Percy Jackson: Sea of Monster, Petualangan Menaklukan Bermuda

Senin, 09 September 2013 | 16:48
Rian Sidik (old)

Percy Jackson Sea of Monster Petualangan Menaklukan Bermuda

Tiga tahun setelah perilisan seri pertamanya, seri kedua dari film yang diadaptasi dari novel karya Rick Riordan menemui tanggal rilisnya. Seri kedua dari petualangan Percy Jackson dan kawan-kawannya ini dimulai dengan kisah petualangan Annabeth, Luke, Grover dan Thalia ketika masih remaja dalam perjalanan menuju Camp Half-Blood, yaitu wilayah perkemahan tempat pelatihan para anak-anak keturunan dewa untuk memperkuat kemampuan mereka. Dalam perjalanan tersebut mereka diserang dan Thalia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan ketiga sahabatnya dan membuatnya terbunuh. Ternyata Thalia adalah putri dari Zeus dan Zeus mengubah tubuh Thalia menjadi sebuah pohon yang berfungsi sebagai benteng pertahanan camp tersebut, sehingga camp tersebut aman dari serangan.

Kematian Thalia membuat Percy Jackson, putra dari Poseidon, menjadi satu-satunya keturunan dewa-dewa tertua. Namun hal itu berubah ketika seorang cyclops (makhluk bermata satu) bernama Tyson datang ke camp dan mengaku sebagai putra Poseidon, yang juga berarti saudara tiri Percy. Tepat di hari kedatangan Tyson, seekor benteng besar yang terbuat dari mesin menyerang camp dan menghancurkan pertahanan. Meskpiun Percy berhasil menghancurkan benteng tersebut, tetapi hancurnya pertahanan camp ternyata juga turut menghancurkan pohon Thalia dan membuat camp berada dalam bahaya.

Annabeth berhasil mencari tahu cara untuk menyelamatkan pohon Thalia, yaitu dengan menggunakan kain sutra emas yang tersimpan bersama cyclops raksasa di suatu tempat di sekitar Segitiga Bermuda. Hal yang sangat dikhawatirkan oleh Grover, karena cyclops gemar memangsa satyr (makhluk perpaduan manusia dengan kambing). Meski begitu, ia tetap bersedia menemani Percy berpetualang menuju Segitiga Bermuda bersama Annabeth, dan partner baru mereka, Tyson.

Berbeda dengan seri pertamanya, Percy Jackson: Sea of Monster tidak lagi disutradarai oleh Chris Colombus, tetapi disutradari oleh Thor Freudenthal, yang dikenal melalui filmnya yang berjudul Diary of The Wimpy Kid. Freudenthal berhasil memberi tampilan berbeda pada film yang dirilis pada tanggal 7 Agustus ini. Meskipun segala misteri dalam film ini tidak terlalu menantang dan mendebarkan, tetapi petualangannya lebih menarik untuk diikuti dari pada seri pertamannya, karena disertai dialog-dialog seru yang berhasil mengocok perut. Beberapa bagian dalam film ini bahkan mampu mengobati rasa rindu para pecinta petualangan Harry Potter dkk.

Editor : Rian Sidik (old)