5 Manfaat Teknologi Blockchain di Indonesia Selain Sektor Keuangan: Jadi Sertifikat Tanah Hingga Sistem Voting Pemilu

Minggu, 09 Januari 2022 | 13:05
Pixabay

Ilustrasi Blockchain

HAI-ONLINE.COM - Segala hal yang bersifat baru tentunya menimbulkan pro-kontra, termasuk teknologi blockchain. Blockchain menjadi salah satu teknologi yang memiliki pemanfaatan yang luas. Ia masih dipandang hanya berkaitan dengan cryptocurrency, padahal ada banyak potensi yang bisa dimaksimalkan dari teknologi blockchain.

Dalam riset “2021 Indonesia Crypto Asset Report” yang dilakukan Coin Folks, ada beberapa manfaat teknologi blockchain yang bisa dikembangkan di Indonesia.

Penerapan teknologi blockchain biasanya diaplikasikan pada sektor keuangan, namun beberapa penelitian saat ini berfokus pada pengaplikasian blockchain pada sektor industri lainnya.

Baca Juga: Ketahuan, Eminem Beli NFT dari Bored Ape Demi Investasi Digital

1. Blockchain untuk Sistem Voting Pemilu

HAI

Data pemilu AS per 10:11 WIB waktu Indonesia Barat.

Teknologi blockchain bisa menjadi alternatif teknologi untuk menyimpan dan mengamankan data pemilih.

Bukan tidak mungkin, implementasi pemilu 2024 dapat mengimplementasi blockchain sebagai sistem pemilihannya.

Sebagai contoh Voatz, adalah salah satu perusahaan yang mengimplementasikan pemilu berbasis blockchain di Denver, Colorado, pada 2019.

Dengan blockchain, sistem pemilihan dapat lebih mudah diaudit, tidak terbantahkan, terbuka, serta transparan. Karena semua tercatat dalam jaringan blockchain.

2. NFT untuk Sertifikat Tanah

Pixabay

Ilustrasi NFT

Pada dasarnya blockchain dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sistem yang efisien untuk mencatat transaksi keuangan.

Tujuannya untuk menjaga catatan mengenai transaksi yang aman dan terdesentralisasi.

Blockchain bisa menjadikan NFT bukan sekedar seni, namun lebih kepada bukti kepemilikan terhadap suatu aset virtual yang tercatat secara 'immutable' dalam jaringan blockchain.

Permasalahan surat tanah contohnya, dapat terselesaikan jika semua tercatat dalam jaringan blockchain serta seluruh dokumen tercatat sebagai NFT.

3. Marketplace NFT Lokal

Beberapa proyek NFT lokal sudah bisa mencuri perhatian masyarakat global. Namun sayangnya, belum ada marketplace yang bisa merajai industri NFT layaknya e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan lainnya. Suatu peluang yang sangat besar jika terdapat satu marketplace yang bisa memperluas karya-karya NFT anak bangsa.

"Di Indonesia sendiri aset digital NFT masih tergolong baru, belum ada data lengkap mengenai tren pertumbuhannya. Meski begitu, dilihat dari pasar semakin mature, dengan banyaknya marketplace NFT yang bermunculan salah satunya TokoMall by Tokocrypto," kata COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.

4. Privasi Data lewat Web 3.0

Perkembangan Web 3.0 memungkinkan privasi data bisa terjaga. Beberapa platform Web 3.0 nggak membutuhkan data privasi seperti email, nomor telepon, atau bahkan foto selfie dengan KTP untuk registrasi.

Sehingga potensi pencurian dan penyalahgunaan data bisa diminimalisir.

5. Teknologi Blockchain pada Industri Kesehatan Blockchain cocok untuk bidang kesehatan, karena banyak data yang dihasilkan pada sektor ini karena bersifat berkesinambungan.

Blockchain bisa diimplementasikan untuk berbagai kebutuhan, seperti menyimpan data riwayat kesehatan pasien, melakukan transfer data dengan aman, mengatur supply chain peralatan medis serta obat-obatan, dan membantu para peneliti dalam mengolah kode genetik.

Hal-hal ini sangat diperlukan agar bisa secara cepat mengantisipasi dan menangani dampak buruk akibat pandemi.

Editor : Alvin Bahar

Baca Lainnya