List

Begini Cara Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri Mengobati Homesick

Persatuan Pelajar Indonesia

Salah satu hal yang dicemaskan bagi calon mahasiswa untuk kuliah di nagri adalah nggak punya teman senegara untuk berinteraksi. Yap, “penyakit” awal mahasiswa kita saat studi di luar negeri adalah kangen kampung halaman. Terutama kangen main dengan kawan-kawan senegara, setanah air. Tapi, kecemasan tersebut nggak akan kalian rasakan setelah kalian tahu kalau di nagri pun ada yang namanya Perkumpulan Pelajar Indonesia atau biasa disingkat PPI.

Di beberapa kampus, seperti di Asia-Pacific University Jepang, pun ada organisasi pelajar Indonesianya, APUINA namanya.  Layyin Nafisa Arifin salah satu mahasiswinya yang cerita. Dengan adanya perkumpulan tersebut, calon mahasiswa nggak akan lagi ngerasa “asing” dan sendiri di negara tersebut.

Contohnya udah banyak kok, salah satunya Asheila Amara, mahasiswi jurusan Animasi di Westminster University, London, Inggris. Setelah tau ada PPI London, cewek yang akrab disapa Eya ini jadi jauh lebih tenang untuk menetap sementara demi menempuh pendidikan di negeri ratu Elizabeth ini. “Awalnya aku cemas sih sendirian gitu di negara orang, tapi saat aku tau ada perkumpulan mahasiswa asal Indonesia, paling nggak aku nggak ngerasa sendirian di sini, banyak temen-temen seperjuangan hehe,” ucap Eya.

 

Kumpul Terjadwal

Karena semua anggota dan pengurus PPI London kuliah, jadi nggak mungkin bisa setiap hari berkumpul. Tapi, udah ada agenda untuk berkumpul rutin yang udah dicanangkan, yaitu sebulan sekali. Acaranya pun benar-benar bikin happy. “Kegiatannya banyak dan seru-seru juga. Ada games, terus ada juga live music. Nah, di bulan Februari ini, PPI London bakal ngadain acara Movie Night bareng KBRI Inggris, jadi sebulan sekali bakal ada acara yang seru yang diadakan oleh PPI London,” aku cewek yang juga menjabat sebagai anggota di divisi publikasi dan sosial media di PPI London ini.

Begitu juga dengan APUINA, Layyin cerita kalau bersama teman-temannya mereka sering kumpul, terutama untuk mempersiapkan acara Multicultural Week. “Selain itu kami biasa kumpul untuk memperingati hari besar Indonesia. Masak makanan indonesia bareng-bareng. Kita juga tergabung di mailing list untuk menyebar info kerjaan atau apapun,” nambah Layyin.

Eits, jangan salah, Layyin juga bilang kalau cinlok antar anggota komunitas itu sering ada yang cinlok. Ciye.

 

Obat Rindu

Dengan adanya teman-teman seperjuangan di London, Eya merasa sedikit banyak terobati rasa rindunya pada Indonesia. Soalnya, nggak cuma bisa kumpul dan ngobrol dengan bahasa ibu, cewek berhijab ini membeberkan kalau ia dan anggota serta pengurus PPI London lainnya pasti menyantap hidangan khas Indonesia saat berkumpul.

“Lumayan mengobati rindu rumah dan kampung halaman sih, karena setiap PPI London berkumpul sebulan sekali, makanan yang disuguhkan pasti khas Indonesia, jadi seneng banget bisa makan makanan khas negara kita sendiri di negara orang. Karena harus diakui, selain keluarga, makanan adalah hal selanjutnya yang dirindukan oleh para pejuang disini hehe,” pungkas Eya.

Tuh, sekarang nggak usah takut lagi nggak punya teman senegara kalau kuliah di nagri, karena di setiap negara (selain Indonesia tentunya) pasti ada PPI. You’re not alone, guys!

Luqman Hidayat

Penggila musik era 70-90an yang doyan jajanan SD. Penikmat segala bentuk tulisan baik cetak ataupun elektronik. Drummer kacangan yang kehilangan band.

comments

embed this article

Copy and paste this code into your website.

×