Salut! Mahasiswa ITB Ini Raih Emas di Kompetisi Teknologi Internasional

  • Jumat, 23 Maret 2018 19:15 WIB

Dr.Tania, aplikasi inovasi buatan mahasiswa ITB (Foto: Dok. ITB) | Itb.ac.id

HAI-Online.com - Mahasiswa Indonesia memang makin terus berkembang dan berinovasi nih sob. Baru-baru ini aja contohnya mahasiswa ITB bikin aplikasi pendeteksi penyakit tanaman melalui foto bernama Dr. Tania. Nggak cuma itu, mereka juga dapat emas di kompetisi World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2018.

Dilansir dari situs resmi ITB, mahasiswa ITB tersebut, yaitu Naufalino Fadel Hutomo, Pebriani Artha, Lintang Kusuma Pratiwi, dan Febi Agil Ifdillah awalnya hanya niat cari jejaring dan investor dalam WINTEX 2018. Namun, nggak disangka mereka malah dapat mendali emas dari sekitar 100 proyek inovasi lainnya dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, India, Singapura, Korea, Amerika Serika, Korea, dan Sri Lanka.

undefined
Dr.Tania, aplikasi inovasi buatan mahasiswa ITB (Foto: Dok. ITB)
UDAH BACA BELUM? Fakta Dibalik Pekerjaan Digital Artist, Para Ahli Visual Effect

Dr.Tania sendiri merupakan aplikasi untuk mendiagnosa penyakit tanaman melalui foto. Konsepnya serupa dengan petani yang sedang berbincang dengan dokter sob. Menurut Pebriani Arta, caranya cukup dengan kirim foto tanaman yang sakit, lalu aplikasi bakal kasih tahu nih tanaman itu terkena penyakit apa, bagaimana gejalanya, dan bagaimana cara penanganannya.

"Ceritanya aplikasi ini kan dokter, jadi nanti dia bisa jelaskan semuanya. Kalau nggak tahu penyakitnya, bisa diklik lagi untuk penjelasannya. Bahkan ada juga rekomendasi produk yang tepat untuk menanganinya," tambah Pebriani di situs resmi ITB.

undefined
Dr.Tania, aplikasi inovasi buatan mahasiswa ITB (Foto: Dok. ITB)
Aplikasi ini juga bentuknya chatbot bro yang bikin mudah dalam penggunaannya. Meskipun persebarannya masih di kalangan terbatas, ke depannya Dr.Tania diharapkan dapat diunduh secara umum melalui Playstore. Selain itu, menurut rencana bakal ada keterangan di kotak deskripsinya.

Saat ini Dr.Tania memang masih terbatas bisa diagnosa penyakit di beberapa tanaman sja, seperti tomat, anggur, strawberry, jagung, kentang, ceri, dan raspberry. Namun, ke depannnya sih bakal ada pengembangan ke arah komoditas yang umum di Indonesia, contohnya padi dan cabai. Walau memang dengan segala keterbatasan karena datanya dari visual, aplikasi ini sudah terbukti akurat kok.

Salut banget, deh! Semoga makin banyak anak-anak muda yang bisa berprestasi.

Reporter : Dewi Rachmanita
Editor : Rian Sidik

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×