Viral, Penumpang KRL Diturunkan Karena Ketahuan Ngobrol dalam Kereta, KAI: Itu Sudah SOP!

Selasa, 05 Juli 2022 | 13:08

Tangkapan layar kejadian Penumpang KRL yang diturunkan petugas Karena Ketahuan Ngobrol dalam Kereta

HAI-Online.com- Sebuah video dengan narasi menyebutkan para petugas KRL telah menurunkan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL)di Stasiun Manggarai karena mengobrol di dalam gerbong kereta, tengah viral di media sosial.

Setidaknya dari video yang beredar, ada 3 penumpang yang dipaksa turun karena tidak mematuhu aturan umum penumpang KRL.

Kejadian itu diketahui berlangsung pada Senin (4/7/2022) kemarin di mana penumpang diturunkan di stasiun Transit Manggarai, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Tayang Besok di Indonesia, Sebelum Nonton Thor: Love and Thunder, Pastiin Lo Udah Tamat 9 Film Ini!
Kejadian itu berawal saat petugas kemanan yang bertugas di rangkaian kereta atau walka melakukan patroli rutinnya, mereka mendapati adanya tiga orang yang mengobrol nyaring di dalam satu rangkaian KRL.

Petugas Walka kemudian menegur dan mengingatkan ketiga penumpang KRL untuk diam. Sayangnya, penumpang tidak terima dan menolak dapat teguran diam.

Dari situ terjadi keributan yang alot antara petugas walka dan penumpang di dalam gerbong kereta.

Menanggapi kejadian tersebut, Manager External Relations & Corporate Image Care KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, petugas pengamanan yang menurunkan tiga orang laki-laki pengguna KRL relasi Angke-Bekasi Jabodetabek di Stasiun Manggarai karena kedapatan berbicara di dalam gerbong adalah benar adanya.

Ia menjelaskan, kejadian berawal sekitar pukul 11.15 WIB pada hari Senin kemarin.

Adapun petugas yanh menemukan tiga orang tersebut sedang berbicara di gerbong hingga memberikan sanksi turun di stasiun terdekat adalah hanya menjalankan tugasnya.

"Itu sesuai SOP, petugas menegur dan mengingatkan agar tidak berbicara selama dalam KRL kemudian petugas melanjutkan patrolinya," ujar Leza, dikutip dariKompas.compadaSelasa (5/7/2022).

Menurut aturan barunya, selama pandemi memang ada penyesuaian regulasi untuk penggunaan sarana transportasi publik di mana penumpang tidak diperbolehkan mengobrol baik langsung atau lewat telepon, dan apalagi sampai membuka masker untuk melakukan hal tersebut.

Hal ini dilakukan untuk kenyamanan penumpang lain dan tentu saja bagian dari usaha protokol kesehatan yang berlaku.

"KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna KRL untuk tidak berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan menggunakan KRL. Tetap patuhi protokol kesehatan yang berlaku," tandasnya.

Baca Juga: Pakailah Masker di Area Wisata dan Pertunjukan Musik, Kasus Covid-19 di Indonesia Naik Signifikan

Meski demikian, kejadian tersebut menjadikan pihak KAI Commuter tetap memohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna lain yang berada di dalam KRL.

Padahal yang seharusnya minta maaf adalah mereka yang melakukan kesalahan sih, gitu bukan sih? (*)

Editor : Al Sobry

Baca Lainnya