Nona Aisyah: Anak Basket Juara DBL 2016

  • Selasa, 25 Oktober 2016 10:30 WIB

Nona Aisyah dan basket kemanjaannya | Budi Ismail/HAI Magazine

Cewek ini baru aja bikin tim basket SMAN 3 Teladan menang di ajang DBL (Development Baskestball League) 2016. Bertindak sebagai tim center 3-4, cewek berambut panjang ini fokus menjaga kekompakan tim dalam mencetak poin di laga final.

Meski tidak sadar kalau dirinya menjadi bagian dari kemenangan telak yang diciptakannya bersama tim Teladan ketika melawan SMAN 34, cewek penggemar es cokelat ini justru memandang basket adalah bagian dari rutinitas hidupnya. Makanya, prestasi itu dianggap biasa saja dan katanya tidak perlu dibesar-besarkan!

“Basket kayak udah jadi bagian dari hidup aku, dan aku nganggap itu biasa aja. Makanya saat main basket, aku enjoy nggak merasa capek, ” kata kelas XI IPS ini waktu diajak berkenalan di Markas HAI, Kamis (29/9) lalu.

Tentu, belum banyak yang tahu, seberapa besar cewek bernama lengkap Nona Aisyah Fauzi punya kepedulian terhadap basket dan timnya tersebut. Sampai saat HAI bertatap muka dengan The Squad Center ini, Nona, begitu panggilan akrabnya, meski sedikit malu-malu akhirnya mau mengungkap seberapa besar basket dan tim Teladan dicintainya.

”Kemenangan di basket adalah prestasi buat tim, bukan untuk sendiri-sendiri. Jadi apa yang udah saya lakuin waktu itu semua demi menjaga nama baik tim,” ungkap penyuka warna pink itu saat membagikan kisah di balik kemenangan tim basket cewek SMA yang terletak di bilangan Setia Budi, Jakarta Selatan itu.

”Ada banyak banget tim basket SMA yang mau ikutan DBL, termasuk team Teladan dari SMAN 3 Jakarta yang dalam sejarah DBL, kita itu menang terus di beberapa tahun belakangan kecuali tahun lalu, kita pernah kena skors, makanya di DBL tahun ini, kita mau mengembalikan nama baik SMA 3,” katanya mengungkap motivasi tim Teladan jadi pemenang.

Dari apa yang diceritakan Nona, perjuangan tim teladan di laga final tampak terlihat ketat dan mati-matian menjaga pertahanan.

”Waktu itu kita poinnya kalah jauh, kita kalah duluan, tapi kita (tim center) jagain rapet dari lawan terus biar tim bisa nge-drive, lay up terus, dan nggak boleh lawan ngepoin,” ungkap cewek yang pernah ikut karate Inkai saat di SMPN 3 Jakarta itu.

Nggak heran  penjagaannya di tengah begitu kuat, meski beberapa orang sempat menyinggung cewek yang mengenakan sepatu basket warna pink ini lemah, pada kenyataannya, Nona bertahan di setiap quarter yang dimainkannya.

”Perjuangan jadi anak basket itu harus tahan main 1 quarter yang 10 menit itu dengan nafas yang teratur, makanya pemanasannya harus betul, kalau ngak bisa cidera atau kram,” ungkap lagi cewek yang pernah menggeluti balet dan paskibra sekolah tersebut.

Nona mengaku pernah memilih beberapa kegiatan lain di luar basket, akan tetapi hatinya kembali hanya untuk basket.

”Aku merasa waktu dan kesempatan mendukung aku untuk tetap di basket, Aku suka basket, temen-temen di basket itu deket sama aku, dan emang seharusnya kayak begitu, karena kita main di lapangan berlima, kita harus ada chemistry satu sama lain. Meski main sama senior, kita nggak memandang ada junior–senior, kita itu tim,” jelasnya lagi.

Baca Juga: Cantik-Cantik Mau jadi Detektif Gangster!

Reporter : Ali Sobri
Editor : Ali Sobri

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×