Keren! Solo Kini Punya Game Center Taraf Internasional!

Senin, 26 Maret 2018 | 06:15
Alvin Bahar

Suasana Poseidon iCafe Solo

HAI-ONLINE.COM - Solo kini memiliki warnet game ( game center) yang bertaraf internasional. Game center tersebut merupakan salah satu yang dimiliki jaringan game center buatan Nvidia, yakni iCafe.

Poseidon, nama game center iCafe di Solo itu, dibuat dengan desain yang menarik. Gamers juga akan dimanjakan dengan kartu grafis kelas atas, Nvidia GoForce GTX 1080 TI, yang diharapkan bisa menunjang pengalaman grafis gamer.

Berbeda dengan Game Center lainnya, sebagai iCafe bertaraf internasional, Poseidon memiliki ruang latihan khusus yang digunakan untuk menginkubasi atlet e-Sport yang akan berlaga di kejuaraan. Kursi, meja, dan kursor yang digunakan pun merupakan standar khusus gaming yang dibanderol dengan harga yang nggak sedikit.

Cek: Mau Jadi Atlet eSports? Ini Potensinya di Indonesia

Nggak hanya itu Poseidon juga menyediakan coach (pelatih) untuk para pemula yang ingin menjajaki e-Sport lebih serius. Tri Harjono, pendiri game center iCafe Poseidon mengatakan, terdapat 100 PC di game center-nya, dimana 10 unit di antaranya berada di VIP room dan 12 unit untuk battle (beradu antar tim).

"Kami berharap gamer di Solo antusias karena dunia game khususnya e-Sport telah berkembang pesat di luar negeri dan banyak kejuaraan tingkat dunia yang bisa diikuti," kata Tri kepada KompasTekno saat soft launching Poseidon di Solo, Selasa (24/10/2017).

Aturan khusus Sebelum Poseidon hadir di Solo, gamer di kota kelahiran Presiden Joko Widodo tersebut harus menempuh perjalanan ke Yogyakarta atau Semarang. Pasalnya, game center di Kota Solo belum ada yang memenuhi standar.

"Banyak keluhan dari gamer Solo. Mereka kalo mau main dan berlatih untuk kejuaraan, harus ke luar kota. Kalopun main di warnet biasa nggak nyaman, karena mereka harus berlatih minimal delapan jam per hari," tambah Tri yang sampai kini juga masih aktif sebagai gamer.

Meski demikian, Tri menuturkan ada aturan khusus bagi gamers yang ingin menjajal kemampuannya bermain game di iCafe Poseidon. Aturan yang harus dipatuhi antaranya larangan merokok. iCafe Poseidon juga melarang pelajar yang datang untuk bermain game saat jam belajar, serta melarang pelajar menggunakan seragam sekolah selama berada di area game center.

"Kami ingin membuat citra eSport ini jadi baik. Biasanya, Warnet seringkali dijadikan tempat untuk bolos. Kami nggak begitu. Kami memberikan pemahaman bahwa eSport adalah hal yang serius," paparnya.

Prestasi internasional

Potensi eSport di Indonesia memang sudah digaungkan sejak dua tahun terakhir. Meski sempat diasumsikan sebagai sebuah 'mimpi muluk', perkembangan eSport Indonesia mulai menampakkan taringnya.

Maret 2016, salah seorang gamer Counter Srike profesional asal Indonesia, Hansel "BnTeT" direkrut oleh Tim China, TyLoo untuk berlaga di kejuaraan dunia. Dalam kompetisi tersebut, Hansel berhasil membawa TyLoo jadi juara dunia dan membawa pulang hadiah sebesar 99.000 dollar AS, atau setara dengan Rp 1,3 miliar.

Keberhasilan Hansel di ranah Gaming tentunya jadi penyemangat para atlet eSport di Indonesia untuk berlaga, termasuk Solo. Mereka berkompetisi untuk mengharumkan nama pribadi maupun Indonesia di penjuru dunia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Solo Kini Punya "Game Center" Taraf Internasional".

Editor : Alvin Bahar

Baca Lainnya