Ternyata Salah Besar Bro! Keseringan Ngobrol Sama Binatang Itu Bukan Berarti Gila, Tapi…

  • Sabtu, 8 April 2017 16:30 WIB

Ternyata Salah Besar Bro! Keseringan Ngobrol Sama Binatang Itu Bukan Berarti Gila, Tapi… | serenitygrovecenter.com

Di dalam hidup ini, banyak banget kebiasaan-kebiasaan aneh yang bisa bikin kita disangka keren gila. Salah satu contohnya, adalah ngobrol sama binatang.

Coba lo ngaku, kalo ngeliat orang lain sering ngobrol sama binatang, terutama binatang peliharaan, pasti lo sangka itu orang udah stress, kan?

Ternyata, pemikiran kita itu salah besar, lho! Pasalnya, ada alasan ilmiah yang menyebabkan manusia cenderung suka ngobrol sama binatang atau bahkan, benda mati sekalipun.

Yang nggak disangka-sangka lagi, rupanya hal ini memiliki hubungan dengan kecerdasan sosial.

Kok bisa?

Dr Nicholas Epley, profesor ilmu perilaku di University of Chicago dan pakar antropomorphisme malah bilang,"Secara sejarah, antropomorphisme diperlakukan sebagai tanda kekanakan atau kebodohan. Sebenarnya ini adalah produk sampingan alami dari kecenderungan yang membuat manusia secara unik cerdas di bumi ini. Spesies lain tak memiliki kecenderungan ini."

Disadari atau nggak, manusia melakukan antropomorfisme pada benda-benda dan kejadian di sepanjang waktu. Salah satu kelaziman antropomorfisme adalah pemberian nama manusia pada obyek-obyek. Contoh sederhananya adalah, ngasih nama ke gitar di kamar, atau ke mobil di parkiran.

Untuk hal ini, sebetulnya ada tiga alasan kenapa kita cenderung ngasih nama ke obyek-obyek di sekitar kita. Kita melihat wajah-wajah di mana pun, menghubungkan pikiran ke hal-hal yang disuka dan cenderung mengasosiasikan ketidakpastian dengan manusia.

Sebagai manusia, kita ditanamkan untuk melihat wajah dan insting ini akan membantu kita membedakan teman dengan predator yang berpotensi berbahaya. Kadang insting ini begitu kuat sehingga kita melihat wajah-wajah di benda. Hal ini disebut pareidolia.

Hal itu adalah sebuah kelaziman. Bahkan ada akun Twitter dengan pengikut 561.000 pengikut yang membagi foto-foto wajah yang terlihat di benda-benda.

Reporter : Jeanett Verica
Editor : Jeanett Verica

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×