5 Fakta dari Single Baru Polka Wars, 'Rangkum' Versi Rekam Ulang

Selasa, 24 April 2018 | 03:15
Alvin Bahar

Polka Wars

HAI-ONLINE.COM - Ada fakta unik dari single "Rangkum" versi baru dari Polka Wars. Sejak dilepas pada pertengahan 2017, versi awal "Rangkum" telah mendapat sambutan hangat dari penikmat musik Indonesia. Per 1 April 2018, "Rangkum" sudah diputar di Spotify lebih dari 136.000 kali, dan videoklipnya yang aduhai mendapat pujian dari sutradara ternama Joko Anwar serta masuk nominasi Music Video of the Year di NET TV Indonesian Choice Awards 5.0. "Rangkum" bahkan terpilih sebagai nomor satu dalam daftar Lagu Indonesia Terbaik 2017 menurut Rolling Stone Indonesia.

Makanya, entah kenapa Polka Wars malah bikin versi baru dari single yang direkam di New York tersebut. Band beranggotakan Billy Saleh (gitar, vokal), Giovanni “Deva” Rahmadeva (drum, vokal), Karaeng “Aeng” Adjie (vokal, gitar) dan Xandega “Dega” Tahajuansya (bas, vokal) merilis versi baru "Rangkum" yang beredar di layanan musik digital dan radio pada 13 April 2018, Polka Wars menjawab rasa penasaran atas sebuah karya yang sudah pernah mereka edarkan.

Mau tau fakta dan kenapa Polka Wars rekam ulang "Rangkum"? Cek di bawah ini:

1. Versi baru, lebih sunyi

Direkam di studio Ruang Waktu milik Lafa Pratomo (Danilla, Mondo Gascaro) yang juga bertindak sebagai produser, pada versi baru "Rangkum" ini kuartet Billy Saleh (gitar, vokal), Giovanni “Deva” Rahmadeva (drum, vokal), Karaeng “Aeng” Adjie (vokal, gitar), dan Xandega “Dega” Tahajuansya (bas, vokal) menelanjangi lagunya sehingga berubah dari tembang rock bertempo sedang jadi balada sunyi yang mengedepankan vokal utama Aeng sehingga terdengar intim di atas iringan petikan gitar dan bas, alunan keyboard serta beat elektronik halus.

Apa alasan Polka Wars melakukan perombakan drastis ini? “Sebenarnya penasaran mau membuktikan sendiri, apakah lagu ini bagus karena dasarnya memang bagus atau karena unsur-unsur kosmetik lainnya,” kata Deva, sang pencipta musik "Rangkum" yang mengaku merasa ada yang kurang dengan versi lamanya yang dilepas pada Agustus 2017.

Cek: The Knife Club, Supergrup Berisi Personel Sajama Cut, Strange Fruit, Hingga Polka Wars, Rilis Album Perdana

2. Saran dari alm. Yockie

Adalah masukan dari almarhum Yockie Suryo Prayogo yang semakin meyakinkan Polka Wars untuk membongkar "Rangkum", lewat komentar di Facebook yang menyayangkan vokalnya kurang jelas sehingga mengakibatkan artikulasi pesan lirik nggak tersampaikan dengan semestinya.

“Benar banget,” kata Deva mengenai kritikan itu. “Makanya ada rasa tanggung jawab juga untuk menyampaikan lirik ke khayalak, nggak cuma kaya melodi dan ritme plus video yang aduhai.”

3. Menyesuaikan dengan lirik

Liriknya sendiri, yang diciptakan Deva bersama Firza Achmar Paloh dari Sore, bercerita tentang meditasi. Alhasil, Polka Wars merasa perlu membuat aransemen musik yang lebih sejalan. “Perlu ada eksplorasi sisi sepi ‘"Rangkum"’, karena jati diri hakiki isinya adalah sunyi,” kata Aeng. “Karena itu, kami merasa perlu berbuat yang sepadan untuk ‘"Rangkum"’.”

4. Nggak takut nggak disukai penggemar

Dengan respons versi awal "Rangkum" yang positif, tentu saja ada kemungkinan versi baru "Rangkum" akan kurang disukai pendengar yang terlanjut cinta dengan yang lama. Tapi Polka Wars nggak mempermasalahkan itu. “Doyan nggak doyan, bebas,” kata Deva.

5. Teaser untuk album kedua

Lagipula, "Rangkum" versi baru ini juga punya tujuan lain, yakni memberi bayangan mengenai karya-karya Polka Wars yang akan ada di album kedua mereka yang sedang digarap, baik dari segi musik maupun liriknya yang berbahasa Indonesia setelah sepenuhnya memakai bahasa Inggris di album perdana Axis Mundi.

“Biar pendengar nanti paham Polka Wars sesuka-suka itu, jadi nggak kaget juga album kedua nanti jadi kayak apa,” kata Deva.

Editor : Alvin Bahar

Baca Lainnya