Diprovokasi Massa Tanpa Almamater, Demo Mahasiswa di Pamekasan Rusuh

Jumat, 27 September 2019 | 14:31
(KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMAN)

Seorang mahasiswa yang ikut aksi unjuk rasa, membersihkan sisa-sisa pot bunga yang berserakan di jalan setelah terjadi kericuhan dalam aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Pamekasan, Jumat (27/9/2019)

HAI-ONLINE.COM - Aksi demo siswa, mahasiswa dan dosen di depan kantor DPRD Pamekasan, berakhir rusuh, Jumat (27/9/2019). Massa aksi juga merusak fasilitas umum berupa pot bunga di sepanjang jalan kabupaten. Pengendara yang hendak melintas terganggu karena pecahan pot yang berserakan, dan tanah yang berhamburan ke tengah jalan. Sebelum kerusuhan terjadi, beberapa perwakilan mahasiswa dan dosen masih tertib berorasi menyampaikan aspirasinya secara bergantian. Situasi masih kondusif sampai pukul 10.00 WIB.Massa demo menolak UU KPK dan sejumlah RUU yang dinilai bermasalah. Massa mulai memanas setelah mereka nggak diperkenankan untuk masuk ke dalam gedung DPRD Pamekasan. Massa mulai melakukan pelemparan ke arah polisi menggunakan botol air minum. Salah satu anggota dewan, Sahur Abadi, menawarkan perwakilan massa masuk ke kantor dewan. Namun, tawaran tersebut ditolak mahasiswa.Sampai pukul 10.30 WIB, massa mulai pecah jadi dua kelompok. Satu kelompok memilih tetap bertahan di depan pintu masuk kantor DPRD Pamekasan. Satu kelompok lagi memisahkan diri dan memilih berunjuk rasa di depan pintu masuk kantor Bupati Pamekasan. Setelah massa pecah jadi dua kelompok, beberapa saat kemudian terjadi kericuhan. Beberapa peserta aksi yang nggak menggunakan almamater dan bercelana pendek, tiba-tiba merangsek masuk berbaur dengan massa di depan pintu masuk gedung DPRD Pamekasan.

Baca Juga: Pernyataan Sikap Pelajar SMA/SMK/STM di Bekasi: Lakukan Unjuk Rasa Murni Demi KeadilanMereka teriak minta masuk ke dalam kantor DPRD sambil melemparkan batu, kayu, botol dan benda-benda lainnya. Massa lainnya kemudian terprovokasi dan ikut melakukan pelemparan ke arah kantor DPRD Pamekasan. Massa kemudian melakukan perusakan taman bunga dan pot-pot bunga di depan kantor dewan. Massa bertambah beringas ketika mereka disemprot air menggunakan water canon. Demonstran semakin kocar-kacir. Perusakan fasilitas umum terus berlanjut ke sisi timur kantor dewan dan kantor bupati. Massa mulai cerai berai setelah polisi menembakkan gas air mata. Anggota Brimob terus mendesak demonstran ke arah timur kantor dewan. Akhirnya, aksi demonstrasi bubar setelah mahasiswa terus digiring menjauh dari kantor dewan dan kantor bupati.Maimun, salah satu peserta aksi mengaku heran atas kericuhan yang terjadi. Sebab mahasiswa datang dengan misi damai. Namun tiba-tiba ada sekelompok anak muda yang melakukan pelemparan ke arah polisi dan kantor dewan. "Saya duga yang jadi pemicu kericuhan dan perusakan fasilitas umum itu penyusup. Kalaupun ada mahasiswa, mereka nggak tahu tujuannya unjuk rasa," ungkap Maimun.Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Demo Mahasiswa dan Dosen di Pamekasan Rusuh, Warga Tanpa Almamater Lempar Polisi dan Provokasi Massa"

Editor : Alvin Bahar