Honor Pelajar SMA yang Ikut Menari Ratoh Jaroe Cair, Angkanya Beda-Beda Ya!

Senin, 24 September 2018 | 09:59
doc HAI

Honor Pelajar SMA yang Ikut Menari Ratoh Jaroe Cair, Angkanya Beda-Beda Ya!

HAI-Online.com– Pemberian honor penari RatohJaroedi PembukaanAsian Games 2018 yangsempat menjadi persoalan itu akhirnya cair pada Jumat (21/9/2018) lalu.

Mereka yang terlibat dalam perhelatan ajang olahraga terbesar di Asia itu pun telah memperoleh sejumlah honor atau lebih enak disebut dana apresiasi.

Tak hanya uang, setiap pelajar yang ikut terlibat dalam pementasan tarian Ratoh Jaroe juga mendapat selembar sertifikat dari INASGOC atas partisipasinya dalam acara pembukaan Asian Games megah itu.

Baca Juga : Jujur, Bikin Pelajar SMA Ini Ketemu Maroon 5 dan Diviralkan!

Aurelya Putri Kurniawan warga SMAN 82 Jakarta Selatan, mengaku bersyukur dana tersebut sudah cair, dia malah mementingkan hal lain selain nominal uang diterimanya itu.

“Bersyukur, sih, malah awalnya nggak tahu ada honornya kan dibilangnyasukarela,” katanya memang sejak awal tak berharap apa-apa selain keikutsertaannyua di Asian Games.

“Aku ikut bukan karena uang juga,” ucapnya lagi.

Menurut informasi, beberapa SMA yang sudah menerima dana apresiasi bagi siswa yang ikut ambil bagian dalam tarian fenomenal itu, mereka dibayar setiap kali datang latihan.

Untuk itu, honor yang dterima tidak seragam dan angkanya berbeda-beda tergantung dari jumlah kedatangan siswa.

Menurut Direktur Pembukaan dan Penutupan Asian Games 2018, Herty Purba sebelumnya mengungkapkan masing-masing sekolah yang mengirimkan jumlah siswa-siswi yang berbeda sesuai dengan hasil seleksi yang dilakukan.

INASGOC/Boy T. Harjanto/tom/18

Ribuan penari membawakan tarian saman pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jaka

Sekolah bertugas untuk mengelola dana yang diberikan untuk menyiapkan kebutuhan mulai dari konsumsi, bus dan lainnya.

Baca Juga : Pelajar SMA Penari Ratoh Jaroeh Opening Asian Games Bikin Petisi Untuk Tuntut Transparansi Honor

Dari siaran pers yang tersebar, setiap siswa menerima honor 15 dolar atau sekitar Rp 200 ribu per siswa per hari."Benar, per hari kami berikan honor US$15 per orang selama 15 hari latihan. Itu yang kami kirimkan sesuai jumlah siswa-siswi di masing-masing sekolah. Pengelolaan dananya kami kembalikan lagi ke kebijakan masing-masing sekolah," jelas Herty.

Untuk itu jelas sudah, jika siswa yang datang latihan hanya 13 kali, nominal yan doterima akan berbeda dengan yang datang sebanyak 15 kali.

Sementara faktanya dalam pembagian honor ke pelajar, beberapa sekolah mengatur pencairan dalam beberapa kali pembayaran.

Misalkan total uang dari Inasgoc ke SMAN 6 telah cair sebesar Rp 523.728.954 dan dibayarkan dalam 3 tahap yaitu bulan April, Juni, dan yang terakhir pada 17 September 2018 yang lalu.

Beberapa sekolah mengaku telah mengatur dana tersebut untuk biaya transportasi, makan dan minum selama latihan. Selanjutnya ada juga yang mengatur dana tersebut untuk barang-barang kenangan seperti jaket, tas pinggang atau patungan jalan-jalan.

Alhasil, honor akhir yang diterima bersamaan dengan sertifikat keikutsertaan pelajar tidak seperti dana utuh yang disalurkan Inasgoc yang jika diakumulasikan ke siswa dananya mencapai Rp 3 jutaan.

Nah, kisruh soal pembagian dana apresiasi atau honor ini pun akhirnya dijelaskan pihak Kemendikbud.

Melalui siaran pers Sekretaris JenderalKementerian Pendidikan dan KebudayaanDidik Suhardi, honorpenari Ratoh Jaroe di ajang Asian Games 2018 sudah diselesaikan.Jadi, buat temen-temen enari yang masih belum terima, boleh ditanyakan ke penanggung jawab dan bisa melihat jumlahnya berdasarkan datang latihan dan pelaksanaan. Yang sudah terima, jangan lupa bersyukur dan traktir temen-temen lain ya hehehe (*)

Editor : Al Sobry

Baca Lainnya