Black Valentine: Dilarang Merayakan Hari Kasih Sayang

Reporter : Ali Sobri
Editor : Ali Sobri

Black Valentine di Indonesia terjadi pada akhir 80-an

Akhir tahun 80-an tepatnya Februari 1989, Perayaan valentine meluas di kalangan remaja Indonesia. Banyak teman-teman di masa itu yang ingin merayakannya, namun sekolah melarang, malah ada pula yang bilang haram.

Black Valentine, mungkin frasa ini terasa begitu kelam terjadi saat dimana sebagian ingin merayakan hari kasih sayang, namun harus rela meredam. Yuk kita lihat apa yang terjadi saat Black Valentine: Dilarang Merayakan Hari Kasih Sayang itu datang!

Pada masa itu, ada kebiasaan unik yang sering dilakukan oleh remaja 80-an. Selazimnya, dalam sepekan sebelum 14 Februari datang mereka sudah memikirkan baju atau gaun baru untuk dikenakan pada 13 Februari malam.

Mereka kerap menghitung berapa anggaran yang mesti dikeluarkan. Tak hanya buat menjahit pakaian berwarna pink tetapi juga membeli selembar kartu dan satu buket kembang serta bingkisan demi menyambut Valentine’s Day. Sebuah hari yang oleh kebanyakan remaja berduit di kota besar_terutama dianggap begitu penting artinya.

Sebuah hari yang dijadikan momentum untuk mengekspesikan cinta dan kasih sayang kepada sang pacar. Baca: Anak 90-an Rayakan Valentine Begini

Pada masa itu, sambutan perayaan yang diimpor dari barat ini memang terasa kian bergema, terutama di kota-kota besar. Sejumlah remaja pelajar menyiasati dengan perayaan kolektif bersama teman karib. Sementara itu sejumlah departement store dan pasar swalayan turut mendukungnya. Tentu dengan menjual kartu, kado dan segala bentuk khas Valentine. Bahkan diskotek pun membuka pintu lebar-lebar dengan berbagai acara spesial.

 

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×