Ini Cerita Tukang Sayur yang Jualan Pakai Honda CB150R, Pernah Nyungsep!

Selasa, 09 Oktober 2018 | 09:51
Facebook / Mas Sayur

Ini Cerita Wahid Tukang Sayur Pakai Motor CBR

HAI-Online.com - Ngelihat tukang sayur keliling dagang pakai motor emang bukan hal baru. Tapi kalo tukang sayur motornya Honda CB150R?

Pasti lo termasuk orang yang takjub kalo ngelihat pegadang sayur keliling yang harus bawa beban segitu banyaknya pakai motor keren begitu.

Penasaran nggak, sih, berapa total berat yang mereka bawa?

Langsung deh ngobrol samaWahid Effendi, tukang sayur di Jayapura yang gokilnya malah pakai motor sport yaitu Honda CB150R yang malah sudah kena sentuhan modifikasi sehingga tampangnya mirip Yamaha R25.

Dilansir dari Gridoto.com, selain modifikasi tampang dengan fairing, jelas ada modifikasi wajib tukang sayur yaitu rak sayur di bagian belakang.

Nah, menurut pengakuan Bro Wahid, total bobot sayuran plus raknya bisa tembus 200 kg!

Enggak cuma pakai Honda CB150R, kadang Wahid juga pakai Honda Vario 125 untuk transfer muatan dari pasar sebelum keliling pakai CB150R.

Honda Vario yang Dipakai Wahid Transfer Dagangan

Total beban Honda Vario 125 kalau penuh sayur dari depan sampai belakang bobotnya bisa di atas 100 kg, bahkan bagasi juga penuh diisi sayuran.

Dengan kondisi bawaan seperti itu, gimana cara mengendalikan motor?

"Semua bisa karena biasa," ungkap Wahid yang mulai jualan sayur pakai motor sejak tahun 2007.

"Selama saya jualan sayur pake motor gonta-ganti, saya nggak pernah ngalamin shockbreaker jebol. Cuma dulu waktu pakai motor bebek dengan pelek ruji, jerujinya yang sering putus. Malah kadang langsung putus lima ruji," tambahnya.

Nah berhubung sekarang Wahid pakai Honda CB150R yang kocaknya doi kasih nama Paijan, lantas masalah apa yang sering jadi kendala karena sering dipakai jualan?

"Paling sering ganti adalah laher roda belakang (bearing). 'Paijan'bearing roda belakangnya sudah ganti 2 kali," bebernya.

Bagian Motor yang Pernah diganti Wahid

"Pas pakai Honda Karisma,tromol belakang adalah part yg cepat kalah juga. Karena terlalu dipaksakan ngerem, padahal kampas rem sudah habis," jelas Wahid.

Layaknya pepatah 'sepandai-pandainya tupai melompat pasti pernah jatuh juga' juga pernah dialamin Wahid.

Katanya, doi pernah jatuh sampe nyungsep dan semua dagangan tumpah ke jalan, sob. Duh, bener-bener ya perjuangannya!

Wahid juga pernah nyungsep jualan pakai CBR 150

"Pernah waktu pakai CBR250R itu jatuh sama barang dagangannya bubar semua,bukannya mikir kondisi motornya, saya cuma mikir waduh tahu saya pasti hancur, kan lembek itu," ungkapnya sambil tertawa.

"Pake motor itu lebih praktis. Pake mobil itu minusnya pasti kena macet. Jayapura itu di jam masuk sekolah dan masuk kantor macet banget, dan jam jam itulah jam potensialnya tukang sayur," pungkasnya.

Editor : Alvin Bahar

Baca Lainnya