Jago Public Speaking dan Kritis? Profesi News Anchor Cocok Untukmu. Ini Seluk Beluknya

  • Kamis, 26 Januari 2017 15:30 WIB

Timothy Marbun, News Anchor Kompas TV | Meryam Zahida

Selain jadi artis, ada cara lain, lho, supaya kita bisa dikenal banyak orang.Jawabannya adalah menjadi news anchor. Kalo jadi news anchor kita nggak cuma modal tampang, tapi juga punya modal kecerdasan dan wawasan yang luas. Itu aja masih belum cukup, kita juga dituntut memiliki skill dalam hal story telling, sehingga informasi yang disampaikan menarik untuk ditonton. Itulah sedikit bocoran yang disampaikan news anchor Kompas TV, Timothy Marbun tentang modal yang harus dimiliki ketika memilih bekerja sebagai news anchor.

“Basic skill seorang news anchor seperti public speaking harus ada dan nggak boleh hilang. Suara, nada bicara, kejelasan, artikulasi, ini semua harus tetap ada. Sebagus apapun kita menganalisa suatu berita, tapi jika seseorang nggak mampu menceritakannya, ya, percuma. Jadi basic ini harus ada, apapun lulusan jurusannya,” jelas news anchor akrab disapa Timmy ini.

Jadi dari lulusan mana aja boleh, nih? Nggak harus mengambil kuliah di jurusan komunikasi, jurnalistik, dan broadcasting?

“Seorang news anchor nggak dilihat dari lulusan mananya. Karena setelah kamu ada di posisi ini, akan ada banyak hal yang diuji. Seperti cara penulisan dan sense of story telling pada saat menyampaikan berita. Karena belum tentu orang yang bermodal ilmu jurnalistik memiliki sense of story telling yang baik,” tegas pria yang sudah menggeluti profesi sebagai presenter dan news anchor sejak tahun 2007.

Dia pun kembali menambahkan, kalau news anchor itu nggak sekadar membacakan berita, tapi dia menceritakan suatu peristiwa, kejadian ataupun kondisi yang sesuai dengan fakta. Sementara itu, bidang-bidang yang diceritakan ada berbagai macam. Mulai dari ekonomi, hukum, politik, dan sebagainya.

“Justru jika dia berasal dari jurusan seperti ekonomi, politik, atau hukum, tentu akan menguasai pembahasan berita tentang kontenkonten tersebut,” tambahnya.

Bukan Cuma Modal Tampang

Nggak ada yang salah dengan stigma, “ah jadi news anchor yang penting tampangya cakep.” Anggapan ini nggak salah dan  dipersilahkan juga oleh Timothy Marbun. Tapi kalau kita berpikiran seperti itu, maka kita perlu bertanya lagi ke diri sendiri, sampai kapan atau berapa lama kita akan menjadi news anchor?

Pasalnya, kalau kita mengadopsi anggapan ini, artinya kita hanya mengandalkan kemampuan membaca berita saja dan puas dengan satu skill ini. Lalu, ketika ada news anchor yang cakep lainnya bermunculan, maka bisa dipastikan kita nggak akan dibutuhkan lagi.

Perlu diketahui, masih banyak skill yang bisa dikulik dari profesi news anchor ini. Seperti misalnya kemampuan mewawancara secara live, memproduksi berita di balik layar, atau bahkan melakukan pelaporan di tempat kejadian.

Reporter : Meryam Zahida
Editor : Rizki Ramadan

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×