Mengenang Ginan Koesmayadi, Dari Musik, Rumah Cemara, Hingga Indonesia Tanpa Stigma

Sabtu, 23 Juni 2018 | 09:42
www.instagram.com/ginan_koesmayadi/

HAI-online.com -Ginan Koesmayadi, vokalis band hardcore Jeruji sekaligus pendiri Rumah Cemara meninggal dunia padaKamis (21/6/2018) sekitar pukul 21.00 WIB, karena serangan jantung.

Ginan yang dulunya merupakan vokalis band metal Mood Altering ini bergabung dengan Jeruji pada tahun 2015.

IamengantikanvokalisJeruji terdahulu Aldonny 'Themfuck', yang mengundurkan diri saat ia memerlukan waktu lebih banyak untuk membenahi usaha ekonomi yang ia rintis.

Ginanjuga dikenal sebagai sosok yang sangat inspiratif bagi lingkungan sekitarnya bahkan untuk masyarakat Indonesia.

Seperti yang sudah diketahui, Ginan adalah seorang aktivis mantan pecandu narkoba dan orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Pada tahun 2003,Ginan mendirikan Rumah Cemara, sebuah organisasi berbasis komunitas yang menampung dan gencar menyuarakan peningkatan kualitas hidup para ODHA, kaum marjinal, dan mantan pecandu narkoba.Dia juga sukses mengharumkan nama Indonesialewat ajang Homeless World Cup 2011.

Sepak bola memang menjadi metode khas kampanye Rumah Cemara dengan menyuarakan tagline Indonesia tanpa Stigma.

Indonesia tanpa Stigma, dibuat untuk membebaskan kaum terdiskriminasi dari ketertindasan.

Tanpa stigma, Negara ini akan menjadi Negara yang adil bagi sesamanya.

Stigma dapat merusak sebuah bangsa, membangun kesan yang negatif pada sebuah negara dan dapat menjadikan negara tersebut negatif sepenuhnya.

Membangun kesan positif pada sebuah negara dengan menghapuskan stigma dapat menjadikan suatu negaraseperti Indonesia menjadi lebih baik.

Kira-kira hal-hal seperti itulah yang Ginan ingin lakukan untuk membuat kehidupan bangsa Indonesia lebih adil lagi kedepannya.

Editor : Rizki Ramadan

Baca Lainnya