Kenapa Dokter di Ruang Operasi Pake Baju Hijau atau Biru? Ini Jawabannya!

  • Kamis, 16 Februari 2017 09:00 WIB

Kenapa, Ya Para Dokter di Ruang Operasi Pake Baju Hijau atau Biru? Ini Jawabannya!

Bagi kalian yang pernah masuk ke ruang operasi, atau pernah dioperasi karena penyakit tertentu, apakah kalian pernah bertanya-tanya di dalam hati, kenapa, ya, para ahli bedah yang ada di dalam ruang operasi selalu menggunakan pakaian dokter yang berwarna hijau muda atau biru?

Kalau kalian penasaran, HAI udah punya jawaban yang dikurasi dari situs Brightside, nih!

Jadi, cerita ini dimulai sejak tahun 1914. Sebelum tahun itu, memang para dokter menggunakan baju berwarna putih di ruang operasi, namun, terdapat seorang dokter yang memiliki andil besar di dunia medis dan menghentikan penggunaan baju putih di ruang operasi. Alasannya?

Ruang operasi
Ruang operasi

Tentu saja, di ruang operasi, pasti darah akan berada dimana-mana, hal itu diakibatkan dari pembedahan yang dilakukan tim medis terhadap tubuh pasien. Nah, warna darah itu berwarna merah gelap, kan? Terdapat penjelasan, nih, antara merah dan putih.

Kalau misalkan para pembedah menggunakan baju berwarna putih, sedangkan dokter utama yang sedang membedah dan melihat darah kemudian langsung melihat dokter lain yang mengenakan pakain putih, hal itu bisa menyebabkan “kebutaan” sementara kepada dokter utama yang fokus melihat darah.

Alasan lain mengapa para dokter bedah menggunakan pakaian berwarna hijau dan biru adalah, hijau dan biru adalah warna yang dianggap berseberangan dengan warna merah.

Karena itulah, warna hijau dan biru dari pakaian mereka nggak Cuma meningkatkan kualitas penglihatan para pembedah, namun juga bisa membuat para pembedah bisa lebih membedakan warna-warna merah yang berbeda, seperti merah tua atau merah muda.

Kesimpulannya adalah, penggunaan pakaian berwarna hijau dan biru akan membuat para pembedah lebih “Awas” dengan badan pasien, dan hal ini tentu saja akan mengurangi kesalahan yang terjadi di dalam proses operasi.

Reporter : Fadli Adzani
Editor : Bayu Dwi Mardana Kusuma

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×