5 Film-Film Indonesia Pengubah Generasi Muda

Minggu, 19 Februari 2012 | 10:34
Rian Sidik (old)

5 Film Film Indonesia Pengubah Generasi Muda

5. Romeo and Juliet

Film pertama yang paling penting dalam perubahan para anak muda Indonesia adalah Romeo Juliet. Bisa dibilang ini adalah kisah Romeo dan Juliet versi suporter sepakbola. Sang sutradara, Andibachtiar Yusuf ingin mengangkat sebuah isu percintaan di antara perseteruan dua kubu sepakbola Indonesia, Persija dan Persib. Diceritakan Rangga (Edo Borne) dan beberapa pendukung setia Persija, The Jak, menyerang pendukung Persib, Viking. Tanpa diduga, Rangga justru jatuh cinta kepada salah satu gadis pendukung Persib yang ternyata adik dari pemimpin pendukung Persib. Dia melakukan apa saja menuju Bandung untuk mencari gadis tersebut. Ternyata Rangga tidak bertepuk sebelah tangan. Desi (Sissy Prescillia) juga menaruh hati. Namun keduanya mendapatkan pertentangan dari keluarga dan teman-temannya The Jak dan Viking. Dan keduanya memutuskan untuk kawin lari. Film ini dirilis pada 23 April 2009.

4. The TariX Jabrix

Di awal tahun 2008, Indonesia sedang marak-maraknya dihantui oleh gombrolan geng-geng motor perusuh yang sangat meresahkan warga Indonesia khususnya ibukota. Nah, sang penulis dan sutradara, Hilman Mutasi dan Iqbal Rais ingin merubah cara pandang masyarakat akan keberadaan geng motor. Maka digaraplah film Tarix Jabrix yang dibintangi seluruh personel band The Changcuters seperti Erick, Qibil, Alda dan Tria serta turut tidak ketinggalan aktris canti Carissa Putri. Film ini menceritakan bagaimana 5 sahabat membentuk sebuah geng motor dengan nama The Tarix Jabrix yang memang hanya geng motor biasa saja. Mereka harus berseteru dengan geng motor The Smokers karena cewek salah satu pentolan The Smoker sedang didekati cacing yang tak lain adalah pentolan The Tarix Jabrix. Film ini pernah menjadi film favorite dikalangan remaja di tahun 2008.

3. Laskar Pelangi

Film dengan setting waktu mundur ini banyak memberikan inspirasi kepada anak-anak muda Indonesia untuk bangkit dan meraih cita-cita yang diinginkan. Film karya Riri Riza ini menjadi film paling laris du tahun 2008. Dibintangi bintang-bintang seperti , Lukman Sardi, Ferdian, Ario Bayu, Ikranagara, Cut Mini Theo, Veris Yamarno, Slamet Rahardjo, Tora Sudiro, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Rifnu Wikana, Alex Komang, Jajang C Noer, Yogi Nugraha, Dewi Ratih Ayu Safitri, Marcella El Jolia Kondo dan Levina banyak mengambil nilai-nilai kehidupan seperti persahabatan dan keinginan untuk sukses. Film juga berusaha memperlihatkan kondisi sosial daerah Belitong pada tahun 70an dengan antara lain mengontraskan "nasib" sekolah miskin dan sekolah "mewah" milik perusahaan pertambangan, bahkan secara tersurat mempermasalahkan hak pendidikan untuk orang miskin.

2. Catatan Akhir Sekolah

Masa SMA adalah masa-masa yang tidak akan dilupakan sepanjang hidup. Dan film Catatan Akhir Sekolah menggambarkan bagaimana suasana sebenarnya yang terjadi di sebagian besar sekloha-sekolah menengah ke atas di Indonesia khususnya di Jakarta. Film ini jelas menggambarkan semua fenomena yang terjadi di kalangan anak SMA. Disutradari oleh Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh Christian Sugiono, Joanna Alexandra, Vino G Bastian, Marcel Chandrawinata dan VJ Ramon film ini menceritakan toga sahabat, Agni, Alde dan Arian yang dianggap pecundang ingin membuktikan bahwa mereka bukan seperti apa yang dipikirkan teman-temannya. Demi menyukseskan film dokumentar akhir sekolahnya, mereka membuat film tersebut dengan segala perjuangan dari bagaimana teman-temannya memakai narkoba hingga memergoki kepala sekolahnya melakukan isu suap menyuap. Film ini dirilis pada Maret 2005.

1. Ada apa dengan cinta?

Masih ingat film romantis yang ngehits pada awal tahun 2000-an? yap, Ada Apa Dengan Cinta atau AADC. Film karya Rudi Soedjarwo ini memang menjadi titik awal rentetan film-film berbau percintaan anak muda modern. Dibintangi bintang-bintang muda seperti Dennis Adishwara, Adinia Wirasti, Ladya Cheryl, Sissy Priscillia, Titi Kamal, Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo film ini lebih bercerita bagaimana Cinta mencoba untuk memisahkan dirinya dari gengnya setelah berkenalan dengan Rangga, cowok yang dia taksir namun agak dibenci gengnya karena punya sifat angkuh dan dingin. Cinta merasa sudah terlalu dalam mencintai Rangga namun menghadapi dilemma saat teman-temannya mulai merasa dirinya menjauhi mereka. Film ini dirilis pada tahun 8 Februari 2002.

Editor : Rian Sidik (old)