Silakan Sembarang Pilih Bimbel, Kalo Berani…

  • Jumat, 29 Januari 2016 16:15 WIB

Memilih Bimbingan belajar

Ikut bimbingan belajar itu sebenarnya perkara pilihan aja. Nggak ikut juga nggak apa-apa. Tapi demi cita-cita masuk perguruan tinggi yang dicita-citatakan, akhirnya jadi semacam kewajiban. So, silakan sembarang memilih bimbel, kalo kamu berani!

Pastinya, upaya lulus SNMPTN, otomatis nilai rapor kita sejak kelas X harus di atas rata-rata. Di situ kita jadi mikir kayaknya tabungan nilai pelajaran di kelas nggak cukup untuk ikutan seleksi yang berdasarkan nilai rapor.

Kita pun perlu persiapan untuk ikut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Dimana dalam ujian yang digelar se-nasional itu kita harus adu kemampuan dalam menyelesaikan berbagai soal yang diujikan. Lagi-lagi seringnya kita nggak pede dengan materi pelajaran yang udah diberikan di kelas.

Alhasil, bimbingan belahar (bimbel) menjadi salah satu cara kita melicinkan jalan meraih cita-cita. Dan memang nggak ada ruginya sih kalau benar-benar memanfaatkannya dengan maksimal.

Misalnya kayak mengulik mata pelajaran atau soal yang dianggap sulit, atau bahkan ada yang sampai mempelajari trik mengisi soal ujian yang kadang juga di-share oleh guru bimbel.

Emang aneh sih jadinya, kok malah minta diajarin ngakalin, bukannya minta jadi pinter. Tapi begitulah kenyataan kita kalau memilih bimbel.

Pertimbangan pertama, pasti ngeliat ada berapa teman kita yang masuk PTN gara-gara masuk tempat les bimbel tertentu. Kedua, bisa jadi bagaimana pengajaran materinya? Menarik, bosenin atau sering dikasih trik? Ketiga, baru deh kita ngeliat bagaimana lokasinya, fasilitasnya, sampai cewek-ceweknya. Yang terakhir sih modus banget judulnya!

Nah, kami di redaksi HAI mengeluarkan tema ini. Pasti ada nih tempat bimbel favorit yang langsung nyantol di kepala kita begitu niat cari bimbel muncul. Alasannya jelas macem-macem. Dari redaksi cuma titip pesen, sebaiknya kalau udah yakin mau ikutan bimbel, jangan setengah-setengah, apalagi sembarangan dengan niat cuma cari kenalan atau pacaran doang.

Ingetin diri sendiri kalau pilihan ikut bimbel itu ada targetnya: Misalnya, pengen menguasai satu mata pelajaran, atau bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri Kenapa nggak boleh sembarangan? Soalnya, mahal. Iya lah…apalagi?

Nah, biar nggak makin sembarangan, kami juga membuat angket ke hampir 380 pelajar tentang bimbel favoritnya. Jelas bisa jadi bahan pertimbangan tuh. Biar mantep lagi, kita tambahin penjelasan dari Dinas Pendidikan tentang kriteria sebuah tempat bimbel yang oke.

Siap? Kulik PROMO 10 Bimbel Terfavorit Pembaca HAI aja!

 

Reporter : Satria Perdana
Editor : Ali Sobri

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×