Saat "Si Adik" Harus Ikut Puasa

Senin, 15 Juni 2015 | 04:50
Hai Online

Saat Si Adik Harus Ikut Puasa

Ada sebuah surat yang masuk ke inbox HAI menjelang puasa. Isinya begini:

Sebahai kawan yang baik HAI coba bertanya kepada beberapa ahli, salah satunya seksolog terkenal dr. Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, M.Kes (MMR). Menurut beliau meningkat atau menurunnya libido (hasrat seksual) dipengaruhi oleh beberapa hal. Antara lain, energi, kesehatan dan kebugaran tubuh, juga faktor psikologis. Memang, pada bulan puasa, asupan makanan kita berkurang, dan kadang membuat kita gampang lemas. Namun, pada kasus kamu, jangan lupa kalau ada faktor psikologis juga yang berperan.

Di bulan puasa, seluruh umat muslim diwajibkan menahan semua hawa nafsu. Termasuk nafsu yang berhubungan dengan libido. Kalau di hari-hari biasa kadang kita suka menyalurkannya lewat kegiatan seperti masturbasi, di bulan puasa sama sekali nggak berani melakukannya.

Ya, namanya ditahan-tahan, lama-lama jelas jadi menumpuk. Akhirnya, pikiran larinya ke 'situ' terus. Makanya kecolek dikit gampanghorny. Selain itu, di usia kamu yang sedang puber, libido emang sedang tinggi-tingginya. Ditambah kondisi seperti yang saya ceritakan tadi, jadinya bisa dibayangkan sendiri gimana besarnya rongrongan libido itu. Sampai-sampai, mimpi basah yang dateng secara rutin pun jadi terasa kurang menolong.

Lantas, apa yang harus kamu lakukan? Satu-satunya jalan adalah dengan berusaha mengalihkan perhatian dengan melakukan berbagai aktivitas yang positif setiap kali perasaanhornyitu mulai muncul. Misalnya, nih, kamu bisa olahrga yang ringan-ringan di depan televisi seperti sit up atau push up. Bisa juga dengan jalan-jalan ngabuburit, atau justru bantuin mama masak di dapur menjelang buka puasa. Semoga penjelasan ini dapat membantu kamu, ya. Klik di sini untuk tahu tips lain menahan "si adik" di bulan puasa.

Editor : Hai

Baca Lainnya