The Martian: Sains yang Bikin “Matt Damon” Bertahan Hidup di Mars

Kamis, 01 Oktober 2015 | 07:45
Hai Online

The Martian: Sains yang Bikin “Matt Damon” Bertahan Hidup di Mars

Pada saat warga bumi mendapat pengumuman, bahwa astronot Mark Watney (Matt Damon) meninggal akibat diterjang badai besar yang terjadi di permukaan Mars (The Martian), National Aeronautics and Space Administration (NASA) kebingungan harus menjawab apa? Sebab memberangkatkan kru Ares 3 dalam misi ke Mars berarti juga harus membawa mereka pulang ke rumah di Bumi. Hidup atau mati.

Sayangnya, badai yang menerjang tubuh Watney menjadikan jejaknya hilang di antara puing pemancar sinyal di planet gersang itu, sehingga teman-teman kru Ares 3 tidak dapat melacak lagi keberadaan Watney dan harus terpaksa meninggalkannya di Mars.

Watney masih hidup, meski kondisinya memprihatinkan karena ada setusukan batang antenna yang menembus bagian perutnya. Meski begitu, tokoh Witney dalam film persis mengadaptasi apa yang digambarkan Andy Weir, dalam novel “The Martian”. Tenang, cerdas, dan penuh humor. Matt Damon mengakui hal tersebut.

"Mark Watney, sungguh orang dengan rasa humor tinggi, sangat pintar dan cakap, tapi orang dengan rasa humor hebat seperti itulah yang cenderung melakukan pekerjaan-pekerjaan semacam ini," kata Damon dilansir dari Fox, saat sebelum peluncuran Film yang sempat mampir di Toronto International Film Festival sebelum akhirnya tiba di bioskop Amerika Utara, dan Indonesia pada Oktober ini.

Menonton film bergenre fiksi-ilmiah, kadang perlu memahami dulu sedikit teori-teori sains yang menurut kebanyakan orang njlimet dan susah. Namun menyaksikan The Martian, penonton tidak perlu mengerutkan kening, sebab alur yang digarap Scott Ridley, ini memudahkan siapa saja mencerna sains seperti membaca buku harian (video diary) astonot yang segar!

Kita pun akhirnya nggak kuasa lagi mengikuti bagaimana petualangan dan perjuangan Witney bertahan hidup di Mars. Dari sinilah cerita itu dimulai! Dengan menggunakan banyak trik sains yang mungkin tidak terpikirkan kita sebelumnya, penonton jadi tahu pentingnya sains demi kelangsungan hidup di dalam dan luar angkasa.

“Jika kamu bisa menanam pohon di suatu tanah baru, kamulah pemilik tanah itu. Jadi karena saya adalah ahlibotani terbesardi planet ini, saya adalah pemilik planet ini…,” kata Watney menghibur dirinya ketika hidup sendirian di Mars sambil menanti pertolongan kru Ares dalam misi selanjutnya.

Mampukah manusia di bumi menolong seorang Mark Witney di Mars.Jaraknya 140 mil dari Bumi dan waktu tempuhnya dari Bumi ke Mars adalah 657 hari. Apakah “Matt Damon” sanggup bertahan hidup di ganasnya Mars? Biar sains yang menjawabnya!

Editor : Hai Online