Ini Lho 5 Cafe Asik Buat Nongkrong di Yogyakarta

Selasa, 12 Desember 2017 | 10:00
Rizki Ramadan

(Ilustrasi) Suasana kafe

HAI-online.com - Siapa yang tak kenal kafe? Tempat ini biasa digunakan untuk melepas lelah dan penat selepas beraktivitas. Dahulu kafe identik dengan kopi dan hanya diperuntukkan bagi kaum pria saja. Hal tersebut tak lepas dari sejarah kafe sendiri. Di mana kafe berasal dari bahasa Perancis, café yang artinya adalah kopi. Sementara larangan bagi wanita untuk memasuki kafe, belum diketahui secara pasti.

Menurut sejarah, kopi pertama kali memasuki wilayah Eropa pada tahun 1669 melalui jalur perdagangan. Kala itu, utusan Sultan Mohammed IV melakukan kunjungan ke Paris, Perancis dengan membawa puluhan karung misterius yang ternyata merupakan biji kopi. Sejak saat itu acara minum kopi menjadi gaya hidup baru bagi kaum Bangsawan.

Di tahun 1672, seorang pemuda asal Armenia, Pascal mulai melirik kopi sebagai bisnis baru dan menjualnya pada masyarakat umum. Kafe semakin menjamur sehingga dapat dengan mudah ditemukan di hampir seluruh kota bahkan merambah ke negara lain seperti Italia.

Seiring dengan perkembangan zaman, kafe tak hanya menyajikan kopi sebagai menu utama, ada jenis minuman lain dan hidangan seperti pastry, sandwich, dan cake. Bahkan di Indonesia, ada sejumlah kafe yang menyediakan makanan berat, disesuaikan dengan pangsa pasar yang dibidik.

Merebaknya kafe di Indonesia, nggak lepas dari teknologi yang semakin maju. Kafe bukan hanya dijadikan tempat bersantai, melainkan tempat yang harus dikunjungi. Singkatnya, kafe adalah salah satu tongkrongan wajib anak muda zaman sekarang. Tujuannya pun semakin luas, nggak hanya untuk menikmati segelas kopi, melainkan juga sebagai tempat kencan dan lokasi pengambilan gambar untuk diunggah ke media sosial seperti instagram atau facebook.

Jika kamu berjalan-jalan ke kota pelajar, Yogyakarta tak ada salahnya untuk mampir ke beberapa kafe yang dicap sebagai tempat nongkrong paling asik.

Bahasa Kopi

Kafe kecil yang letaknya agak tersembunyi karena terhalang pohon ini berada di sebuah gang di kawasan Caturtunggal, Depok, Yogyakarta. Jika biasanya kafe dibuka pada siang hingga malam hari, Bahasa Kopi justru dibuka sejak pagi.

Tempat yang nyaman dan sejuk membuat kafe ini begitu terkenal di kalangan mahasiswa. Belum ditambah harga kopi dan pastry yang ramah kantong. Rasanya pun enak. Kebanyakan mahasiswa datang ke kafe ini sekedar untuk rileksasi dan bertemu dengan pengunjung lain.

Satu hal yang menjadikan kafe ini unik adalah adanya kelas bahasa asing. Pengunjung dapat mengikuti kelas tersebut sesuai dengan jadwal yang terpampang di papan. Penuturnya tidak hanya mahasiswa asal Indonesia saja, ada juga turis dan mahasiswa asing yang ikut berkontribusi.

Blanco Coffee & Books

Kafe ini sangat cocok bagi Anda yang gemar membaca. Pasalnya, kafe ini tidak hanya menyediakan aneka jenis makanan dan minuman saja. Ada deretan buku yang dapat di baca di tempat oleh pengunjung. Jika kafe lain memiliki suasana ramai, Blanco Coffee & Books lebih tenang. Namun, bukan berarti sepi pengunjung. Justru kafe ini menjadi salah satu tujuan utama di kalangan anak muda.

Selain tempat nongkrong, tidak sedikit pengunjung yang menjadikan kafe ini sebagai spot untuk selfie dan meeting. Tempatnya nyaman dengan desain yang minimalis. Soal rasa, kafe ini tidak kalah dengan kafe lainnya. Alamatnya sendiri berada di Kranggan, Cokrodiningratan, dekat dengan Tugu Yogya dan pasar Kranggan.

Klinik Kopi

Jangan mengaku sebagai pecinta kopi bila Anda belum pernah mengunjungi kedai kopi satu ini. Berbeda dengan kafe lainnya, Klinik Kopi akan memberikan sebuah pengalaman yang berbeda dalam menikmati segelas kopi.

Di kedai ini tidak ada daftar menu, pengunjung akan diberi penjelasan mengenai karakter rasa yang tersedia. Selagi menunggu biji kopi digiling, pengunjung akan diajak berbincang sembari dijelaskan mengenai asal usul kopi yang dipilih. Jangan terkejut bila tidak ada campuran gula dan susu dalam kopi yang Anda pesan karena Klinik Kopi memang menyuguhkan cita rasa kopi yang sesungguhnya.

Kedai Kopi yang pernah dijadikan sebagai lokasi syuting film Ada Apa Dengan Cinta 2 ini terletak di Jalan Kaliurang, Gang Bima, Ngaglik, Yogyakarta.

Epic Coffee & Epilog Furniture

Dari luar, kafe yang berada di jalan Palagan Tentara Pelajar, Ngaglik, Yogyakarta ini terlihat seperti rumah kaca. Epic Coffee berada dalam satu bangunan dengan toko furnitur. Namun, jangan khawatir sebab kafe ini sangat nyaman dan hangat. Bagunannya luas dengan desain interior yang memanjakan mata. Sangat cocok untuk tempat bersantai sembari menikmati segelas kopi dan kudapan lain.

Kebanyakan pengunjung yang datang ke kafe ini lebih memilih untuk duduk di bangku yang letaknya di bagian teras. Penyebabnya adalah suasana yang lebih asri ketimbang di dalam. Belum ditambah lapangan rumput yang hijau dengan deretan pohon yang sangat cantik untuk diabadikan dalam sebuah gambar. Tak heran bila pengunjung sangat betah untuk menghabiskan waktunya di Epic Coffee.

Roaster and Bear

Kafe yang menjadi favorit kawula muda ini berada di dalam Hotel Harper yang terletak di Jalan P. Mangkubumi, Gowongan, Yogyakarta. Meski terkesan mewah, tetapi harga yang dipatok tergolong ramah bagi pelajar dan mahasiswa.

Roaster and Bear sangat cocok bagi Anda yang menyukai hidangan western seperti steak, sandwich, pasta, dan salad. Dengan ruangan yang luas dan desain penuh warna, kafe ini dapat menampung banyak pengunjung. Dalam keadaan normal, suasana kafe ini cukup hening. Namun, saat kebanjiran pengunjung, agak sedikit bising. Kendati demikian, masih tetap nyaman untuk dijadikan sebagai tempat hangout yang asik.

Itulah beberapa tempat nongkrong yang patut untuk dikunjungi selagi Anda berada di Yogyakarta. Dijamin liburan Anda akan lebih berwarna dan kekinian.

(Penulis:Bernardus Nathan - Priceza)

Editor : Rizki Ramadan