Profile

Jago Public Speaking dan Kritis? Profesi News Anchor Cocok Untukmu. Ini Seluk Beluknya

Timothy Marbun, News Anchor Kompas TV
Foto by : Meryam Zahida

Selain jadi artis, ada cara lain, lho, supaya kita bisa dikenal banyak orang.Jawabannya adalah menjadi news anchor. Kalo jadi news anchor kita nggak cuma modal tampang, tapi juga punya modal kecerdasan dan wawasan yang luas. Itu aja masih belum cukup, kita juga dituntut memiliki skill dalam hal story telling, sehingga informasi yang disampaikan menarik untuk ditonton. Itulah sedikit bocoran yang disampaikan news anchor Kompas TV, Timothy Marbun tentang modal yang harus dimiliki ketika memilih bekerja sebagai news anchor.

“Basic skill seorang news anchor seperti public speaking harus ada dan nggak boleh hilang. Suara, nada bicara, kejelasan, artikulasi, ini semua harus tetap ada. Sebagus apapun kita menganalisa suatu berita, tapi jika seseorang nggak mampu menceritakannya, ya, percuma. Jadi basic ini harus ada, apapun lulusan jurusannya,” jelas news anchor akrab disapa Timmy ini.

Jadi dari lulusan mana aja boleh, nih? Nggak harus mengambil kuliah di jurusan komunikasi, jurnalistik, dan broadcasting?

“Seorang news anchor nggak dilihat dari lulusan mananya. Karena setelah kamu ada di posisi ini, akan ada banyak hal yang diuji. Seperti cara penulisan dan sense of story telling pada saat menyampaikan berita. Karena belum tentu orang yang bermodal ilmu jurnalistik memiliki sense of story telling yang baik,” tegas pria yang sudah menggeluti profesi sebagai presenter dan news anchor sejak tahun 2007.

Dia pun kembali menambahkan, kalau news anchor itu nggak sekadar membacakan berita, tapi dia menceritakan suatu peristiwa, kejadian ataupun kondisi yang sesuai dengan fakta. Sementara itu, bidang-bidang yang diceritakan ada berbagai macam. Mulai dari ekonomi, hukum, politik, dan sebagainya.

“Justru jika dia berasal dari jurusan seperti ekonomi, politik, atau hukum, tentu akan menguasai pembahasan berita tentang kontenkonten tersebut,” tambahnya.

Bukan Cuma Modal Tampang

Nggak ada yang salah dengan stigma, “ah jadi news anchor yang penting tampangya cakep.” Anggapan ini nggak salah dan  dipersilahkan juga oleh Timothy Marbun. Tapi kalau kita berpikiran seperti itu, maka kita perlu bertanya lagi ke diri sendiri, sampai kapan atau berapa lama kita akan menjadi news anchor?

Pasalnya, kalau kita mengadopsi anggapan ini, artinya kita hanya mengandalkan kemampuan membaca berita saja dan puas dengan satu skill ini. Lalu, ketika ada news anchor yang cakep lainnya bermunculan, maka bisa dipastikan kita nggak akan dibutuhkan lagi.

Perlu diketahui, masih banyak skill yang bisa dikulik dari profesi news anchor ini. Seperti misalnya kemampuan mewawancara secara live, memproduksi berita di balik layar, atau bahkan melakukan pelaporan di tempat kejadian.

“Selain presenting sebaiknya kita juga mengasah kemampuan wawancara, jadi nggak cuma baca berita doang. Tapi bisa berinteraksi dengan narasumber. Ini akan memperkaya kemampuan kita dalam presenting dan menganalisa, mengolah acara. Jadi, jangan pernah puas dengan hanya membaca berita,” saran pembawa berita dalam acara Sapa Indonesia di Kompas TV ini.

Personality. Ini yang akan membuat orang itu bisa stand out dan berkarakter. Bukan karena dia paling ganteng atau paling cantik. Kemampuan ini bisa juga dilihat dari kesempatan yang dia dapat. Misalnya seorang presenter dikenal berkat wawancaranya dengan seseorang yang terkenal. Atau seorang presenter bisa sangat dikenal karena dia hadir dan melaporkan peristiwa yang sangat penting pada saat itu,” tutupnya.

Jadi, kalau kita mampu menguasai beberapa skill tadi, maka karier di media televisi akan panjang, karena kita akan selalu dibutuhkan.

ilustrasi news anchor
Ilustrasi news anchor. Oleh: Gio/HAI

Pendidikan:

  • Diutamakan S1 Jurusan Jurnalistik dan Komunikasi
  • Selain itu terbuka untuk lulusan S1 jurusan apapun

Gaji News Anchor

  • Junior: < Rp 5.000.000
  • Madya: Rp 15 juta-Rp 20-an juta
  • Senior: >Rp 30 juta

Jenjang Karier

  • Start from reporter

Biasanya untuk bisa menjadi news anchor, kamu harus memiliki pengalaman sebagai news reporter. News reporter bertugas melakukan peliputan di lapangan, dan melaporkannya dari tempat kejadian.

  • News Anchor

Menyampaikan berita di depan kamera dengan gaya bercerita tapi tetap faktual dengan peristiwa, ringkas, dan menarik untuk ditonton. Tidak jarang news anchor juga harus wawancara narasumber secara live.

  • Executive Produser

Bertanggung jawab terhadap pembuatan, pengembangan ide-ide dan produksi program, mengidentifikasi ide-ide dan terobosan dalam konteks pengembangan program, melakukan pengawasan terhadap jalannya produksi.

 

  • Pemimpin Redaksi

Menentukan layak atau tidaknya suatu berita untuk ditayangkan, memberikan arahan kepada semua tim redaksi tentang berita yang akan dimuat, memimpin rapat redaksi, bertanggung jawab terhadap kualitas produk penerbitan. 

Kunci Sukses Menjadi News Anchor yang Iconic:

  • Memiliki kemampuan public speaking yang baik
  • M e m i l i k i w a w a s a n y a n g l u a s
  • Memiliki personality yang baik dengan cara mengadopsi presenting dari presenter yang kita jadikan role model. Tapi jangan copy-paste. Temukan gaya kita sendiri.
  • Latih terus dan jangan cepat puas. Sebaiknya kita selalu melatih bagaimana menyampaikan berita dengan memainkan intro, nada bicara, sehingga ada perbedaan antara intro, bagian klimaks, dan penutupnya.
  • Jam terbang. Semakin tinggi jam terbang maka kepercayaan diri juga semakin tinggi karena pengalaman juga bertambah.
  • Ambil banyak kesempatan peliputan. Karena bisa jadi sebuah peristiwa justru bisa membuat kita dikenal banyak orang ketika kita menyampaikan berita itu.

Meryam Zahida

Berkarir di HAI adalah sebuah alter-ego. Morning person yang lincah, pecinta "me time" yang berbahaya. Pernah bercita-cita jadi vokalis band rock

comments

embed this article

Copy and paste this code into your website.

×

Fact

Rating :
Rate This :