Kenapa Dengerin Musik Bisa Menghilangkan Stres? Ini Jawabannya

  • Kamis, 7 Desember 2017 13:30 WIB

Ilustrasi

HAI-ONLINE.COM - Manfaat mendengarkan musik untuk menghilangkan stres sudah nggak perlu dipertanyakan lagi. Namun, pernahkah kamu bertanya, sebenarnya, apa sih yang membuat musik bisa membawa efek menenangkan bagi orang yang sedang galau? Apakah itu dari suara merdu dari sang biduan, lantunan melodi hasil tangan dingin si penggubah lagu, atau justru dari genre musik itu sendiri?Stres biasanya dimulai dari rasa kewalahan akibat banyaknya tekanan dari luar dan dalam diri seseorang yang telah berlangsung cukup lama. Ketika stres melkamu, tubuh membacanya sebagai sebuah serangan atau ancaman. Untuk melindungi diri, tubuh akan memproduksi berbagai hormon stres, seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin.

Peningkatan hormon stres dalam tubuh ini membuat kamu merasa deg-degan karena denyut jantung meningkat, napas jadi lebih cepat dan singkat, otot-otot menegang, tekanan darah naik, mudah cemas, sulit tidur, hingga sulit berpikir jernih. Napas cepat atau hiperventilasi dapat menyebabkan serangan panik. Bagaimana mengatasinya?

Para ilmuwan dari University of Missouri setuju bahwa mendengarkan musik dapat memperbaiki suasana hati. Penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Positive Psychology ini mengungkapkan bahwa perbaikan mood dan penurunan tingkat stres tampak terlihat setelah 2 minggu rutin mendengarkan musik. Kok bisa?

Cek deh: Gambar di Bungkus Markobar, Martabak Anak Jokowi, Nyontek Fanart Ubermensch Friedrich Nietzsche?

Begini, lantunan musik yang kita dengar merupakan getaran gelombang suara. Gelombang suara ini masuk menuju telinga bagian tengah tempat bermukimnya gendang telinga, untuk selanjutnya diteruskan ke telinga dalam. Di area telinga dalam, gelombang suara ditangkap oleh sel-sel rambut yang terdapat di dalam koklea untuk diubah jadi sinyal listrik. Barulah kemudian sinyal suara ini dikirim ke otak melalui serabut saraf telinga.

Di otak, sinyal listrik ini menyebar ke berbagai bagian dalam waktu bersamaan. Pertama, sinyal listrik ini mampir ke bagian otak temporal yang bekerja untuk memproses input indra (mengubah sinyal tersebut jadi lagu yang kita dengar), memahami bahasa, dan mengatur emosi.

Sinyal listrik ini juga mengalir ke hipotalamus otak, tempat produksi hormon sekaligus pengatur tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh. Saat merespon sinyal listrik tersebut, hipotalamus langsung bekerja meningkatkan mood bahagia dopamin sambil menurunkan hormon kortisol. Itu sebabnya segala macam gejala yang menyertai stres dapat lambat laun mereda selama kamu mendengarkan musik.

Dopamin dilepaskan karena adanya bagian otak temporal yang membantu kamu memahami bahasa, dan menyimpulkan arti, memberikan makna yang baik terhadap musik tersebut. Ketika kamu memahami lirik dan pesan yang ingin disampaikan dalam lagu, ini akan meningkatkan perasaan bahagia.

Selanjutnya, sinyal listrik tersebut juga masuk ke area otak yang disebut dengan serebelum. Serebelum berfungsi mengkoordinasikan anggota tubuh. Itu sebabnya ketika kamu mendengarkan musik favorit, tanpa sadar kamu ingin ikut menghentakkan kaki, mengetuk jari, atau bahkan berjoget mengikuti irama lagu. Bagian otak lainnya yang disebut amigdala bekerja membantu mengatur emosi dan membantu membangkitkan ingatan bahagia akan lagu tersebut.

Di saat yang bersamaan, bagian otak temporal masih terus bekerja untuk menyimpan ingatan baru. Tujuannya, agar di masa depan ketika mendengarkan lagu yang sama, kamu akan otomatis mengaitkannya dengan ingatan yang menyenangkan.

Reporter : Alvin Bahar
Editor : Alvin Bahar

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×