan Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina, yang menjadi perwakilan Indonesia di ajang Miss Wolrd 2018, berhenti di 30 besar.

Walaupun terhenti di 30 besar, pujian masih mengguyur Alya lewat akun Instagramnya. Wanita kelahiran Jakarta, 21 Januari 1996 ini sebelumnya memenangkan Miss Indonesia 2018 mewakili Provinsi Jawa Barat menggantikan Achintya Holte Nilsen dari Nusa Tenggara Barat.

Alya memulai karir di bidang kecantikan sejak usia 16 tahun. Pada 2012 dirinya dinobatkan sebagai Gadis Sampul 2012 dan dilanjut dengan The Face of Femina 2014.

Baca Juga : Nggak Nyangka, Tampilan Masa Kecil Miss International 2017 Ternyata Seperti Ini

Nggak cuma di bidang kecantikan, prestasi Alya di bidang akademik pun nggak kalah kerennya.

Yang paling bergengsi adalah ketika dia ditunjuk untuk menjadi Kepala Delegasi UNPAR dalam Harvard National Model United Nations 2017 yang diselenggarakan oleh Universitas Harvard di Boston, Amerika Serikat.

Memenangi Beauty with a Purpose, Alya ini emang punya latar belakang yang suka dengan kegiatan sosial. Udah banyak kegiatan sosial yang dia jalanin, salah satu nya menjadi ketua acara This is Us: Pemuda Bersatu Untuk Autisme, yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung 2017.

Berikut Hai sebutin, kegiatan-kegiatan sosial yang pernah diikutin Alya yang dia bagikan lewat akun instagramnya.

  1. Relawan Cha Ya Nepal

Setelah gempa Nepal yang terjadi pada 2016, banyak bangunan rubuh salah satunya sekolah. Alya ikut andil membangun kembali sekolah melalui program pembangunan gedung sekoah rubuh di desa Yamuna Danda, Nepal sebagai relawan dalam bidang seni. Alya mengajari anak-anak di sana melukis botol.

  1. Ketua Acara This Is Us: Pemuda Bersatu Untuk Autisme

This Is Us merupakan kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2017 di Braga City Walk, Bandung. Alya mengajak para pemuda untuk selalu semangat dan meningkatkan kesadarannya terhadap inklusi di masyarakat.

Sebagai ketua acara, Alya pastinya sangat tanggung jawab pada projeknya ini. Momen bersama tim panitia, dia abadikan di akun instgramnya.

3. Penggalang Buku di Lemari Buku-Buku

Dalam projek Uloang Daad Nuhu Evav akan dibangun perpustakaan di kepulauan Kei, Maluku (5/2017). Alya bersama komunitas seninya menggalang buku melalui event Lemaru Buku-Buku yang bukunya akan didonasikan ke perpustakaan tersebut.

4. Relawan ‘Pos Baca’ di RPTRA Sungai Bambu, Tanjung Priok

Melalui foto yang dipost, Alya mengucapkan terimakasih udah diundang menjadi salah satu relawan di ‘Pos Baca’ di RPTRA Sungai Bambu, Tanjung Priok.

5. Relawan GerakanSahabat Peduli Indonesia

2017 lalu, Alyaaktif sebagai relawan dari gerakanSahabat Peduli Indonesiayang mengajarkan seni dan daur ulang sampah sekitar Pantai Ngurbloat, Maluku Tenggara. Alya mengajarkan metode Whole Brain Notes pada murid-murid disabilitas dan abk di sana.

Nah, gawat kan sob, udah cantik, pinter, berjiwa sosial lagi. Kurang apalagi coba kasih tau? (Zhafira/ HAI)

Editor : Al Sobry