Kerja Keras Rapper Young Lex yang Bisa Kita Contoh

Sabtu, 13 Agustus 2016 | 06:00
Hai Online

Young Lex

Kawasan kompleks olahraga senayan Jumat, 22 Oktober 2010, dipenuhi kerumunan orang yang rela berdesakan untuk menyaksikan gelaran rap battle, yang menjadi salah satu bagian dari hajatan besar kompetisi Streetball di Indonesia. Diantara banyaknya lalu lalang orang-orang, ada cowok bernama Samuel Alexander, yang sangat tertarik dan penasaran dengan aksi para rapper beraksi freestyle.

Berawal dari battle rap inilah yang membuat doi tertarik untuk menggeluti hip hop. Kesempatan pertama itu nggak ia sia-siakan, ada beberapa nama yang berhasil dikenal Young Lex di era itu, dan akhirnya bisa menjadi temannya hingga sekarang, diantaranya adalah Laurentius Rando dan Felix Flizzy yang sekarang dikenal sebagai YouTubers.

Usahanya nggak terhenti sampai di situ saja, setelah mencoba tanya ke sana-sini untuk bisa masuk scene hip hop, akhirnya satu celah bisa terbuka ketika Young Lex memulai dengan ikutan nongkrong bareng komunitas beatbox, yang sering nongkrong dan gathering di Taman Menteng Jakarta.

“Awalnya gue latihan beatbox dulu, tujuan gue ikut beatbox itu supaya kenal anak-anak hip hop,” katanya.

Apa yang ada dipikiran Young Lex ternyata nggak meleset, dengan masuk ke beatbox, jejaring networking-nya ke scene hip hop semakin bertambah, sampai akhirnya doi “terdampar” ke Zero One, yang sampai sekarang telah menjadi keluarga keduanya.

“Akhirnya gue pake nama Young Lex setelah masuk Zero One, menurut Mocharizma, mentor gue, kalo Uncle itu identik dengan yang besar, sedangkan badan gue kurus, jadilah gue pakai nama Young Lex, Lex diambil dari nama tengah gue, Samuel Alexander,” ujarnya.

Setelah semakin mengenal banyak rapper senior, akhirnya Young Lex kenal seorang rapper yang menjual beat, bermodalkan uang tebungannya, Young Lex mencoba merilis single pertama dalam karirnya yang berjudul I Got Love. Layar mulai terbentang, pelayaran karir mulai pun dimulai.

Penasaran seperti apa lanjutan cerita awal mula karir Young Lex? Simak cerita selengkapnya di HAI edisi terbaru yang terbit Senin, (15/8) nanti.

Tag :

Editor : Bayu Dwi Mardana Kusuma