HALO SISWA BARU SMA,

Gimana, masa pengenalan lingkungan sekolah kemarin? Materi apa saja nih yang kamu dapet dari para guru? Hmm, semoga tetep seru yah dan bukan cuma materi sosialisasi bahayanya tawuran dari pak polisi dan seminar dari para motivator saja yah.


HAI tahu banget, kok, sekarang ini masa orientasi itu lebih banyak dipegang oleh guru dan pejabat sekolah. Keterlibatan senior dibatasi banget karena takut muncul penyimpangan senioritas.

Well, di satu sisi hal itu baik sih. Tapi HAI saranin sih jangan sampe kamu malah jadi menganggap kedekatan dengan senior udah pasti berujung masalah. Salah banget kalau gitu.

Justru, deket dengan senior saat masa orientasi itu bisa bikin kita tahu lebih banyak tentang seluk-beluk dunia SMA. Pak Guru mungkin bisa cerita tentang bahayanya tawuran, tapi kayaknya cuma dari senior saja deh kita bisa tahu tips selamat ketika saat di jalan pulang, ada gerombolan yang iseng nyerang.

Guru BK udah pasti jago, sih, mengarahkan pilihan akademis kita, tapi gimana masalah gebet-menggebet cewek, enak nggak enaknya jadi anak hits di sekolah, hingga budaya di tongkrongan? Informasi dan cerita itu lebih seru kalau kita dapetinnya dari yang baru saja mengalaminya. Ya siapa lagi kalau bukan senior kita.

Karena itu, HAI bikin laporan ini. HAI mengumpulkan sejumlah hal yang biasa diresahkan, ditanyakan hingga ditakuti para anak baru lalu HAI ajak para senior untuk memberikan wejangan tentangnya. Mari duduk rapih, siapkan cemilan bilung, mi goreng double, dan ciki-cikian dan simak ceritanya.



Saat bikin survei di atas, HAI agak waswas karena menduga hal yang paling ditakuti anak SMA itu masih berkisar bullying dan senioritas. Tapi nyatanya yang paling bikin dipikirin adalah pelajaran. Berarti anak SMA sekarang peduli dengan perkembangan akademisnya.

Tapi kabar ini nggak bener-bener baik sih. Ternyata beberapa siswa baru segitu jipernya sama akademis.

“Menurut gue, masa SMA itu seru tapi ribet juga sih. Soalnya sekolah gue katanya bakal banyak pelajarannya. Gue takut nggak bisa ngejar pelajarannya,” kata Naufalino dari SMA Dian Didaktika

Naufal masih belum seberapa dibanding Giulietta Andriannie yang lulus dari SMPK Tirtamarta Pondok Indah. Masa SMA bagi Giulietta adalah masa yang cuma kita habisin dengan belajar.

“Menurut gue, masa SMA itu masa yang harus bener-bener fokus ke pelajaran, karena nilainya sangat krusial buat nanti nentuin kuliah. Masalahnya gue juga nggak pengen belajar non-stop, gue pengen gaul juga,” kata Giulietta

Well, pemikiran kayak gitu nggak ada salahnya, sih, tapi kalau sampai bikin kamu jiper berkepanjangan berati perlu diatasi, tuh.

HAI kasih tahu, nih. Semakin tinggi pohon, bakal makin kenceng angingnya. Pepatah itu pas buat ngegambarin masa SMA, sob! Karena naik tingkat beban akamedik atau pelajarannya makin berat. Tapi, kemampuan kita berpikir dan mengolah pengetahuan juga semakin kuat kan?

Gampang banget untuk setuju. Tapi, kalau bayangan guru-guru killer, PR atau tugas yang ‘beres satu nambah seribu’, buku-buku tebel, karya tulis syarat UN, dan cerita kakak kelas XII yang hidupnya cuma sekolah-bimbel-tidur siswa baru jadi jiper berjamaah. Tuh.

Well, dari 20 kakak-kakak senior yang HAI wawancara, 12 di antaranya bilang pelajaran di SMA itu susah. Gregorius Garth, misalnya, siswa kelas XII jurusan IPA St. John School BSD ini cerita susahnya menghapal rumus Matematika. Belum lagi mata pelajaran Biologi yang hafalannya juga rumit.

“Kalo gue, sih, ngalamin paling susah matematika. Menurut gue rumusnya kebanyakan. Ditambah guru gue itu cuma njiplak buku cetak buat presentasi,” jelas Garth.

Ya namanya juga naik level, bro! yang kita hadapi pasti lebih susah. Tapi, bukan berarti kita mesti nyerah kan? Contoh nih Syahdam Banderas. “(Pelajaran SMA itu) Susah, sih, tapi kalo dibawa hepi jadi biasa aja,” ujar kata siswa kelas XII jurusan IPA SMA Al-Fityan School Tangerang
Kalau melihat temen-temen yang kelas XII, HAI suka mikir, jangan-jangan slogan ‘masa SMA itu adalah masa yang indah’ itu diciptakan oleh mereka yang masih kelas X dan XI. Soalnya, kalau udah mulai kelas XII, ekspresi siswa jadi sering galau dan susah diajak main.

Kalau sudah kelas XII, banyak siswa yang aktivitas selain belajar dibatasi banget oleh orang tua seolah-olah kuliah di PTN bergengsi adalah satu-satunya tujuan kita sekolah. Pulang sekolah mesti bimbel, terus saat lagi libur kamu mesti penelitian untuk karya tulis yang kalau nggak selesai nggak bisa ikut UN.

Karena itu, selama kamu masih kelas X dan XI puas-puasin lah untuk mengeksplor diri. Puas-puasin latihan untuk ekskul dan ikut-ikut kompetisi, ajak temen seband lo untuk bikin demo, atau traveling yang seru sampai jauh.





Kalau udah masuk SMA, banyak cowok merasa udah cukup mantap untuk mulai pacaran. Tapi sepengamatan HAI, banyak yang salah langkah tuh. Dikiranya ngegebet cewek itu bisa semudah kepoin LINE ID terus greet dengan kalimat-kalimat template dilanjut dengan nge-share meme lucu. Hmm. Gimana chat-mu nggak cuma di-read doang, tuh, kalau caranya cheesy gitu. Ada serangkaian jurus-jurus untuk memikat hati cewek di sekolah apalagi yang fresh, baru masuk ke sekolah. Selain itu, kamu juga mesti tahu kalau yang pengin punya pacar di masa SMA bukan kamu doang, tetapi juga temen sebangkumu, mantan pacarmu di SMP, dan yang nggak boleh kamu abaikan, para senior di atasmu.

Eits, jangan jiper dulu, sob. Biar adem, kita kenalan dulu yuk, dengan para fresh girls di sekolah. ,

Bulan Shafa Razanah (SMA 8 Bandung)

Kesukaan: Olahraga, traveling
Lebih suka mana : cowok seangkatan / cowok senior

“Menurut aku cowok yang asik dan keren itu yang punya keahlian nggak biasa dan humoris. Misalnya, yang jago masak. Itu jarang banget, kan? Terus, cowok yang gampang banget bikin ketawa dan gampang diajak bercanda bareng. Jadi aku suka cowok yang punya keahlian nggak biasa dan bisa banget menghibur orang lain itu sih top banget!”

Jubilee Marisa Guitarra (SMAK Penabur Bintaro Jaya)

Kesukaan: bikin puisi gambar, dan bermusik (punya band)
Lebih suka mana : cowok seangkatan / cowok senior

“Menurutku cowok yang asik dan keren itu yang easy going aja sih. I don’t really judge physically. Terus yang selera musiknya bagus dan cocok, cara berpikirnya menarik dan selalu respect sama orang lain. That’s cool :)

Syabina Dhiyahaura Nadhiera (SMA 4 Bogor)

Kesukaan: main basket dan ngebahagiain orang lain.
Lebih suka mana : cowok seangkatan / cowok senior

“Cowok yang asik itu yang selalu ada hal sepele dibikin jadi asik, selalu bertanya-tanya, ada topik terus setiap harinya udah gitu Wkwkw. Aku suka cowok yang senior karena udah bisa diajak mikir lebih jauh dan dewasa.”

Natasya Maulidya (SMA 3 Bogor)

Kesukaan: fotografi, renang.
Lebih suka mana : cowok seangkatan / cowok senior

“Cowok menarik, keren, dan asik itu mirip-mirip Dilan Wkwk. Ya, walaupun dia anak nakal di luar sekolah, tapi dia pinter di dalam pelajaran, berbakti dengan orang tuanya” ”

Sabrina Shafwa (SMA 70 Jakarta)

Kesukaan: basket, dance.
Lebih suka mana : cowok seangkatan / cowok senior

“Kalo cowok yang keren itu dia yang rapih, bisa ngerawat diri gitu, nggak ngerokok atau pun vape. Terus kalo yang asik itu yang enak diajak becanda, curhat sama yang suka cerita-cerita gitu hehe.”

Cantika Pradnyadiva (SMA 28 Jakarta)

Kesukaan: musik, tari, paskibra, baca buku.
Lebih suka mana : cowok seangkatan / cowok senior

“Cowok menarik dan asik itu yang humoris, pasti. Terus kalau aku yang nggak gampang ngalah sama cewek gitu. Yang nggak jaim sama fun aja kayak nggak malu kalau diajak main sesuatu, padahal nggak bisa main tetap main gitu gimana yaa hehe. Will do anything to keep her entertained. Cowok yang keren tuh yang punya jiwa kepemimpinan sih dan keliatan leadership skill-nya sama jago komunikasi.”

Mau mulai PDKT? Siap-siap ya dengan beribu tanya dalam diri selama prosesnya. Buat antisipasi, HAI udah kasih solusi sakti dari Adolf Ray Capelle, cowok dari SMA 4 Jakarta yang dulu sempat mengenyam masa pacaran selama 8 bulan di kelas 1. HAI juga ngajak psikolog anak dan remaja Roslina Verauli untuk kasih pencerahan soal masa PDKT, termasuk lewat bukunya berjudul Teenager 911 "Pertolongan Pertama pada Pergalauan dan Pergaulan." Simak baik-baik bro!

Gimana kalau punya gebetan sama kayak senior?

Senior: Nggak usah mikirin senior, fokus aja dulu caranya deket sama si dia. Nanti kalau udah deket juga masalah kelar sendiri kok.

Psikolog: It’s okay. Naksir itu kan perasaan yg kita punya. Sebenarnya nggak butuh atau selalu sama dengan perilaku. Apalagi ditaksir sama orang-orang yang berpotensi kita di-bully. Simpan di hati. Besok siapa tahu udah nggak naksir lagi. Ngapain naksir mati-matian sama orang diumbar, tapi besok udah nggak naksir lagi. Hal yang mesti diinget sama remaja adalah siapa tahu besok udah berubah perasaannya. Ini berkaitan dengan emosi berubah-ubah. Saran saya rileks aja.

Kalau gebetan malah samaan dengan teman dekat sendiri?

Senior: hehehe kalo itu harus dibicarakan baik-baik, tapi kalau kejadiannya seperti itu jatuhlah di suatu pilihan, pilih teman atau doi?

Psikolog: Sometimes cukup dibicarakan sama teman sendiri. Jangan dipendem juga, karena akan jadi problem. Sambil dipikir-pikir lagi layak nggak naksir dia. Jangan-jangan kita kurang piknik atau kurang gaul, sebenarnya ada cewek lain yang lebih menarik untuk kita taksir. Sebenarnya sah-sah aja ketika beberapa orang naksir orang yang sama. Maklum cinta kan tentang feeling. Bisa muncul kapan saja, pada siapa saja. Selanjutnya tergantung yg ditaksir.

Memang, seperti apa langkah awal PDKT atau modus yang efektif?

Senior: menurut gue sih basa basi, omongin aja segala hal. Sepik-sepik minta followback Instagram bisa, terus kalau dia update story comment aja yang aneh-aneh. Langkah awal senyum aja juga bisa wkwk.

Psikolog: ada dalam circle yg sama. Karena cinta bisa karena terbiasa. Gimana biar circle sama? Kepoin medsosnya dia kegiatannya apa, organisasinya apa. Nyamain teman, kalau bisa temannya sama. Jadi ada kemungkinan pergi bareng dan obrolan bareng.

Dia nggak respon PDKT dan kesannya menolak, lalu?

Senior: hmm sangat berat itu. Sangat menguji keyakinan, solusinya ya kejar terus. Soal dapet atau nggaknya belakangan. Yang penting usaha dulu.

Psikolog: rileks aja. Benahi perasaan “bertepuk sebelah tangan” yang kita rasa. Terkadang dia jadi “nice” sekadar ingin sopan atau sekadar berbuah baik saja. Coba jauhi sampai perasaan kita netral. Mulai kurangi nge-chat dengannya lalu hentikan sama sekali. Perasaan sayang yang kita rasakan sebetulnya hanya layak untuk orang yang mampu melihatmu sebagai orang yang spesial untuknya.

Perlu diingat nih bro dari Ibu Vera, naksir itu oke, tapi pacaran belum tentu oke. Hal itu karena kadang remaja belum paham motifnya, tujuannya pun nggak paham. Akibatnya aksi-aksi bisa saja merugikan kita di masa depan, misal seksual dan komitmen mendalam yang terlalu dini. Intinya sih enjoy aja masa naksir ini sebagai tanda lo sudah berkembang dari berbagai sisi.






Hai sempat dengar, suatu SMA di bilangan Jakarta Selatan itu punya tradisi khusus dalam tawuran. Mereka yang masih kelas X, dikasih tugas berat. Pertama, mereka suka dikirim ke tongkrongan sekolah musuh untuk mancing dan mulai keributan. Lalu, kalau tawuran udah mulai, mereka yang kelas X didorong ke barisan depan. Yap, semacam jadi tameng.

Mendengar cerita itu bikin jiper. Tawuran aja udah bahaya banget, bro, apalagi kalau mesti di barisan depan.

Kalian yang baru masuk SMA, terutama di sekolah yang punya riwayat tawuran, mesti was-was nih. Untuk itu, Hai ngajak senior-senior untuk cerita tentang gimana ritual tawuran di sekolahnya, seberapa bahayanya dan benarkah anak kelas X bakal dijadikan tumbal?



Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia
PS: “Korban” bisa meninggal dunia dan luka-luka. Jumlah korban di setiap tahunnya
adalah campuran dari yang meninggal dunia dan luka-luka.


Pertama kali gue ikut tawuran itu kelas 10, pas baru masuk SMA, gue inget banget ada lemparan batu, bawa-bawa golok. Jujur, gue ada rasa takut banget karena berpikir tentang hal-hal yang seperti kena luka dan juga ketangkep sama polisi.

Dengan rasa penasaran tinggi, gue akhirnya ikut tawuran, saat itu gue udah nggak mikir akibat yang bakal terjadi sama gue. Gue takut, tapi tetep gue jalanin.

Tapi saat pertama kali tawuran, rasa takut gue diilangin sama omongan-omongan beberapa teman seangkatan dan kakak kelas gue dulu. By the way, yang ngajak gue ikut tawuran itu teman seangkatan gue dan kala itu, gue baru kenal sama dia. Nah, mulai dari situ gue ikut-ikut tawuran.

Namun pada akhirnya, gue capek dan tobat dari tawuran. Gue mikir, tawuran itu nggak ada gunanya. Cuma nambah musuh dan rasa tenang gue jadi hilang kalau ke mana-mana.

Gue sering ikut tawuran, dan kalau gue lebih suka sama tawuran yang tangan kosong. Karena kalau udah pake barang, gue takut mati. Awal-awal tawuran, gue lagi nongkrong malem-malem di depan sekolah, tiba-tiba gue didatengin sama anak-anak sekolah lain di Bogor.

Pilihannya saat itu cuma dua; kasih mereka uang atau tawuran. Akhirnya, kita tawuran, dan mereka akhirnya kabur, kita selamat. Gue biasanya jadi joki kalau tawuran, nungguin di motor. Kalau pada mundur, baru gue naikin anak-anak.

Gue juga nggak pernah tawuran kalau nggak disenggol sama sekolah lain. Sekolah gue juga bukan tipe sekolah yang suka nyari musuh.

Apa benar kalau anak baru pasti disuruh ikut tawuran dan jadi tumbal di barisan depan?

Doni: “Tawuran itu kemauan diri kita sendiri. Mereka (anak kelas 12) mungkin akan ngajak, tapi nggak sampe memaksa. Ibaratnya, lo mau, ayo, kalau nggak mau, yaudah.”

Anto: Anak-anak senior di SMA gue suka nyari aman, sekolah gue bisa aja sewaktu-waktu pecat (drop out) murid kalau ketahuan tawuran, apalagi ngajak adik kelas.”

Dimas (nama samaran, siswa SMA di Yogya): Kalau di tempat gue, cuma anak-anak kelas 10 yang mau ikut aja, yang nggak mau, ya nggak dipaksa.

Gimana biar nggak diisengin senior dan diajak ikut tawuran?

Doni: Terkadang, kakak kelas suka nyari yang gayanya mencolok, nah biasanya yang kayak gitu jadi tumbal. Jadi, jangan bergaya terlalu heboh kalau depan senior Terus, jangan mikir alau diajak nongkrong itu selalu negatif, lo harus terbuka. Berteman juga sama siapa aja, jangan milih-milih Lo juga mesti baik sama kakak kelas, kakak kelas itu kalo udah kenal suka ngebantu, apalagi kalo banyak nongkrong, kan jadi banyak kenal

Nah, biar lo nggak diserang musuh. Lebih baik kalo mau nongkrong jangan di tempat yang terlalu mencolok, seakan-akan lo mencari musuh juga.

Anto: Jangan gampang terhasut omongan orang yang ngajak tawuran. Sekalipun itu sahabat lo, TOLAK langsung. Jangan merasa nggak enak sama temen lo kalau mereka udah ngajak tawuran. Langsung tolak aja. Terus, jangan berlaga jagoan karena nantinya senior bakal nganggep lo sebagai orang yang berani. “Sama aja lo mancing senior buat ngajak lo tawuran.”

Intinya, sih, tawuran itu adalah tindakan kriminal yang bisa menjebloskanmu ke penjara dan hal-hal buruk lainnya. Lebih parahnya lagi, tawuran taruhannya nyawa. Udah, deh, tinggalin yang namanya tawuran. Kalau mau adu gengsi sama SMA lain, mending ikut kompetisi olahraga yang lebih keren, kayak futsal atau basket contohnya, lebih bermanfaat, bisa menarik perhatian cewek-cewek lagi!

Atau nggak, mabar Mobile Legends atau PUBG aja, bro, lebih seru dan bisa menambah teman, bukan malah menambah musuh.

Buat kalian yang baru masuk SMA, jangan sampai kalian jatuh dan terjerat dengan budaya tawuran. Masa depan kalian bisa hancur dan bikin orang tua kalian sedih. Mendingan waktunya dipakai untuk fokus belajar dan berprestasi, sob!







Untuk sebagian orang, masuk tahun ajaran baru di sekolah baru adalah hal yang paling malesin. Selain harus beradaptasi dengan lingkungan baru, orang-orang baru serta mencari teman-teman baru, ada satu hal yang selalu menjadi pertanyaan, yaitu senioritas.

Mungkin senioritas di kalangan SMA sudah nggak semarak dan terang-terangan seperti zaman dulu. Namun masih ada sebagian sekolah yang masih menerapkan sistem senioritas pada pelajar yang baru aja masuk alias junior.

HAI sudah wawancara Bambang (nama samaran) dari salah satu SMA di Bandung dan Rezky dari salah satu SMA Jakarta yang mengaku masih menerapkan sistem senioritas di sekolahnya.



Kenapa sih di sekolah tuh kayak ada area-area terlarang untuk junior?

Bambang: Kalo di sini sih nggak ada area larangan kaya gitu.

Rezky : Waduh, kurang tau ya. Cuma anak-anak bilang ya udah tradisi dari dulu dan katanya harus berlaku. Jadi yaudah gitu , hehe.

Gimana sih cara biar bisa disukai kakak senior?

Bambang: Pokoknya harus gampang berbaur sama senior, apalagi kalo bisa asikin oboralan.

Rezky : Tergantung junior itu sendiri sih. Dia bisa pinter bergaul apa nggak sama senior. Apalagi dia bisa nyairin suasana dan nggak kurang ajar.

Tipe junior kayak apa yang sebenernya sering dijulid-in senior?

Bambang: Yang nggak punya etika. Misal kalo lewat nggak pake permisi, terus gayanya kelewatan gitu lah.

Rezky : Paling rawan sih yang cewek-cewek, bro. Biasanya yang dandan-dandan tuh. Malah kadang ada aja kasus angkatan gue pacaran, tapi tiba-tiba si cowo malah deket sama adek kelas hits. Berakhirlah dengan sindir-sindiran ahirnya si cewe lewat medsos.

Lo sendiri pernah nggak sih ngisengin adek kelas? ceritain dong, itu gara-gara apa? kenapa lo melakukan itu?

Bambang: Ini sih waktu dulu pas saya baru naik ke kelas 11. Ada anak baru jalannya songong, kalo lewat main nyelonong aja. Pas dia lagi wudhu mau solat, saya lempar sepatunya ke genteng. Terus kalo ada yang lewat depan kelas suka diledek.

Kenapa kalau gue lewat depan senior suka dijutekin terus mereka kayak ngeliat gue dari atas sampe bawah, maksudnya apa sih sebenernya?

Bambang: Kenapa ya? Kalo saya sih nggak pernah jutek.Tapi kalo masalah ngeliatin sih, kaya kita nemuin hal yang baru pasti diliatin kan kayak gitu lah hahaha....

Rezky : kalo gue sebagai senior,gue juga pernah gitu yang ngliatin dari atas sampe bawah. Sebenernya nggak ada maksud apa-apa, sekedar penasaran aja sama gaya-gaya junior jaman sekarang.








Siapa bilang jadi populer itu selalu asik? Dikenal banyak teman sekolah, baik junior maupun senior memang punya nilai plus sendiri. Namun, hal-hal seru itu sebanding dengan sederet hal nyebelin ketika kamu terkenal.

Eits, ini bukan asumsi HAI lho. Soalnya HAI udah ngajak ngobrol 4 anak populer di sekolah. Mereka semua, populer dengan penyebab yang berbeda-beda.

Ada Darryl Sebastian, pebasket muda berprestasi dari SMA Bukit Sion Jakarta, Dhirga Cahya, Abang Buku Favorit DKI Jakarta 2016 yang bersekolah di SMAN 4 Jakarta, Marsha Zulkarnain, penyanyi cewek dengan followers Instagram ratusan ribu yang sekolah di SMA Islam Al Izhar, dan Muhammad Raihan dari SMAN 4 Jakarta yang populer karena….. kebandelannya.

Seperti apa sosok mereka di mata guru, senior, dan apakah kepopuleran bisa membantu mereka menjalani sekolah?



BENER NGGAK SIH ANAK POPULER LEBIH GAMPANG DAPET IZIN?

Dhirga: Gampang bangeet! Sampe gue izin keluar sekolah buat hal yg bukan berkaitan dengan dinas pun gampang.

Marsha: Kalo sekolah gue sih dilihat nilai akademiknya. Kalau nilai akademiknya lagi nggak stabil, ya mau sepopuler apapun lo pasti sekolah nggak ngeizinin.

Darryl: Tergantung, tahun lalu gampang banget dapet izin. Tapi sekarang kepala sekolahnya udah ganti, jadi mesti ngasih surat dan lainnya. Tetep dikasih izin sih, tapi lebih ribet dibanding dulu. Ada cerita seru juga nih. Gue pernah harus izin pas hari-hari ujian. Akhirnya gue ujian duluan deh sebelum berangkat. Kalo belakangan kayaknya takut gue nanya-nanya soal ke yang lain.

TEMEN-TEMEN SEKOLAH MEMANDANG LO KAYAK GIMANA, PADA JULIT NGGAK?

Marsha: Temen-temen mandang gue biasa aja sih, seperti murid-murid lainnya. Kebetulan gue main sama semua murid di angkatan jadi mereka ngeliat gue juga ya biasa aja.

Dhirga: Mereka mandang gue kayak, “lo tuh sibuk banget ya.” Soalnya gue emang lebih banyak kesibukan di luar dibanding di sekolah.

Darryl: Temen-temen asik-asik aja sih. Mereka kan tau gue sering izin, nah pas masuk mereka suka ngasih catetan dan bantuan gitu. Nggak dinyinyirin meski jarang di kelas.

Raihan: Gue lebih suka cari temen daripada cari musuh. Tapi ya musuh ada aja, namanya anak muda kan? Ya ada juga yang pernah gibahin gue, tapi ada juga temen yang lapor kalo gue diomongin. Yang enak sih, banyak adek kelas takut sama gue, hahaha.

PERNAH DIANDELKAN SEKOLAH GARA-GARA POPULER?

Dhirga: Karena pinter di public speaking, gue akhirnya sering disuruh buat ngomong ke guru kalo satu kelas lagi bermasalah, hahaha.

Raihan: Nggak sih, tapi gue ngerasa punya kekuasaan alias wewenang di sini.

Marsha: Pernah sih untuk nyanyi di acara sekolah. Kadang juga jadi buzzer untuk nge-boost pengumuman bahwa sekolah tuh lagi mau ada acara. Tapi diandelin sama sekolah sebenernya menyenangkan. Jadi merasa kita lumayan berperan di sekolah sendiri gitu.

Darryl: Beberapa kali gue diminta buat wakilin sekolah di kompetisi basket. Gue sih oke aja, tapi sekolah lain malah melarang gue buat main. Nggak fair katanya. Akhirnya pelatih gue nanya sama sekolah lain itu kenapa gue dilarang main? Kayaknya gue dibutuhin banget sih. Pernah juga karena gue nggak boleh main, akhirnya sekolah gue kompak nggak ikut kompetisinya sekalian.

BIASANYA JADI SOSOK POPULER LEBIH DIKENAL SAMA GURU. NAH, LO SEBEL NGGAK BANYAK GURU YANG KENAL?

Marsha: Aku personally malah seneng bisa lebih dikenal sama guru. I am that type of person yang pengen punya banyak kenalan. Dengan knowing a lot of teachers, aku jadi punya lingkungan kenalan yang luas.

Dhirga: Gue agak memanfaatkan itu sih, pada saat gue deket dengan guru, gue bisa carmuk dan.. yaaa buat nambah nilai dikit lah.

Raihan: Kalo gue ya pasti sebel, hahaha.

Darryl: Guru apresiasi banget sih, apalagi sekolah gue termasuk yang basketnya “hidup”. Pernah waktu itu nilai gue kurang, terus minta tambahan nilai eh dikasih, hehehe.

KALO KALIAN DI MATA SENIOR SEPERTI APA?

Marsha: I don’t really know but pretty sure biasa aja sih karena nggak pernah dapet some kind of hate or bully dari senior-senior.

Dhirga: Ada yang memandang kalo gue tengil, ada juga yang baik sama gue, tapi gue nggak peduli sama mereka sih.

Raihan: Senior memandang gue sebagai teman. Soalnya gue gini-gini sama mereka hormat juga. Nggak banyak gaya lah.

Darryl: Senior di sekolah gue kebetulan banyak yang suka basket, tapi skill-nya pada biasa aja. Jadi ya dianggap temen dan main bareng. Kebetulan banyak yang satu klub juga.

LO SENENG NGGAK DENGAN IMEJ LO YANG SEKARANG?

Dhirga: Seneng banget, gue bisa menjadi diri gue sendiri. I dont care what people see and said.

Marsha: I am happy and I am blessed with how I look today.

Raihan: Biasa aja sih gue, just be yourself aja.

Darryl: Seneng lah pasti.

APA SIH NGGAK ENAKNYA JADI ANAK POPULER?

Dhirga: Mempertahankan nilai, terus image, attitude, ribet sih. Sering dimanfaatin juga nyebelin.

Raihan: Jawaban gue sama kayak pertanyaan sebelumnya: dikenal guru!

Marsha: Ini agak serem sih. Gue pernah di-stalk sampe tau nomor telepon, lokasi lagi di mana, pake baju apa padahal lagi nggak update any social media.

Darryl: Beberapa kali gue kecapekan atau nggak sengaja ketiduran di kelas, terus kena omel guru. Omelannya pasti disangkut pautin sama aktivitas gue di basket. Padahal gue kecapekan bukan karena basket.





Reporter :
Alvin Bahar
Fadli Adzani
Agung Mustika
Dewi Rachmanita
Dio Firdaus


Editor :
Rizki Ramadan


Graphic Designer :
Muchamad Ario Nugroho


Web Designer :
Fahmi Fu`adi


Foto: Doc HAI Ilustrasi: Gio/HAI