Menurut Penelitian, "Puasa" Medsos Bisa Mengurangi Stres Tapi Meninggalkan Medsos Bisa Bikin Kita Depresi

  • Selasa, 17 April 2018 11:15 WIB

ilustrasi bermain media sosial | wholelifechange

HAI-ONLINE.COM- Menggunakan media sosial hampir setiap hari dan setiap saat memang sudah menjadi hal yang lumrah saat ini. Karena hal itulah, media sosial seolah-olah mengambil alih hidup kita.

Sudah terbukti, terlalu banyak menggunakan media sosial bisa menimbulkan stres. Bahkan sebuah penelitian terbaru menyebutkan kalau kita “puasa” media sosial selama beberapa waktu bisa mengurangi tingkat stres.

Penelitian itu dilakukan oleh University of Quensland yang menunjukkan bahwa menghentikan aktivitas di media sosial untuk beberapa waktu bisa mengurangi stres. Namun, meninggalkan media sosial sepenuhnya bisa menimbulkan depresi.

Para ilmuan dari University of Queensland pun telah melakukan penelitian tentang pengaruh media sosial terhadap kondisi kejiwaan. Eksperimen itu melibatkan 138 pengguna Facebook yang aktif dan dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama diminta untuk menghentikan aktivitas mereka di Facebook. Sementara untuk kelompok kedua diminta untuk tetap menggunakan Facebook seperti biasa selama lima hari.

Untuk menguji tingkat stres pada para partisipan, mereka diminta memberikan sampel air liur mereka di awal dan akhir studi untuk mengukur perubahan tingkat kortisol mereka.

“Meninggalkan Facebook hanya selama lima sehari bisa mengurangi tingkat hormon stres kortisol” ucap Dr. Eric Vanman, dosen senior di University of Queensland.

Akan tetapi, meskipun menunjukan kadar kortisol yang berkurang, penilaian pribadi partisipan yang puasa Facebook terhadap stress nggak berkurang.

“Mungkin karena mereka nggak sadar bahwa stres mereka telah berkurang” lanjut Dr. Eric.

Penelitian ini juga menunjukkan, puasa media sosial mampu mengurangi stres dalam jangka waktu yang nggak lama. Mereka yang terlalu lama meninggalkan media sosial justru memilii potensi terserang depresi, karena merasa takut kehilangan kontak dengan teman mereka.

Para peneliti pun menyebutkan, orang lebih suka untuk istirahat sementara dariada menghapus akun mereka.

Dr. Eric Vanman mengatakan “Facebook telah menajdi sarana sosial penting bagi jutaan pengguna dan memang memberikan banyak manfaat”

Hasil penelitian yang diterbitkan di Journal of Social Psychology ini juga menunjukan bahwa mereka yang berpuasa media sosial telah menghabiskan lebih banyak waktu bertemu teman-teman mereka secara langsung. Ini lah yang mungkin membuat jumlah hormon stres pada tubuh orang yang berpuasa media sosial.

Sumber : kompas.com

Reporter : Dio Firdaus
Editor : Rizki Ramadan

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×