Rekayasa Genetik Ini Berhasil Bikin Nyamuk Nggak Lagi Sebarkan Virus Demam Berdarah

Minggu, 19 Januari 2020 | 15:15
via ABC News

Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti

HAI-Online.com -Sejumlah ilmuwan yang berasal dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) berhasil melakukan rekayasa genetik terhadap nyamuk Aedes aegypti sehingga mereka nggak lagi bisa menyebarkan virus demam berdarah.

Seperti dilansir HAI dari ABC News, cara kerja dari rekayasa genetik ini sendiri membuat nyamuk Aedes aegypti kebal terhadap berbagai jenis virus dengue.

"Ini merupakan pendekatan pertama yang menargetkan keempat jenis virus demam berdarah. Langkah ini sangat penting untuk menekan penyebaran penyakit ini secara efektif," ujar para ilmuwan terkait tujuan dari rekayasa genetik yang mereka lakukan.

Peneliti senior dari CSIRO, Dr Prasad Paradkar mengaku, rekayasa genetik yang mereka lakukan berhasil memodifikasi genetik nyamuk Aedes aegypti sehingga ke depan nggak mudah menerima virus demam berdarah dan menyebarkannya ke manusia.

Baca Juga: Kucing Lucu Ini Tercatat sebagai Penulis Pembantu dalam Makalah Fisika, Begini Cerita Unik di Baliknya

"Rekayasa genetik dalam penelitian berhasil memodifikasi nyamuk Aedes aegypti secara genetis sehingga kemampuan untuk menerima dan menularkan virus demam berdarah jadi lebih rendah," terang Paradkar.

Meskipun begitu, pihaknya sendiri mengatakan bahwa masih ada banyak percobaan yang harus mereka lakukan untuk memastikan tingkat keamanan nyamuk hasil rekayasa genetik ini terhadap manusia.

CSIRO via ABC News

Dr Prasad Paradkar

Apabila benar-benar berhasil dan nggak mengancam kehidupan manusia, nyamuk-nyamuk ini akan segera dilepas guna mengurangi risiko penyebaran virus demam berdarah, khususnya di negara-negara seperti Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, dan Filipina.

Widih, keren ya sob! Semoga nyamuk hasil rekayasa genetik ini benar-benar aman untuk dilepas sehingga ke depannya korban akibat virus demam berdarah dapat berkurang secara signifikan. (*)

Editor : Al Sobry

Sumber : ABC News

Baca Lainnya