Ini yang Bikin Pensi di Beberapa Sekolah "Tumbang"

Selasa, 08 September 2015 | 11:00
Hai Online

Pensi

Awal 2015 lalu, dunia perpensian di sekolah dihebohkan oleh sebuah pensi dari SMAN 2 Bandung. Salah satu pensi paling ”wah” di Kota Kembang ini bikin heboh lantaran mengundang Secondhand Serenade sebagai guest star. Keren memang, tapi dananya juga cukup bikin telinga ”gatel” karena kabarnya menyentuh sekitar Rp 2 Milyar.

Kehebohan pensi sekolah yang dananya sangat membengkak juga terjadi di SMAN 1 Makassar, dengan pensi yang sama seperti di SMAN 2 Bandung. Pelaksanaannya pun juga nggak jauh waktunya. Tapi buat urusan dana, masih sekitar Rp 1 Milyaran. Iya, masih di kisaran nominal milyar.

Tapi sebenernya kalau ditelisik lebih lanjut, dana pensi yang dikeluarkan warga sekolah di Jakarta juga terbilang sering mencapai kisaran Rp 1 Milyar, malah lebih. Makanya sejak Januari lalu beredar sebuah surat edaran yang isinya menekankan supaya sekolah nggak membuat acara yang memberatkan siswa dan melarang penarikan dana untuk acara tersebut, tepatnya surat yang diterbitkan 16 Januari 2015 dengan nomor 3/SE/2015.

Dari situ lah di beberapa sekolah mulai bergerak untuk melarang warga sekolahnya untuk bikin pensi. Itu terkait dana pensi yang sangat membengkak. Selain di SMAN 68 Jakarta Pusat yang gelaran Bazkomnya tersendat-sendat, temen-temen kita di SMAN 78 Jakarta Barat akhirnya harus menghentikan acara tahunan mereka, Stupa Cup yang seharusnya berjalan sekitar Mei lalu.

Sudah sejak November 2014, teman-teman dari SMAN 78 Jakarta Barat membentuk kepanitiaan Stupa Cup 2015. Ariq, yang saat itu kelas XI, dipilih menjadi ketua pelaksana. Matang dikonsep, segala usaha pun langsung digarap panitia. Dari mulai booking Plaza Barat Senayan untuk venue acara penutupan, sebar proposal sponsorship ke berbagai perusahaan, woro-woro materi publikasi di medsos, bikin baju panitia hingga menentukan nama Sheila on 7 dan NAIF sebagai bintang tamu.

Tag :

Editor : Hai Online

Baca Lainnya