5 Hal Tentang Penyakit Menular Seksual Ini Sering Jadi Pertanyaan (Chapter #9)

  • Selasa, 31 Januari 2017 21:00 WIB

Racun Pacaran yang Salah Sasaran

Bagian tentang penyakit menular seksual mungkin jadi bagian yang paling malas dibahas. Apalagi kalau sampai terkena penyakit ini. Huaaah....!  Ogah deh!

Kadang kita banyak mendengar mitos soal dampak tentang penyakit menular seksual dari temen-temen tongkrongan atau kabar-kabar yang berseliweran. Biar tahunya nggak setengah-setengah dan kamu nggak menyesal kemudian, mending cari tahu dulu nih jawaban dari mitos yang selama ini malu kamu tanyakan ke temen-temen bahkan ortu.

Lebih baik ini dibaca, daripada masa muda kita jadi nelangsa. Sebab, sekali terkena, maka akan susah diobatinya.

 

Penyakit menular seksual katanya bisa dicegah kalau sehabis berhubungan sex kita mencuci penis dengan sabun antiseptik, terus minum antibiotik. Benar nggak?

Salah besar! Biarpun setelah berhubungan seksual penis kita cuci sampai lecet, tetap aja peluang kena PMS (penyakit Menular Seksual, RED) gede. Malah pada cewek, mencuci hingga ke bagian dalam vagina justru akan mempertinggi resiko vaginitis (keputihan akibat bakteri).

Begitu juga dengan meminum antibiotik. Nggak ada satupun antibiotik yang bisa mencegah PMS. Kalau buat mengobati PMS, memang ada beberapa antibiotik yang dipakai oleh para dokter. Itu juga fungsinya membantu, bukan sebagai obat satu-satunya untuk menyembuhkan penyakitnya.

Lagian, minum antibiotik nggak boleh sembarangan. Kalau nggak rutin dan sesuai dengan anjuran dokter serta di bawah pengawasan dokter, antibiotik bisa menimbulkan efek yang buruk. Antibiotik yang harusnya berfungsi untuk melumpuhkan bibit penyakit justru akan bikin bibit penyakit jadi kebal dan sulit dilumpuhkan. 

Kalau baru sekali one night stand sama pecun tapi nggak pakai kondom, ada kemungkinan kena HIV nggak? Apa tanda-tandanya kita udah kena HIV atau belum?

Intinya sih, sekali atau beberapa kali melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti dan nggak pakai pengaman, resiko terkena PMS termasuk HIV selalu besar. Dan khusus HIV, saat "dia" masuk ke dalam tubuh kita, kita nggak akan pernah tahu karena memang nggak memberikan tanda-tanda apapun. Umumnya baru setelah tanda-tanda AIDS mulai muncul kita akan tahu. Atau saat kita melakukan tes HIV.

Reporter : Meryam Zahida
Editor : Sekar Seruni

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×