Sepatu Lari Nike Ini Hampir Dilarang Karena Terlalu Bagus dan Canggih

Jumat, 31 Januari 2020 | 14:51
Nike

Nike Vaporfly Next%

HAI-ONLINE.COM - Salah satu sepatu kelas flagship Nike, Vaporfy Next sempat dilarang untuk digunakan pelari dalam ajang Olimpiade Tokyo oleh Komisi Atletik Dunia.

Namun, keputusan itu akhirnya diuba lagi, pihak komisi sepakat untuk membatalkan larangan kepada sepatu lari yang berhasil memecahkan rekor kecepatan saat ini.

Sepatu milik Nike ini memicu kontroversi pada tahun lalu karena dianggap terlalu bagus.

Selain itu juga ada keluhan dari atlet yang nggak disponsori Nike mengklaim kalau sepatu itu bisa memberi atlet Nike keuntungan yang nggak adil, sebagaimnana HAI rangkum dari Kompas.

Baca Juga: 4 Fakta Asmarani Dongku, Juara Lomba Lari 21 KM yang Menangis Karena Tak Ada Hadiah

Di tahun yang sama, atlet Brigid Kosgei dan Eliud Kipchoge secara historis memecahkan rekor maraton terpisah dengan Vaporfly Next. Jadi, mungkin ini yang menjadi alasan pengaduan ketidakadilan itu.

Sebenarnya keputusan dari Komisi Atletik Dunia belum diumumkan, tapi untuk saat ini, seperti Vaporfly telah lolos dari larangan.

Meski begitu, tentunya akan ada penyetaraan teknologi sepatu untuk Vaporfly Next ini di Olimpiade Tokyo berikutnya.

Nggak cuma untuk Vaporfly Next aja, menurut The Guardian, Komisi Atletik Dunia itu akan melakukan penyelidikan mendalam untuk memeriksa model-model sepatu baru dan melakukan serangkaian peraturan ketat untuk sepatu baru nantinya.

World Athletics saat ini sudah menetapkan kalau sepatu lari nggak boleh memberi bantuan atau keuntungan yang nggak adil dan harus tersedia secara wajar untuk semua orang.

Buat lo yang bingung emangnya secanggih dan seberapa ngaruh si Vaporfly Next ini. Sebuah penelitian telah menunjukan kalau Vaporfly meningkatkan efisiensi energi atlet hingga 4% atau lebih. Gokil kan? (*)

Editor : Al Sobry

Sumber : The Guardian, kompas

Baca Lainnya