Menggapai Karier Itu Nggak Selalu Mulus, Intip Kisah Psikolog Jennyfer Yuk!

Senin, 30 Agustus 2021 | 17:53
Dok. Jennyfer

Jennyfer, psikolog

HAI-ONLINE.COM - Nggak mudah bagi Jennyfer untuk meraih cita-citanya sebagai seorang psikolog. Berawal dari perjalanannya mengemban ilmu di Ibukota sejak usia 18 tahun, cewek kelahiran Selat Panjang, Riau 24 Februari 1994 ini harus melewati pertentangan dengan keluarga akibat stigma negatif pada bidang psikologi.

Saat itu keluarga menginginkan Jennyfer untuk masuk di bidang ekonomi. Nggak pantang menyerah, Jennyfer membuktikan bahwa ia mampu berprestasi dalam bidang tersebut. Mulai dari lulus S1 dalam kurun waktu 3,5 tahun, kemudian melanjutkan ke jenjang profesi dan berhasil lulus dengan predikat summa cumlaude di tahun 2018.

Perjalanan menyelesaikan pendidikan pilihanpun tak selalu mulus, Jennyfer harus memutar otak untuk mendapatkan penghasilan pribadi guna membiayai kuliahnya. Pasalnya, Jennyfer memiliki dua orang adik yang masih membutuhkan biaya pendidikan dari orang tua.

Tak ingin memberatkan, Jennyfer mulai mencari cara untuk membangun usaha online saat menempuh pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara, tepatnya di semester 3, dan berhasil menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 dengan biaya hasil kerja kerasnya.

Saat menjalani S2, di masa inilah Jennyfer makin yakin akan jalan yang dipilih, yakni di bidang psikologi. Ia jatuh cinta dengan dunia psikologi lebih dalam saat memperjuangkan gelar masternya di Universitas Tarumanagara.

Baca Juga: 5 Hal yang Bikin Orang Malas Konsultasi ke Psikolog, Salah Satunya karena Stigma Sosial

Jennyfer ingin membantu orang lain merasakan perubahan positif dalam hidup, hal ini jadi suatu kebahagiaan tersendiri yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Alasan ini muncul berdasarkan kisah hidupnya demi menggapai mimpi jadi psikolog klinis seperti sekarang.

Menurut Jennyfer, menyelesaikan semua masalah selama proses menggapai mimpi yang ia jalani hingga kini membuatnya lebih kuat dan bijaksana. Sebagai pekerja keras, ia kemudian mengawali karier sebagai part-timer di salah satu perusahaan di Jakarta untuk menambah wawasan dan pengalaman yang dibutuhkan nantinya saat bekerja di biro psikologi.

"Jalan ini aku pilih karena untuk bisa bergabung dengan biro psikologi, karena aku senggaknya harus memiliki pengalaman kerja selama dua tahun. Aktif memberikan layanan konseling baik secara online maupun offline sebagai psikolog klinis membuatku sadar bahwa kesehatan mental penting, terutama saat pandemi," ucapnya.

Berbagai upaya ia lakukan agar masyarakat bisa mendapatkan layanan psikolog yang mudah, dekat, dan terjaga kerahasiaannya. Jennyfer lalu merambah layanannya di sosial media dengan melakukan personal branding, bekerja sama dengan public figure dan influencer di Instagram @jen.psikolog untuk berbagi informasi, mengedukasi, serta menyebarkan awareness seputar kesehatan mental.

Nggak sampai di situ saja, Jennyfer kini juga aktif sebagai content creator di platform media sosial lainnya dengan membuat konten-konten psikologi yang mudah dipahami oleh audience guna menghapus stigma negatif tentang psikologi.

Berangkat dari kepeduliannya, Jennyfer membangun layanan baru di sosial media Instagram @fathom.id, sebuah platform pelayanan psikologis yang memudahkan psikolog baik muda maupun senior, dalam menangani klien secara privat.

Sehingga masyarakat tak perlu bingung lagi bila membutuhkan pertolongan psikologis. Cukup buat perjanjian dengan menghubungi Jennyfer di @jen.psikolog atau melalui Fathom. Platform ini dibuat dengan harapan agar semua orang, tanpa terkecuali, bisa mendapatkan penanganan psikologis secara tepat dan mudah.

Jadi, pandemi bukan halangan untuk nggak mendapatkan pelayanan psikologis, kini kamu bisa konseling dengan mudah tanpa harus bertemu secara langsung dengan psikolog. Karena kesehatan mentalmu penting, jangan takut untuk ke psikolog sekarang juga. Tertarik untuk tahu lebih lanjut tentang @fathom.id? Simak selengkapnya di sini.

Editor : Alvin Bahar

Baca Lainnya