Sex

5 Hal Tentang Penyakit Menular Seksual Ini Sering Jadi Pertanyaan (Chapter #9)

Racun Pacaran yang Salah Sasaran

Bagian tentang penyakit menular seksual mungkin jadi bagian yang paling malas dibahas. Apalagi kalau sampai terkena penyakit ini. Huaaah....!  Ogah deh!

Kadang kita banyak mendengar mitos soal dampak tentang penyakit menular seksual dari temen-temen tongkrongan atau kabar-kabar yang berseliweran. Biar tahunya nggak setengah-setengah dan kamu nggak menyesal kemudian, mending cari tahu dulu nih jawaban dari mitos yang selama ini malu kamu tanyakan ke temen-temen bahkan ortu.

Lebih baik ini dibaca, daripada masa muda kita jadi nelangsa. Sebab, sekali terkena, maka akan susah diobatinya.

 

Penyakit menular seksual katanya bisa dicegah kalau sehabis berhubungan sex kita mencuci penis dengan sabun antiseptik, terus minum antibiotik. Benar nggak?

Salah besar! Biarpun setelah berhubungan seksual penis kita cuci sampai lecet, tetap aja peluang kena PMS (penyakit Menular Seksual, RED) gede. Malah pada cewek, mencuci hingga ke bagian dalam vagina justru akan mempertinggi resiko vaginitis (keputihan akibat bakteri).

Begitu juga dengan meminum antibiotik. Nggak ada satupun antibiotik yang bisa mencegah PMS. Kalau buat mengobati PMS, memang ada beberapa antibiotik yang dipakai oleh para dokter. Itu juga fungsinya membantu, bukan sebagai obat satu-satunya untuk menyembuhkan penyakitnya.

Lagian, minum antibiotik nggak boleh sembarangan. Kalau nggak rutin dan sesuai dengan anjuran dokter serta di bawah pengawasan dokter, antibiotik bisa menimbulkan efek yang buruk. Antibiotik yang harusnya berfungsi untuk melumpuhkan bibit penyakit justru akan bikin bibit penyakit jadi kebal dan sulit dilumpuhkan. 

Kalau baru sekali one night stand sama pecun tapi nggak pakai kondom, ada kemungkinan kena HIV nggak? Apa tanda-tandanya kita udah kena HIV atau belum?

Intinya sih, sekali atau beberapa kali melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti dan nggak pakai pengaman, resiko terkena PMS termasuk HIV selalu besar. Dan khusus HIV, saat "dia" masuk ke dalam tubuh kita, kita nggak akan pernah tahu karena memang nggak memberikan tanda-tanda apapun. Umumnya baru setelah tanda-tanda AIDS mulai muncul kita akan tahu. Atau saat kita melakukan tes HIV.

HIV menular lewat apa aja?
HIV ditemukan di dalam cairan tubuh seperti darah, sperma, cairan vagina, dan air susu ibu. Jadi, penularan HIV hanya mungkin terjadi bila cairan tubuh si penderita HIV masuk ke dalam tubuh orang lain. Yaitu dengan melakukan hubungan seksual tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik bekas, body piercing atau tato yang memakai alat-alat nggak steril, penularan dari ibu ke bayi selama masa kehamilan, waktu melahirkan, juga waktu menyusui, dan transfusi darah oleh donor yang darahnya udah terpapar HIV.

HIV dan AIDS itu sama atau beda?
Beda, dong. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang, sehingga daya tahan tubuh melemah terhadap penyakit lain, lalu akhirnya dapat mengakibatkan kematian. Nah, kondisi di mana seseorang udah sakit-sakitan ini yang dinamakan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Selain HIV, penyakit menular seksual yang familir tuh apa aja?
Cara menularnya gimana?
Gonore, sifilis, dan herpes sih yang paling familiar. Gonore itu disebabkan oleh bakteri yang menyerang organ saluran kencing. Saluran kencing jadi menyempit lantaran terjadi peradangan dan adanya timbunan nanah. 

Kalau sifislis, penyebabnya juga sama, bakteri. Cuma, lukanya biasanya di sekitar alat kelamin dan kelihatan oleh mata. 

Nah, kalau herpes timbul di daerah kelamin, pantat dan paha. Didahului dengan rasa sakit dan gatal, setelah itu baru muncul bintil-bintil berisi cairan kayak cacar air. Selain tiga penyakit ini, masih ada juga peyakit menular seksual yang namanya jengger ayam dan hepatitis. 

 

Nah, jadi jangan macem-macem ya bro...

Meryam Zahida

Berkarir di HAI adalah sebuah alter-ego. Morning person yang lincah, pecinta "me time" yang berbahaya. Pernah bercita-cita jadi vokalis band rock

comments

embed this article

Copy and paste this code into your website.

×